Ifishdeco IFSH Siap Ekspansi, Kaji Peluang Akuisisi Tambang Nikel Baru
- Kamis, 27 Februari 2025
JAKARTA - PT Ifishdeco Tbk (IFSH), perusahaan tambang nikel yang berbasis di Indonesia, menyatakan kesiapan untuk melakukan ekspansi besar-besaran pada tahun ini, menyusul tantangan dan peluang yang dihadapi di sektor pertambangan nasional. Strategi utama dari ekspansi ini adalah memperbesar cadangan nikel untuk memperkuat usaha mereka di masa depan serta memperkuat posisi di kancah industri pertambangan nasional.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, IFSH berencana untuk meningkatkan produksi dengan membuka peluang ekspansi secara anorganik melalui akuisisi tambang nikel baru. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk memperkuat posisi perseroan di industri tambang nasional yang semakin ketat kompetisinya.
Peluang dan Prospek Akuisisi Tambang Nikel Baru
Manajemen IFSH menyatakan kepercayaan diri mereka dalam mengimplementasikan rencana strategisnya, termasuk dalam upaya pengembangan dan pengoptimalan kapasitas produksi, dengan berinvestasi pada teknologi pertambangan yang lebih efisien dan berkelanjutan. "Ifishdeco yakin bisa melanjutkan rencana strategisnya dalam mengembangkan dan mengoptimalkan kapasitas produksi dengan investasi dalam teknologi pertambangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan," jelas pihak manajemen IFSH dalam sebuah rilis yang diterbitkan.
Saat ini, IFSH mengelola tambang di Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dengan luas konsesi sebesar 2.580 hektare dan izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi seluas 800 hektare. Selain itu, IFSH juga memiliki aset di Kolaka Utara dan Konawe Selatan, melalui PT Patrindo Jaya Makmur dan PT Hangtian Nur Cahaya.
Efisiensi dan Kinerja Keuangan
Meskipun dihadapkan dengan tantangan fluktuasi harga nikel serta kondisi pasar yang dinamis, manajemen IFSH mengklaim tetap mampu mencetak performa keuangan yang solid. "Strategi efisiensi yang diterapkan berhasil menjaga daya saing dan memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan," tambah Manajemen IFSH.
Merujuk pada laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, IFSH mencatatkan penurunan pada top line dan bottom line selama tahun 2024. Penjualan neto IFSH mengalami penyusutan sebesar 32,13% dari Rp 1,43 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp 972,70 miliar. Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan mengalami penurunan sebesar 34,05% menjadi Rp 491,45 miliar.
Kondisi tersebut membuat laba kotor IFSH anjlok sebesar 30,05% menjadi Rp 481,25 miliar. Sementara itu, laba usaha turun drastis sebesar 48,10% menjadi Rp 151,63 miliar, dan laba bersih periode berjalan tercatat menurun 54,56% mencapai Rp 100,11 miliar dari Rp 220,35 miliar yang diperoleh pada tahun sebelumnya.
Perubahan Posisi Keuangan IFSH
Di sisi lain, IFSH berhasil mereduksi jumlah liabilitas secara signifikan, mencapai penurunan sebesar 40,70% menjadi Rp 169,93 miliar di akhir 2024. Dari sisi ekuitas, IFSH berhasil membukukan pertumbuhan sebesar 6,63% menjadi Rp 838,03 miliar. Kas dan setara kas di akhir tahun tercatat sebesar Rp 149,47 miliar, menandakan likuiditas perusahaan yang cukup sehat meskipun mengalami berbagai tantangan selama tahun berjalan.
Masa Depan dan Rencana IFSH
Di tengah tantangan industri dan ekonomi global, langkah ekspansi melalui akuisisi tambang baru yang dilakukan IFSH menunjukkan strategi tangguh perusahaan untuk memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Dengan investasi berkelanjutan dan fokus pada teknologi ramah lingkungan, IFSH berkomitmen untuk terus berkontribusi pada pertumbuhan industri tambang nikel Indonesia.
Ekspansi dan inovasi dalam sektor ini akan membawa IFSH ke level yang lebih tinggi, mengingat pentingnya nikel sebagai komoditas vital dalam teknologi canggih dan kendaraan listrik yang sedang menjadi tren global. Peningkatan cadangan dan kelanjutan investasi dalam teknologi diyakini tidak hanya mengoptimalkan profitabilitas IFSH tetapi juga menjadikan perusahaan pemain utama di pasar nikel dunia.
Dengan strategi yang terpadu dan fokus, PT Ifishdeco Tbk berharap dapat memperoleh pertumbuhan yang berkelanjutan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap industri pertambangan dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
- Jumat, 06 Februari 2026
Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan
- Jumat, 06 Februari 2026
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
- Jumat, 06 Februari 2026












