Sejarah Larangan Sepak Bola oleh Raja-Raja Inggris Demi Militansi dan Ketertiban
- Kamis, 27 Februari 2025
JAKARTA - Sepak bola, olahraga yang sangat populer saat ini, pernah mengalami masa kelam dalam sejarahnya di Inggris ketika beberapa raja, termasuk Raja Edward III dan Ratu Elizabeth I, mengeluarkan larangan terhadap permainan ini. Larangan tersebut didasarkan pada anggapan bahwa sepak bola mengganggu pelatihan militer dan menyebabkan kekacauan.*
Larangan pertama kali muncul pada tahun 1314 di bawah pemerintahan Raja Edward II. Sang Raja menganggap permainan berburu bola ini mengalihkan perhatian para prajurit dari pelatihan militer yang diperlukan. Sikap ini dipertegas oleh putranya, Raja Edward III, pada tahun 1331 ketika ia sekali lagi melarang sepak bola dengan alasan serupa.
Menurut catatan tahun 1363, Raja Edward III berpendapat bahwa sepak bola membawa dampak negatif terhadap disiplin militer yang sangat penting, terutama di masa ketegangan politik dan konflik militer.
Tidak berhenti pada dinasti Plantagenet, Ratu Elizabeth I dari dinasti Tudor juga mengeluarkan ancaman yang lebih keras terhadap para pemain sepak bola. Pada tahun 1572, ia menetapkan larangan dengan ancaman hukuman penjara bagi mereka yang melanggar. "Permainan ini tidak sekadar gangguan, tetapi ancaman terhadap ketertiban," demikian pandangan yang berkembang ketika itu.
Alasan larangan ini beragam, dari kekacauan yang sering kali timbul dalam pertandingan yang tidak teratur hingga ancaman terhadap kesiapan militer. Pertandingan yang berlangsung sering kali diwarnai kerusuhan dan bentrokan antar pendukung, memicu kekhawatiran mengenai ketertiban umum.
Namun, dampak jangka panjang dari larangan-larangan ini terbukti tidak berhasil memadamkan semangat masyarakat terhadap sepak bola. Meskipun dilarang, permainan ini tetap dimainkan secara tidak resmi. Sepak bola akhirnya mendapatkan pengakuan resmi pada abad ke-19 seiring kemunculan klub-klub sepak bola dan disusunnya peraturan formal.
Transformasi tersebut menunjukkan bahwa meskipun pernah ditolak oleh otoritas kerajaan, sepak bola tetap bertahan dan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya olahraga global. Perubahan pandangan ini menandai evolusi sepak bola dari sekadar sumber keresahan menjadi salah satu hiburan paling bergengsi di dunia.
Rapli
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Tarif Listrik Februari 2026 Tetap Berlaku Untuk Semua Golongan Pelanggan PLN
- Jumat, 06 Februari 2026
Endrick Bersinar Di Prancis, Peluang Kembali Perkuat Timnas Brasil Kian Terbuka
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Siap Mainkan Trent Alexander Arnold Lawan Valencia Akhir Pekan Ini
- Jumat, 06 Februari 2026
LKP Prasetya Putri: Mencetak Perias Profesional dan Kemandirian Ekonomi Wanita
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Pilihan 5 Nasi Uduk Legendaris Jakarta dengan Ayam Goreng Paling Favorit
- Jumat, 06 Februari 2026
Rekomendasi 5 Tempat Makan Sambal Rampai Ayam Goreng Pedas Favorit
- Jumat, 06 Februari 2026
5 Kombinasi Makanan Tepat Tingkatkan Manfaat Gizi untuk Kesehatan Tubuh
- Jumat, 06 Februari 2026
Ahli Gizi Ungkap Pilihan Jenis Susu Paling Sehat untuk Konsumsi Harian
- Jumat, 06 Februari 2026




.jpg)








