Breaking

Konsolidasi Yield SBN, Momentum Akumulasi Terbuka

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 31 Agustus 2026
Konsolidasi Yield SBN, Momentum Akumulasi Terbuka
Ilustrasi Yield SBN tenor 10 tahun naik ke 7,05% di tengah fase konsolidasi pasar. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Pasar Surat Berharga Negara (SBN) memasuki fase konsolidasi setelah beberapa waktu bertahan di level tinggi. 

Data terbaru menunjukkan yield SBN tenor 10 tahun naik ke 7,05% dan tenor dua tahun ke 6,65%. Selisih (spread) keduanya berada di kisaran 240,5–245,1 basis poin, membuka kembali ruang relative value bagi investor.

Fixed Income Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa, menilai pasar SBN domestik dipengaruhi sentimen eksternal, terutama perang dagang AS–Kanada. Kanada akan mengenakan tarif 15%–50% terhadap lebih dari 700 produk AS senilai US$20 miliar mulai 8 September 2026.

“Siklus retaliasi antara dua ekonomi yang sangat terintegrasi berisiko meningkatkan biaya input dan mengganggu rantai pasok Amerika Utara, menambah tekanan inflasi di tengah fragmentasi perdagangan global,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski demikian, arah kebijakan Bank Indonesia (BI) di bawah Gubernur Destry Damayanti dinilai tetap menopang stabilitas pasar domestik. Visi BI yang stability-first namun semakin pro-growth mencakup pengelolaan arus valas, integrasi kebijakan moneter, inklusi keuangan, hingga inovasi digital.

Ketahanan pasar domestik tercermin dari rupiah yang relatif stabil di Rp17.772 per dolar AS, meski indeks dolar (DXY) naik ke 98,97. Persepsi risiko juga membaik, terlihat dari Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun yang turun ke 83 bps.

Dengan kondisi ini, analis menilai peluang akumulasi SBN masih terbuka, terutama secara selektif. Konsolidasi yield lebih mencerminkan kesempatan masuk ketimbang sinyal pembalikan tren perbaikan pasar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua