Breaking

Indah Kiat Pulp & Paper Rilis Obligasi dan Sukuk Baru Rp 2,76 T

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 27 Agustus 2026
Indah Kiat Pulp & Paper Rilis Obligasi dan Sukuk Baru Rp 2,76 T
Ilustrasi Indah Kiat Pulp & Paper menawarkan obligasi dan sukuk berkelanjutan baru senilai total Rp2,76 triliun. (sumber foto: NET)

JAKARTA – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menyelesaikan kewajiban pembayaran pokok atas dua surat utang yang jatuh tempo dengan nilai keseluruhan mencapai Rp2,49 triliun. Pembayaran kepada pemegang efek tersebut dilakukan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 26 Agustus 2026.

Corporate Secretary INKP, Heri Santoso mengatakan, surat utang yang telah dilunasi terdiri dari obligasi dan sukuk mudharabah.

“Perseroan melalui KSEI telah melakukan pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan IV Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2023 Seri B sejumlah Rp1.609.865.000.000 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2023 Seri B sejumlah Rp878.975.000.000,” jelas Heri, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara rinci, pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan IV Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2023 Seri B mencapai sekitar Rp1,61 triliun. Adapun pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2023 Seri B yang dibayarkan sebesar sekitar Rp878,98 miliar.

Di tengah penyelesaian kewajiban tersebut, INKP juga bersiap menghimpun dana melalui penerbitan surat utang baru. Perseroan menawarkan obligasi dan sukuk berkelanjutan dalam rupiah dengan nilai total Rp2,76 triliun.

Selain itu, INKP akan menerbitkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) senilai US$9,55 juta.

Untuk penerbitan dalam rupiah, obligasi terbagi menjadi:

  • Seri A senilai Rp1,38 triliun dengan bunga tetap 10% per tahun, jatuh tempo pada 3 September 2029
  • Seri B sebesar Rp214,17 miliar dengan bunga 10,5% per tahun, jatuh tempo pada 3 September 2031

Adapun sukuk mudharabah senilai total Rp1,17 triliun terdiri dari Seri A sebesar Rp443,03 miliar dan Seri B Rp727,19 miliar. Berbeda dengan obligasi, imbal hasil kedua seri sukuk tersebut bersifat mengambang.

Sementara itu, obligasi dalam denominasi dolar AS terdiri dari:

  • Seri A senilai US$8,13 juta dengan bunga 6,75% per tahun
  • Seri B sebesar US$1,42 juta dengan bunga 7,25% per tahun

Masa penawaran umum surat utang tersebut dijadwalkan pada 28-31 Agustus 2026. Selanjutnya, distribusi secara elektronik dilakukan pada 3 September 2026 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 4 September 2026.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua