Breaking

Buyback Obligasi AS Memicu Reli Bitcoin hingga Sentuh US$79.400

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Sabtu, 22 Agustus 2026
Buyback Obligasi AS Memicu Reli Bitcoin hingga Sentuh US$79.400
Ilustrasi bitcoin (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga bitcoin (BTC) menyentuh US$79.400 pada perdagangan Jumat (21/8), atau naik hampir 24 persen sejak Senin.

Laju tersebut merupakan kenaikan mingguan terkuat aset kripto terbesar dunia sejak Maret 2023.

Penguatan ini sudah berlangsung lima hari berturut-turut.

Dalam sehari saja, BTC bertambah 8,8 persen terhitung sejak tengah malam UTC.

Pemicunya datang dari Departemen Keuangan Amerika Serikat pada Rabu (19/8).

Otoritas fiskal AS mengumumkan pelipatgandaan program pembelian kembali obligasi bertenor panjang.

Volumenya naik dari maksimal US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi.

Program itu mulai berjalan pada 9 September untuk memperbaiki likuiditas pasar obligasi.

Imbal hasil jangka panjang sempat tertekan, dan selera risiko di pasar global ikut terangkat.

Di pasar derivatif kripto, nilai likuidasi justru mereda ke US$1,24 miliar dalam 24 jam terakhir.

Angka itu turun 62 persen dari US$3,3 miliar yang tercatat pada Rabu.

Posisi short menyumbang US$1,06 miliar, berbanding hanya US$178 juta dari posisi long.

Sebanyak 152.586 pemilik posisi tercatat terlikuidasi sepanjang periode tersebut.

Order terbesar berasal dari satu posisi BTC-USD senilai US$23,59 juta di bursa Hyperliquid.

Minat terbuka atau open interest di seluruh pasar naik 6,17 persen menjadi US$139,37 miliar.

Open interest kontrak berjangka bitcoin bertambah 7,38 persen ke US$57,7 miliar.

Agregat open interest bitcoin menyentuh US$25,06 miliar, posisi tertinggi sejak Juni.

Tingkat pendanaan atau funding rate diperkirakan 0,013 persen, level tertinggi sejak Januari.

Eksposur nosional pasar dengan demikian dibangun ulang secara agresif, bukan ditinggalkan.

Sehari sebelumnya, BTC menembus rata-rata bergerak 200 hari untuk pertama kali sejak November 2025.

Terobosan itu pertama kali disorot platform grafik Barchart pada Kamis (20/8).

Indikator ini kerap dipakai pelaku pasar untuk mengukur arah tren jangka panjang.

Penembusan yang bertahan lama dapat menandakan tren turun berbulan-bulan mulai kehilangan tenaga.

BTC juga melampaui target US$76.000 dari pola inverse head and shoulders yang terbentuk sejak titik terendah Juni.

Reli ini sekaligus mengeluarkan BTC dari rentang US$60.000 hingga US$70.000 yang mengurungnya sepanjang 2026.

Dominasi bitcoin berada di 59,9 persen, sementara indeks musim altcoin turun ke 33 dari 36.

XRP menjadi kapitalisasi besar berkinerja terbaik dengan lonjakan 19 persen dan kenaikan volume 139 persen.

Ethena naik 13 persen ke US$0,1320 setelah mengumumkan fasilitas pembiayaan terjamin US$1 miliar bersama FalconX.

Zcash bertambah 12,5 persen ke US$640, sedangkan Chainlink menguat 8,2 persen ke US$11,56.

NEAR ikut naik 8,6 persen, menandai kebangkitan token bertema kecerdasan buatan yang tertinggal sepanjang Agustus.

Di Wall Street, saham terkait kripto terangkat pada perdagangan pramarket Jumat.

Strategy naik 10,2 persen, Coinbase 6,8 persen, dan Circle 6,4 persen.

MARA Holdings menguat 5,4 persen, Galaxy Digital 5 persen, dan Robinhood Markets 4,7 persen pada waktu yang sama.

Riot Platforms bertambah 3,7 persen dan Hut 8 naik 2,4 persen, melengkapi penguatan di sektor tersebut.

Indeks dolar AS sendiri melemah tipis ke level 98,77, menjauh dari puncaknya bulan ini.

Kontrak berjangka Nasdaq 100 hanya naik 0,43 persen, tertinggal dibandingkan pasar kripto.

Ekonom Standard Chartered, Geoff Kendrick, memperkirakan buyback dapat mendorong BTC menuju US$100.000 akhir tahun.

CryptoQuant mencatat permintaan spot 30 hari pulih dari minus 206.000 BTC pada 23 Juli.

Posisinya kini mendekati minus 5.000, atau nyaris positif untuk pertama kali sejak 26 Februari.

Secara historis, persilangan itu diikuti kenaikan median 18 persen dalam 60 hari berikutnya.

Tingkat keberhasilannya 78 persen, dan naik ke 87 persen bila MVRV berada di bawah rata-rata setahun.

Lembaga riset itu mengingatkan sampelnya kecil dan sinyalnya belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Permintaan pada kontrak berjangka perpetual, sebaliknya, tidak menunjukkan daya prediksi serupa.

Keberlanjutan reli karena itu bergantung pada permintaan spot setelah tekanan tutup posisi mereda.

Namun indeks kekuatan relatif atau RSI bitcoin sudah memasuki area jenuh beli.

Kondisi itu membuka peluang koreksi jangka pendek dalam waktu dekat.

Rasio akun long terhadap short masih 0,865, menandakan pemain yang bertaruh turun lebih banyak.

Kelompok itu tercatat sudah empat hari melawan arah dan selalu keliru.

BTC terakhir diperdagangkan sedikit di bawah US$78.000 setelah reli sepanjang pekan.

Dengan asumsi kurs sekitar Rp17.750 per dolar AS, nilainya setara Rp1,38 miliar per keping.

Level itu masih jauh di bawah rekor tertinggi BTC di atas US$126.000.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua