Breaking

Harga Emas Lanjutkan Tren Bullish dan Berpeluang Capai US$ 4.655

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 21 Agustus 2026
Harga Emas Lanjutkan Tren Bullish dan Berpeluang Capai US$ 4.655
Ilustrasi emas dunia (FOTO : NET)

JAKARTA – Pergerakan harga emas dunia di pasar spot diproyeksikan masih prospektif pada perdagangan pekan depan. Tren penguatan harga emas ini tercatat sudah berlangsung sejak awal bulan Agustus.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (21/8/2026) pukul 14.04 WIB, emas berada di level US$ 4.563 per ons troi atau menguat 1,02 persen secara harian.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai emas masih konsisten berada dalam tren bullish pada time frame Daily dan berpeluang melanjutkan kenaikan. Geraldo memperkirakan pergerakan harga emas sepekan mendatang akan menguji area resistance US$ 4.594 sampai US$ 4.655 per ons troi.

Geraldo menyampaikan bahwa momentum penguatan ini terdorong oleh penembusan resistance sebelumnya serta pembentukan base area, yang menandakan buyer masih memegang kendali kuat.

Secara teknikal, pergerakan emas menunjukkan struktur bullish yang tetap terjaga. Terjadinya breakout dari resistance sebelumnya menjadi sinyal krusial karena menandai keberhasilan harga keluar dari batasan kenaikan.

“Setelah breakout, harga kemudian membentuk base area yang mengindikasikan adanya konsolidasi sekaligus proses pembentukan pijakan baru sebelum melanjutkan pergerakan ke level yang lebih tinggi,” ujar Geraldo risetnya, Jumat (21/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Jika buyer dapat menjaga dominasinya dan memicu pergerakan harga ke zona tersebut, para pelaku pasar bakal mencermati potensi breakout lanjutan atau koreksi dari aksi ambil untung.

Meskipun demikian, Geraldo mengingatkan bahwa langkah mengejar harga langsung di area dekat resistance menyimpan risiko yang lumayan tinggi. Dupoin Futures menyarankan para pelaku pasar yang berniat mengambil posisi beli agar mempertimbangkan ruang koreksi terlebih dahulu.

“Area US$ 4.417 per ons troi menjadi level support yang dapat diperhatikan sebagai zona potensial untuk mencari peluang entry yang lebih optimal,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melihat dari aspek fundamental, bayangan prospek emas pada pekan depan juga tergolong positif. Pelemahan mata uang dolar AS menjadi salah satu pendorong utamanya.

Saat dolar AS tertekan, emas umumnya diuntungkan lantaran harganya menjadi lebih menarik bagi investor pemegang mata uang lain. Situasi ini berpotensi menjaga konsistensi aliran dana masuk ke aset emas.

Di samping itu, melonjaknya kekhawatiran atas kondisi fiskal Amerika Serikat makin mendorong pemodal berburu aset yang sifatnya lebih defensif. Ketidakpastian finansial pemerintah AS memicu dorongan diversifikasi portofolio investor.

Kendati begitu, pergerakan harga minyak dapat menjadi faktor penghambat bagi laju penguatan emas. Ekspektasi arah suku bunga The Fed juga memegang peranan sangat vital bagi pergerakan logam mulia ini.

Langkah kebijakan moneter yang longgar biasanya memberi dorongan bagi emas sebab memangkas opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil.

Sebaliknya, jika tingkat inflasi yang tinggi memaksa The Fed menahan suku bunga ketat lebih lama, laju kenaikan harga emas bisa tertahan.

“Pelaku pasar juga perlu memperhatikan dinamika antara safe haven demand dan ekspektasi kebijakan The Fed. Jika kekhawatiran fiskal dan geopolitik semakin meningkat sementara dolar AS tetap berada di bawah tekanan, momentum bullish emas berpotensi semakin kuat,” pungkasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua