Breaking

Saham Treasury BWPT Akan Dialihkan, Peter Sondakh Kendalikan 37,7 persen

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Sabtu, 22 Agustus 2026
Saham Treasury BWPT Akan Dialihkan, Peter Sondakh Kendalikan 37,7 persen
Ilustrasi PT Eagle High Plantations mulai alihkan 402,92 juta saham hasil buyback melalui BEI. (sumber foto: NET)

JAKARTA - PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) akan mengalihkan saham hasil pembelian kembali atau buyback, sebanyak-banyaknya 402,92 juta saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan keterbukaan informasi BWPT pada Kamis (20/8), jumlah saham yang akan dialihkan setara dengan 1,28% dari seluruh saham tercatat.

Langkah ini disebut sebagai pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023, tentang buyback saham yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka.

Berdasarkan peraturan tersebut, saham hasil buyback wajib dialihkan paling lama tiga tahun, setelah periode buyback saham. BWPT sebelumnya telah menyelesaikan buyback saham pada 21 Agustus 2023.

Manajemen BWPT menyampaikan pengalihan saham akan dilakukan melalui transaksi di bursa, tanpa persetujuan rapat pemegang saham. Anggota bursa yang ditunjuk dalam aksi korporasi ini yaitu PT Samuel Sekuritas Indonesia.

Penjualan akan dilakukan mulai 31 Agustus 2026 hingga seluruh saham terjual, dengan harga yang sesuai dengan aturan bursa.

Manajemen BWPT menyatakan akan merilis keterbukaan informasi lebih lanjut, terkait realisasi pengalihan saham hasil buyback.

Menyusul rencana tersebut, harga saham BWPT dibuka melemah 0,89% ke Rp111 per lembar hingga pukul 11.20 WIB. Namun harga saham dalam sebulan terakhir telah naik 42,3% dan dalam tiga bulan naik 16,8%.

Mayoritas saham BWPT saat ini berada di bawah kendali PT Rajawali Capital Internasional, perusahaan milik Peter Sondakh, dengan kepemilikan 37,7%.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua