BIPP Rencanakan Private Placement Maksimal 502,87 Juta Saham
JAKARTA - PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) berencana menerbitkan maksimal 502,87 juta saham baru melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Rabu (19/8), jumlah saham baru tersebut setara maksimal 10% dari saham ditempatkan dan disetor penuh BIPP. Dengan aksi ini, perseroan memperkirakan kepemilikan pemegang saham eksisting terdilusi maksimal 9,09%.
BIPP akan menggunakan dana hasil aksi korporasi untuk pengembangan usaha dan tambahan modal kerja. Perseroan menyatakan penyetoran modal akan dilakukan secara tunai.
PMTHMETD dapat berlangsung sekaligus atau bertahap dalam waktu maksimal dua tahun setelah memperoleh persetujuan pemegang saham. Perseroan akan menentukan waktu pelaksanaan dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan, rencana ekspansi, dan kesiapan investor.
Harga pelaksanaan belum ditetapkan. Namun, perseroan menyebut harga minimal akan mengikuti ketentuan Bursa Efek Indonesia, yakni 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa sebelum pengajuan pencatatan saham tambahan.
Dalam simulasi perseroan, jika PMTHMETD terlaksana dengan harga nominal Rp100 per saham, total aset BIPP berpotensi meningkat 2,74%, sedangkan ekuitas naik 5,27% dibandingkan posisi 30 Juni 2026.
Dana tersebut akan meningkatkan kas dan memperkuat permodalan tanpa menambah utang. Rasio liabilitas terhadap ekuitas diproyeksikan membaik dari 0,92 kali menjadi 0,87 kali.
Dengan asumsi maksimal 502,87 juta saham baru diterbitkan, nilai PMTHMETD mencapai sekitar Rp50,29 miliar berdasarkan nilai nominal saham.
BIPP belum mengungkap calon investor yang akan menyerap saham baru. Perseroan menyebut saham Seri B tersebut akan diterbitkan kepada satu atau beberapa investor yang hingga penerbitan keterbukaan informasi pada 19 Agustus 2026 masih belum ditentukan.
Saat ini, Safire Capital Pte. Ltd. menjadi pemegang saham terbesar BIPP dengan kepemilikan 61,62%, disusul PT Victoria Investama Tbk sebesar 11,40% dan masyarakat sebesar 26,98%.
Jika seluruh saham baru diterbitkan, porsi Safire Capital turun menjadi 56,02%, Victoria Investama menjadi 10,36%, sementara investor PMTHMETD akan menguasai maksimal 9,09% saham BIPP.
Rencana private placement tersebut akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 25 September 2026. Agenda rapat juga mencakup perubahan anggaran dasar terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor perseroan.