Breaking

BIPP Terbitkan 502,87 Juta Saham Baru via Private Placement

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 21 Agustus 2026
BIPP Terbitkan 502,87 Juta Saham Baru via Private Placement
Ilustrasi Saham baru BIPP memiliki nilai nominal Rp100 per saham dengan potensi dana sekitar Rp50,29 miliar.(sumber foto: NET)

JAKARTA - PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) kembali menjadi perhatian investor. BIPP mengumumkan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Emiten properti ini berencana menerbitkan maksimal 502,87 juta saham baru untuk memperkuat permodalan dan mendukung kebutuhan modal kerja.

Melansir laman BIPP, emiten berencana melakukan private placement dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 502.866.937 saham Seri B. Jumlah tersebut setara maksimal 10% dari saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per saham. Jika seluruh saham diterbitkan pada nilai nominal tersebut, dana yang diperoleh mencapai sekitar Rp50,29 miliar.

Namun, harga pelaksanaan final akan mengikuti ketentuan pasar modal dan perseroan belum menentukan calon investor yang akan menyerap saham baru tersebut.

Rencana private placement tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada 25 September 2026. Pelaksanaan PMTHMETD dapat dilakukan dalam jangka waktu maksimal dua tahun sejak persetujuan RUPSLB.

Dana hasil aksi korporasi, setelah dikurangi biaya terkait, akan digunakan untuk pengembangan usaha dan modal kerja perseroan maupun entitas anak. Dengan tambahan modal tersebut, BIPP berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan likuiditas sekaligus mendukung kegiatan usaha.

Saat ini harga saham BIPP telah naik dalam sepekan terakhir. Pergerakan emiten ini naik 17,46% atau +11,00 poin ke Rp74/saham (per sesi 1 Jumat, 21 Agustus 2026).

PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor properti dan real estat. Perusahaan didirikan pada 1981 dengan nama PT Bandung Indah Plaza dan kemudian berganti nama menjadi PT Bhuwanatala Indah Permai pada 1990.

BIPP tercatat di Bursa Efek Indonesia dan menjalankan kegiatan pengembangan serta pengelolaan properti komersial. Berdasarkan informasi perusahaan, ruang lingkup usahanya mencakup pembangunan dan pengelolaan apartemen, perkantoran, pertokoan, perumahan, perdagangan, serta jasa.

Saat ini, BIPP juga mengembangkan bisnis melalui sejumlah entitas anak dan aset properti di berbagai segmen. Situs resmi perusahaan mencantumkan sejumlah lini dan properti seperti Graha BIP, The Victoria, Cross Paasha Seminyak Bali, Cross Vibe Paasha Atelier, Paasha Resort Nusa Dua, Hotel Studio One, Apartemen Sinabung, Mall Star Square Manado, dan Citra Maja Raya 2.

Secara umum, bisnis BIPP dapat dikelompokkan ke dalam beberapa lini utama, yaitu:

  • Perkantoran: BIPP memiliki bisnis penyewaan ruang perkantoran, antara lain melalui Graha BIP dan The Victoria. Pendapatan dari penyewaan properti menjadi salah satu sumber recurring income perusahaan.
  • Hotel dan Pariwisata: Perseroan juga memiliki eksposur pada sektor perhotelan dan pariwisata. Beberapa properti yang tercantum dalam portofolio perusahaan berada di Bali, termasuk Cross Paasha Seminyak Bali dan Paasha Resort Nusa Dua.
  • Apartemen: BIPP juga menjalankan bisnis terkait apartemen, termasuk Apartemen Sinabung. Segmen ini melengkapi portofolio perseroan di sektor properti residensial.
  • Pusat Perbelanjaan dan Properti Lain: Perseroan turut memiliki eksposur terhadap pusat perbelanjaan melalui Mall Star Square Manado, selain pengembangan properti seperti Citra Maja Raya 2.

Dengan portofolio tersebut, BIPP tidak hanya mengandalkan penjualan properti, tetapi juga memiliki bisnis pengelolaan dan penyewaan aset.

Susunan Manajemen BIPP:

Direksi:

  • Arianto Sjarief, Presiden Direktur (Terafiliasi: Ya)
  • Michelle Elisa Rusli, Direktur (Terafiliasi: Ya)
  • Ivan Jonathan, Direktur (Terafiliasi: Ya)

Dewan Komisaris:

  • Piter Korompis, Presiden Komisaris (Independen: Ya)
  • Louise Li, Komisaris (Independen: Tidak)
  • Eddy Widjaja, Komisaris (Independen: Tidak)

Mengutip data BEI, PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) membukukan rugi bersih pada Quarter 1 2026 sebesar Rp16,2 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatat rugi bersih sebesar Rp4,6 miliar. Secara tahunan, kerugian BIPP membengkak hingga 252,2%.

Kondisi tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan yang tercatat sebesar Rp36,6 miliar, turun 42,2% dibandingkan Rp63,3 miliar pada Quarter 1 2025.

Laba kotor juga turun 52,7% menjadi Rp12,2 miliar dari sebelumnya Rp25,8 miliar, sementara EBITDA merosot 96,4% menjadi Rp0,5 miliar dari Rp14,4 miliar.

Dengan demikian, rugi bersih per saham BIPP setara dengan Rp3,21 per lembar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua