Breaking

Harga Gandum Berpotensi Melonjak akibat Gangguan Pasokan Global

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 21 Agustus 2026
Harga Gandum Berpotensi Melonjak akibat Gangguan Pasokan Global
Ilustrasi Gandum (FOTO : NET)

JAKARTA – Gangguan ekspor gandum dari Rusia dan Ukraina mulai memicu dampak pada ketersediaan pasokan gandum di tingkat global. Kondisi ini terjadi setelah beberapa fasilitas pelabuhan di kedua negara tersebut mengalami kerusakan akibat konflik yang berlangsung.

Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies menyampaikan bahwa pasokan gandum asal Rusia dan Ukraina saat ini sudah tidak dapat diakses. “Gandum dari Ukraina dan Rusia sudah tidak ada lagi karena pelabuhannya hancur. Tidak ada kapal yang mau ke daerah tersebut karena beberapa kapal juga sudah ditembak,” kata Ratna kepada KONTAN, Jumat (21/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Ratna, para pelaku industri sebenarnya dapat memindahkan sumber pasokan ke negara produsen pengganti. Meski demikian, total produksi gandum dunia juga sedang menghadapi tekanan akibat faktor cuaca yang tergolong ekstrem.

“Pengalihan pasokan secara normatif bisa dilakukan. Tetapi produksi gandum Amerika juga turun akibat gagal panen karena iklim ekstrem,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, tersendatnya arus distribusi berpotensi mempertahankan harga gandum dunia pada tingkatan yang cukup tinggi. Ratna memproyeksikan harga gandum dapat kembali menyentuh kisaran US$ 300-US$ 400 per ton, menyerupai tren pada periode 2022-2023.

Bagi sektor industri tepung terigu di Indonesia, dinamika ini berisiko memperbesar tekanan pada pembiayaan bahan baku. Oleh sebab itu, para pelaku industri diimbau untuk mengantisipasi lonjakan harga sekaligus memastikan ketersediaan stok di tengah menurunnya kapasitas produksi beberapa negara pemasok.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua