Breaking

Emas Spot Gagal Tembus Resistance, Risiko Koreksi Menguat

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 03 Agustus 2026
Emas Spot Gagal Tembus Resistance, Risiko Koreksi Menguat
Ilustrasi Tekanan jual terus membayangi harga emas setelah melemah 0,42 persen dalam sepekan terakhir. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Harga emas di pasar spot masih dalam tekanan setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di area resistance penting.

Data Trading Economics Senin (3/8/2026) pukul 16.00 WIB mencatat harga emas spot di kisaran US dolar 4.059 per ons troi, melemah 0,42 persen sepekan dan 2,51 persen sebulan terakhir.

Analisis Dupoin Futures menilai peluang pelemahan lebih dominan karena struktur teknikal belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat. “Level tersebut dipandang sebagai zona penting yang akan menentukan apakah pelemahan masih bersifat terbatas atau berkembang menjadi koreksi yang lebih dalam. Selama harga emas masih bergerak di bawah resistance US dolar 4.104, skenario pelemahan menuju US dolar 4.010 dinilai tetap menjadi proyeksi utama,” ujar Geraldo sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Area US dolar 4.010 disebut berpotensi memicu technical rebound jika muncul respons beli yang kuat. Namun rebound tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui perubahan struktur harga dan peningkatan volume transaksi. Tanpa breakout di atas resistance utama, kenaikan hanya dianggap koreksi sementara dalam tren bearish.

Dari sisi fundamental, arah harga emas masih dipengaruhi pergerakan dolar AS dan imbal hasil US Treasury. Selama dolar AS kuat dan yield obligasi bertahan tinggi, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil berkurang. Investor cenderung memilih instrumen dengan return lebih tinggi ketika ekspektasi suku bunga tetap ketat.

Selain itu, pasar menunggu rilis data ekonomi AS seperti inflasi, tenaga kerja, dan pernyataan pejabat The Fed. Jika ekonomi AS solid, peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama akan memperkuat dolar AS dan menekan emas. Sebaliknya, data lebih lemah bisa memicu ekspektasi pelonggaran moneter dan menjadi sentimen positif bagi emas.

Faktor geopolitik juga tetap penting. Ketidakpastian global sewaktu-waktu dapat mendorong investor kembali ke aset aman seperti emas, membatasi tekanan jual dari penguatan dolar maupun kenaikan yield.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua