Harga Pangan Toboali Stabil, Hanya Cabai Kecil Ori Naik Rp65.000
TOBOALI – Harga sebagian besar kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, terpantau stabil pada Kamis (30/7). Di tengah kondisi tersebut, cabai kecil ori menjadi satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan harga dibandingkan komoditas pangan lainnya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Mukti Agusman mengatakan, hasil pemantauan harga menunjukkan sebagian besar komoditas sudah berada pada kondisi stabil. Kondisi tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah yang turun langsung menemui pedagang untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga stabilitas harga.
Langkah itu dilakukan setelah beberapa komoditas sempat mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. "Untuk hari ini harga-harganya agak stabil semenjak kami sosialisasikan. Kami datangi penjual-penjual," kata Mukti Agusman sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurutnya di antara berbagai komoditas, cabai kecil ori menjadi satu-satunya yang mengalami kenaikan harga pada hari ini. Harga cabai kecil ori naik dari Rp60.000 menjadi Rp65.000 per kilogram, sedangkan cabai besar dan cabai keriting masih bertahan di angka Rp55.000 per kilogram.
Berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan cabai kecil ori baru terjadi dalam beberapa hari terakhir. Mukti Agusman menjelaskan, kenaikan harga cabai kecil ori dipengaruhi berkurangnya pasokan yang masuk dari Kota Pangkalpinang.
Kondisi tersebut menyebabkan pasokan di tingkat pedagang sedikit menurun sehingga harga ikut menyesuaikan. Meski demikian, ia menilai kenaikan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak mengganggu ketersediaan barang di pasar.
"Faktor kenaikan karena cabai itu didatangkan dari Pangkalpinang, stoknya agak berkurang," ujar Mukti Agusman sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia memperkirakan harga cabai akan kembali normal dalam dua hingga tiga hari ke depan seiring membaiknya pasokan dari daerah pemasok. Kenaikan harga cabai baru berlangsung sekitar lima hari terakhir sehingga belum mengarah pada gejolak harga yang berkepanjangan.
Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan agar distribusi komoditas tetap lancar. Sementara itu, harga ayam broiler yang sebelumnya sempat melonjak hingga Rp40.000 per kilogram kini telah kembali turun menjadi Rp35.000 per kilogram.
Kenaikan harga sebelumnya dipicu meningkatnya permintaan setelah tahun ajaran baru dimulai dan program makan bergizi gratis (MBG) kembali berjalan, ditambah pasokan ayam dari Lampung yang sempat berkurang. Dengan kondisi pasokan yang mulai membaik, harga ayam kembali berada pada kisaran normal.
"Alhamdulillah sekarang ini sudah mulai stabil lagi dengan harga seperti kemarin Rp35.000 per kilogram untuk ayam bulat," jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Komoditas lainnya seperti daging sapi Rp150.000 per kilogram, telur ayam Rp1.800 per butir, kacang panjang Rp18.000 per kilogram, tomat Rp20.000 per kilogram, serta kentang Rp17.000 per kilogram juga tidak mengalami perubahan harga yang signifikan. Pemerintah memastikan stok kebutuhan pokok di Bangka Selatan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Sampai hari ini stok masih aman stok," pungkas Mukti Agusman sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasaran masih dalam kondisi aman. Kepastian itu disampaikan di tengah fluktuasi harga yang sempat terjadi pada sejumlah komoditas, terutama ayam broiler dan cabai.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Mukti Agusman mengakui, pemerintah terus memantau perkembangan harga dan pasokan di pasar tradisional. Selain melakukan pemantauan, pihaknya juga mendatangi para pedagang untuk berdialog terkait kondisi distribusi dan harga komoditas.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen. "Untuk per hari ini stok masih aman hingga dua bulan ke depan," kata Mukti Agusman, Kamis (30/7) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Mukti Agusman menjelaskan, sebagian besar komoditas kebutuhan pokok kini berada pada harga yang relatif stabil. Menurutnya, kondisi tersebut mulai terlihat setelah pemerintah melakukan sosialisasi dan berkomunikasi langsung dengan para pedagang di pasar.
Upaya itu diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga di tingkat pedagang. Mukti Agusman memastikan, pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi bersama TPID, distributor, petani, peternak, hingga pelaku usaha guna menjaga stabilitas pangan di Bangka Selatan.
Pemantauan harga dan pasokan kebutuhan pokok disebut akan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi potensi gejolak pasar. Selain menjaga ketersediaan barang, pemerintah juga berupaya memastikan distribusi pangan tetap lancar hingga ke seluruh wilayah kecamatan.
"Kami terus menjaga ketersediaan pangan di Bangka Selatan," pungkas Mukti Agusman sebagaimana dilansir dari berita sumber.