Breaking

Fed Tahan Suku Bunga, Dolar AS Stabil di Pasar Eropa

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 30 Juli 2026
Fed Tahan Suku Bunga, Dolar AS Stabil di Pasar Eropa
Ilustrasi Nilai tukar GBP/USD konsolidasi di bawah 1,3350 menjelang keputusan suku bunga BoE. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Dolar AS stabil pada Kamis pagi, 30 Juli 2026, setelah volatilitas pasca keputusan Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5–3,75 persen. Investor menanti data inflasi Jerman, PDB Jerman, Zona Euro, dan Amerika Serikat, serta keputusan kebijakan Bank of England (BoE).

Indeks USD bertahan di sekitar 101,00, naik 0,2 persen setelah sempat melemah lebih dari 0,5 persen pada Rabu. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan komitmen menurunkan inflasi.

“Satu-satunya target adalah 2% dan kami akan mewujudkan target 2%,” kata Warsh, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Ia menambahkan inflasi “tidak dapat disembuhkan dalam sembilan minggu” dan Komite “tidak akan ragu untuk bertindak”.

Nada hawkish Warsh membuat Indeks Sentimen Fed FXS melonjak 18,94 poin ke 147,58, menegaskan kebijakan moneter ketat akan bertahan lebih lama.

Di Inggris, BoE diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di 3,75 persen. GBP/USD konsolidasi di bawah 1,3350. Rabobank menilai risiko volatilitas Pound meningkat.

Jane Foley dari Rabobank memperingatkan:
“Hal ini kemungkinan besar akan menjadi sumber volatilitas dalam beberapa bulan mendatang,” ucapnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Ia menambahkan ada risiko EUR/GBP menuju 0,87 dalam tiga bulan ke depan.

USD/JPY naik tipis di atas 163,50. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan:
“Para pejabat tidak mengusulkan batas atas untuk permintaan anggaran tahun depan,” kata Katayama, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Harga minyak mentah WTI naik 1 persen ke atas US Dolar 84 per barel setelah menguat hampir 7 persen sehari sebelumnya. Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi dengan serangan AS ke Iran selatan.

Emas (XAU/USD) sempat naik di atas US Dolar 4.100, lalu ditutup di sekitar US Dolar 4.070.

Analis Commerzbank menilai:
“Imbal hasil tenor lebih panjang meningkat tajam ketika investor menilai respons The Fed belum memadai untuk menahan inflasi yang persisten,” kata Commerzbank, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua