Breaking

Houthi Pertimbangkan Pungutan Kapal di Bab el-Mandeb Laut Merah

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 30 Juli 2026
Houthi Pertimbangkan Pungutan Kapal di Bab el-Mandeb Laut Merah
Ilustrasi Kelompok Houthi mempertimbangkan pungutan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Bab el-Mandeb. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Kelompok Houthi di Yaman tengah mempertimbangkan pengenaan biaya bagi kapal komersial yang melintasi Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah. Rencana ini muncul sepekan setelah mereka mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri pemerintahan Yaman yang diakui internasional, Afrah al-Zouba, menyatakan:
“Houthi akan berupaya menguasai akses di Laut Merah dan mereka akan mencoba memungut biaya dari kapal-kapal yang melintas jika mereka berhasil melakukannya,” kata Afrah al-Zouba, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sumber regional mengungkapkan bahwa Houthi sedang menyusun mekanisme pungutan bagi kapal yang melintasi Bab el-Mandeb. Meski belum ada kepastian waktu penerapan, rencana ini disebut dibahas bersama pejabat Iran saat pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Dua pejabat regional menuturkan tujuan kebijakan itu adalah menormalkan praktik pungutan di jalur pelayaran internasional sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat. Reuters melaporkan kapal-kapal milik China akan dibebaskan dari pungutan setelah komunikasi langsung dengan Houthi.

Seorang pejabat Arab menambahkan:
“Iran akan membantu Houthi membentuk otoritas yang nantinya mengatur penarikan biaya kapal,” ucapnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Namun, dua diplomat Barat menilai langkah tersebut hampir pasti akan ditolak negara Teluk maupun Eropa, meski kemampuan angkatan laut internasional dalam mengamankan jalur pelayaran terbatas.

Jika Bab el-Mandeb terganggu, Arab Saudi akan kehilangan jalur alternatif penting selain Selat Hormuz untuk menyalurkan minyak ke pasar global. Kondisi ini berpotensi memperketat pasokan energi dunia dan mendorong kenaikan harga minyak.

Dalam sepekan terakhir, satu kapal tanker Arab Saudi dilaporkan diserang di dekat pelabuhan Jizan. Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Panel Ahli PBB pada 2024 juga menyebut Houthi diduga pernah menarik biaya dari agen pelayaran sebagai imbalan jaminan keamanan, meski belum terverifikasi independen.

Nilai pungutan diperkirakan mencapai US Dolar 180 juta atau sekitar Rp3,24 triliun per bulan (kurs Rp18.000 per US Dolar). Jalur Bab el-Mandeb sendiri mempercepat pelayaran menuju Asia hanya 16 hari, dibandingkan 50 hari jika kapal harus memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua