Permintaan Emas Asia Melemah Diskon di India Tembus 56 Dolar AS
JAKARTA – Tren permintaan pasar emas di wilayah Asia terus menunjukkan penurunan. Penjualan yang lesu usai lonjakan harga pada awal pekan membuat diskon harga emas di India kian diperbesar selama tujuh pekan berturut-turut.
Di sisi lain, China yang merupakan negara konsumen emas terbesar di dunia justru mencatatkan lonjakan minat beli.
Harga emas domestik di India berada pada kisaran 141.800 rupee per 10 gram pada hari Jumat, setelah sebelumnya sempat menyentuh angka 146.000 rupee.
"Kunjungan ke toko perhiasan tetap minim. Pembeli ritel menunggu koreksi harga yang signifikan sebelum melakukan pembelian," kata seorang pedagang emas perhiasan yang berbasis di Chennai, India sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pada minggu ini, para pedagang emas di India memberikan penawaran diskon hingga US$ 56 per ons di atas harga resmi domestik, mencakup bea impor 15% serta bea penjualan 3%, meningkat dibandingkan diskon US$ 45 pada pekan sebelumnya.
"Sentimen pasar tetap lesu, dan para pedagang perhiasan tidak mengharapkan permintaan pulih dalam waktu dekat," kata seorang pedagang emas batangan yang berbasis di Mumbai dari sebuah bank swasta sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sementara itu di China, harga emas domestik diperjualbelikan dengan premi US$ 3 sampai US$ 6 per ons di atas harga patokan spot global, setelah pekan sebelumnya ditransaksikan setara hingga premi US$ 7.
"Premi minggu ini sedikit lebih kuat, karena pasar melihat peningkatan permintaan fisik dan minat beli, dengan harga emas di US$ 4.000 bertindak sebagai level support yang baik," kata Peter Fung, kepala perdagangan di Wing Fung Precious Metals sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Adapun harga emas spot pada Senin (27/7/2026) tercatat menguat 1,4% ke level US$ 4.110,56 per troy ounce pada pukul 02.00 waktu Inggris. Pada saat yang sama, kontrak berjangka emas AS turut meningkat 1% menuju US$ 4.112,10 per troy ounce.