Breaking

Saham TLKM, ISAT, EXCL Berpeluang Rebound Usai Lelang Spektrum

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 24 Juli 2026
Saham TLKM, ISAT, EXCL Berpeluang Rebound Usai Lelang Spektrum
Ilustrasi Saham TLKM berpotensi rebound setelah akuisisi pita spektrum 80 MHz untuk percepatan layanan 5G. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Emiten telekomunikasi papan atas berhasil mengamankan spektrum frekuensi radio 2,6 GHz dan 700 MHz setelah keluar sebagai pemenang lelang Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) diproyeksikan siap mengorbit.

Saham TLKM yang sempat undervalued berpeluang rebound ke Rp3.900, naik 47,17 persen dari harga Rp2.650 pada penutupan Kamis (23/7/2026). Retail Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia, Andrian A. Saputra, merekomendasikan akumulasi saham TLKM. Keberhasilan Telkomsel mengamankan pita 80 MHz dari spektrum 2,6 GHz senilai Rp545,8 miliar akan mendukung percepatan layanan 5G.

Total biaya lelang industri mencapai Rp3,36 triliun, lebih rendah dari estimasi Rp5,5 triliun. Hal ini membuat beban tambahan biaya spektrum lebih ringan. Andrian menilai hasil lelang menjadi sentimen positif bagi TLKM karena memperkuat kualitas jaringan dan ekspansi layanan 5G dengan biaya lebih rendah.

Selain TLKM, ISAT dan EXCL juga mengamankan spektrum 2,6 GHz masing-masing 60 MHz senilai Rp372 miliar dan 50 MHz senilai Rp231,6 miliar. Pada lelang 700 MHz, EXCL mendapat blok terbesar 30 MHz senilai Rp1,06 triliun, sementara Telkomsel dan ISAT masing-masing memperoleh 20 MHz dengan nilai Rp642,5 miliar dan Rp507,48 miliar.

Spektrum 2,6 GHz berperan menambah kapasitas di wilayah dengan trafik data tinggi, sedangkan 700 MHz memperluas cakupan layanan ke pedesaan dan kawasan terpencil.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan, menyematkan rating overweight untuk ISAT dan EXCL, sementara TLKM tetap netral. ISAT dipatok target harga Rp3.700 dengan upside 91,21 persen dari Rp1.935, sedangkan EXCL ditarget Rp3.750 dengan upside 47,64 persen dari Rp2.540.

BRIDS menilai biaya besar pasca merger XL dan Smartfren sudah berlalu, dengan sinergi mulai terealisasi lebih cepat pada FY27F. Prospek TLKM dinilai relatif lebih lemah dengan ketidakpastian penyelesaian transaksi Infranexia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua