Breaking

Bursa Asia Naik Rabu, Saham Semikonduktor Pimpin Penguatan

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 22 Juli 2026
Bursa Asia Naik Rabu, Saham Semikonduktor Pimpin Penguatan
Ilustrasi Indeks saham Asia-Pasifik menguat 1,2 persen, dipimpin oleh lonjakan saham semikonduktor.(sumber foto: NET)

JAKARTA - Bursa saham Asia dibuka menguat pada Rabu (22/7/2026), mengikuti rebound Wall Street sehari sebelumnya. Investor mengabaikan kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah dan kembali memburu saham teknologi, terutama semikonduktor.

Indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang naik 1,2 persen. Kospi Korea Selatan memimpin dengan lonjakan lebih dari 6 persen, sementara Nikkei 225 Jepang naik 1,9 persen. Di sisi lain, kontrak berjangka S&P 500 turun tipis 0,1 persen.

Harga minyak mentah Brent naik 0,6 persen ke 91,55 dolar per barel setelah dua kapal tanker Arab Saudi berbalik arah di Laut Merah akibat ancaman kelompok Houthi.

“Pasar saham mengabaikan risiko geopolitik dan lebih berfokus pada kinerja sektor teknologi. Setelah mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir, saham-saham semikonduktor berhasil bangkit,” tulis analis Westpac dalam laporan risetnya.

Di Wall Street, S&P 500 ditutup naik 0,9 persen pada Selasa, mengakhiri tren penurunan tiga hari. Penguatan didorong rebound saham semikonduktor setelah ekspor chip Korea Selatan hampir tiga kali lipat di awal Juli, sementara pesanan ekspor Taiwan Juni melampaui ekspektasi.

Fokus investor kini beralih ke laporan keuangan emiten teknologi. Alphabet menjadi sorotan terkait peluncuran model AI yang tertunda, sementara Tesla diperkirakan mencatat arus kas negatif kuartalan pertama dalam dua tahun akibat belanja besar untuk AI dan robotika.

Sektor farmasi juga mencuri perhatian setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor obat generik. Trump menyatakan seluruh obat generik yang masuk ke AS akan dikenakan tarif 0 persen selama dua tahun mulai 1 Agustus, lalu naik menjadi 100 persen selama satu tahun, dan 200 persen setelahnya.

Di pasar valuta asing, indeks dolar AS bertahan di 101,20, level tertinggi sepekan. Terhadap yen Jepang, dolar melemah tipis 0,1 persen ke 163,06 yen setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam hampir 40 tahun.

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik tipis 0,2 basis poin ke 4,628 persen. Harga emas spot menguat 0,5 persen ke 4.097,67 US dolar per ons troi. Di pasar aset digital, bitcoin naik 0,3 persen ke 66.611,73 US dolar, sedangkan ether menguat 0,7 persen ke 1.936,18 US dolar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua