Breaking

Proyek VASA Ubud Menelan Investasi Rp 1 Triliun di Lahan 7,39 Hektar, Saham RISE Diserbu Investor

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 20 Juli 2026
Proyek VASA Ubud Menelan Investasi Rp 1 Triliun di Lahan 7,39 Hektar, Saham RISE Diserbu Investor
Ilustrasi Saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) melonjak hampir 24 persen pada sesi I perdagangan Senin (20/7/2026). (sumber foto: NET)

JAKARTA — Saham emiten konglomerat Hermanto Tanoko, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) tiba-tiba diserbu pada sesi I perdagangan Senin (20/7/2026).

Di sekitar pukul 09.57 WIB, harga saham Tanrise (RISE) melejit 23,96 persen ke Rp 1.190. Sudah sebanyak 3,47 juta saham RISE diperdagangkan, frekuensi 2.207 kali, dan nilai transaksi Rp 4,05 miliar.

Bandingkan volumenya dengan perdagangan Jumat (17/7/2026), yang hanya 705,1 ribu saham RISE diperdagangkan, frekuensi 521 kali, dan nilai transaksi Rp 680,12 juta. Saat itu, harga saham RISE ditutup stagnan pada Rp 960.

Ekspansi VASA ke Bali

Sebelumnya, VASA secara resmi melebarkan sayap prestisiusnya ke Pulau Dewata.

Aksi korporasi strategis ini menandai langkah ekspansi masif dari PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau Tanrise selaku perusahaan induk. RISE merupakan emiten konglomerat Hermanto Tanoko.

Mengusung visi besar membawa produk kebanggaan Indonesia ke panggung dunia, manajemen RISE melaksanakan prosesi groundbreaking pada Jumat (17/7/2026) untuk mahakarya terbarunya: VASA, UBUD.

Berdiri di atas lahan suci seluas 70.391 meter persegi (7,39 hektare) yang berbatasan langsung dengan tebing eksotis Sungai Ayung, Ubud, proyek berskala global ini menelan total investasi sebesar Rp 1 triliun.

"Kehadiran VASA, UBUD tidak hanya menjadi bukti nyata dari kapabilitas solid RISE di industri hospitality dalam negeri untuk bersaing di level tertinggi, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan wellness tourism kelas dunia di Bali," papar manajemen RISE dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (18/7/2026).

Prosesi peletakan batu pertama ini dihadiri oleh jajaran direksi VASA dan manajemen RISE, bersama konsorsium profesional papan atas yang bersinergi dalam pembangunan, di antaranya PT China Construction Yangtze River Indonesia sebagai kontraktor utama, Duta Cermat Mandiri (Architect & Landscape Consultant), Hadiprana (Interior & Lighting Consultant), Benjamin Gideon & Associates (Structural Engineer), Makesthi Enggal Engineering (MEP Consultant), serta Rekagriya (Quantity Surveyor).

Sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap kearifan lokal, rangkaian acara diawali dengan prosesi adat bersama tokoh masyarakat setempat pada pagi harinya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua