Breaking

Sesi Pertama Senin, IHSG Terkoreksi 0,18 Persen ke Level 5.864

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 06 Juli 2026
Sesi Pertama Senin, IHSG Terkoreksi 0,18 Persen ke Level 5.864
Ilustrasi: IHSG melemah 0,18% ke level 5.864 pada sesi pertama perdagangan Senin (6/7). (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah dan memasuki zona merah pada perdagangan sesi I, Senin (6/7/2026), akibat koreksi di mayoritas sektor dan sentimen negatif dari bursa Asia. Mengacu data RTI pada pukul 11.30 WIB, IHSG tergelincir 0,18% atau 10,81 poin ke level 5.864,97.

Tercatat 295 saham mengalami pelemahan, 285 saham menguat, dan 198 saham bergerak stagnan. Adapun total volume perdagangan mencapai 10,7 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,76 triliun.

Pelemahan IHSG didorong oleh penurunan sembilan dari sebelas indeks sektoral. Tiga sektor yang mencatat koreksi terdalam yakni IDX Infrastructure turun 0,59%, IDX Transportation & Logistics melemah 0,51%, dan IDX Basic Materials terkoreksi 0,43%.

Di jajaran saham berkapitalisasi besar, PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi top losers setelah turun 4,53% ke Rp 1.895. Selain itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 3,85% ke Rp 500 dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terkoreksi 2,08% ke Rp 1.415.

Di sisi lain, saham yang menopang IHSG meliputi PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang naik 1,20% ke Rp 1.270, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 0,87% ke Rp 2.330, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bertambah 0,83% ke Rp 6.100.

Sentimen eksternal juga cenderung kurang mendukung karena bursa saham Asia bergerak melemah pada Senin (6/7) di tengah sikap hati-hati investor menjelang dimulainya musim laporan keuangan emiten global. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2%, sementara indeks Nikkei Jepang merosot 1,4%.

Indeks saham unggulan China bergerak relatif datar, sedangkan indeks saham Korea Selatan terkoreksi 1,2% meski masih mencatat kenaikan sekitar 90% sepanjang tahun ini berkat reli saham-saham semikonduktor yang didorong tingginya permintaan AI.

Di pasar komoditas, harga minyak dunia juga melemah. Minyak Brent turun 0,5% menjadi US$ 71,79 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 0,3% ke US$ 68,47 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi setelah kelompok OPEC+ menyepakati kenaikan target produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Agustus, melanjutkan peningkatan produksi yang telah dilakukan pada Juni dan Juli. Kondisi ini dinilai dapat membantu meredakan tekanan inflasi global, namun sekaligus membebani saham-saham sektor energi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua