Breaking

Sentimen Global Membaik, IHSG Berpotensi Menguat ke Level 6.000

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Minggu, 05 Juli 2026
Sentimen Global Membaik, IHSG Berpotensi Menguat ke Level 6.000
Ilustrasi: IHSG berpotensi menguat ke level 6.000 didukung sentimen global yang membaik. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan pekan depan dengan target menguji area psikologis 5.900 hingga 6.000. Proyeksi tersebut didukung oleh perbaikan sentimen global serta konfirmasi penguatan melalui indikator teknikal.

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai peluang kenaikan IHSG masih terbuka lebar seiring dengan membaiknya kondisi di pasar global. "Dengan kombinasi sentimen global yang membaik dan konfirmasi dari indikator teknikal, IHSG diperkirakan berpeluang menguji kisaran 5.900 hingga 6.000 pada perdagangan pekan depan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pada perdagangan Jumat (3/7/2026), IHSG ditutup menguat 2,28 persen ke level 5.875,78, seirama dengan mayoritas bursa saham Asia. Sentimen positif utama berasal dari Amerika Serikat setelah data nonfarm payrolls (NFP) menunjukkan perlambatan di pasar tenaga kerja yang memperkuat ekspektasi kebijakan akomodatif Federal Reserve.

Di sisi lain, penurunan harga minyak mentah dan kenaikan harga emas turut memberikan dukungan pada sentimen pasar di akhir pekan. Namun, investor tetap diminta memperhatikan berbagai data ekonomi global serta arah kebijakan bank sentral dunia yang berpotensi memicu volatilitas jangka pendek.

Sebagai catatan, kinerja pasar saham domestik sepanjang periode 29 Juni-3 Juli 2026 justru menunjukkan pelemahan. IHSG terkoreksi 0,35 persen menjadi 5.875,780 dari posisi 5.896,134 pada penutupan pekan sebelumnya.

Pelemahan indeks ini diikuti dengan penurunan kapitalisasi pasar sebesar 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun. Aktivitas perdagangan di Bursa juga mengalami perlambatan yang cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.

Rata-rata nilai transaksi harian mencatatkan penurunan tajam sebesar 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 30,35 persen menjadi 17,54 miliar lembar saham.

Rata-rata frekuensi transaksi harian turut menyusut 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi. Meski demikian, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp6,08 miliar pada perdagangan terakhir pekan ini, walaupun secara akumulatif sejak awal tahun masih mencatat jual bersih (net sell) sebesar Rp74,42 triliun.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua