Breaking

Rupiah Hari Ini Sukses Melesat ke Level Rp 17.952 per Dolar AS

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 03 Juli 2026
Rupiah Hari Ini Sukses Melesat ke Level Rp 17.952 per Dolar AS
Petugas menghitung dolar Amerika Serikat dan rupiah. (Foto: Kontan)

JAKARTA - Tren pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah (IDR) berhasil membukukan penguatan atas dolar Amerika Serikat (USD) ketika sesi perdagangan hari Jumat (3/7/2026) resmi dimulai.

Mengutip data Bloomberg pukul 9.05 WIB pada pasar spot exchange, nilai mata uang rupiah pagi ini bergerak menguat sebanyak 43 poin (0,24%) ke posisi Rp 17.952 per dolar AS.

Sebaliknya, laju indeks dolar AS justru terlihat mengalami pelemahan sebesar 0,02 poin (0,02%) menuju posisi 101.838.

Dalam sesi perdagangan terdahulu, nilai mata uang rupiah pada hari Kamis (2/7/2026) disudahi dengan pelemahan sebanyak 43 poin ke posisi Rp 17.995 per dolar AS.

Menyadur laporan CNBC International, Jumat (3/7/2026) nilai mata uang dolar AS jatuh cukup dalam pada hari Kamis seusai data ketenagakerjaan AS periode Juni menunjukkan pembukaan lapangan kerja baru yang jumlahnya berada jauh di bawah perkiraan.

Para penyedia kerja di AS dikabarkan cuma bisa membukukan penambahan 57.000 lapangan kerja, sebuah angka yang berada di bawah prediksi para ekonom yang memperkirakan bakal ada penambahan sampai 110.000 lapangan kerja.

Sedangkan untuk tingkat pengangguran di AS tercatat mengalami penurunan ke level 4,2%, dari letak sebelumnya yang berada di angka 4,3%.

Di sudut lain, laju mata uang yen Jepang melesat tinggi hingga 1% atas dolar AS ke posisi 160,96, yang menjadi level tertingginya sejak tanggal 18 Juni 2026.

Mata uang dolar AS tertekan sewaktu pasar bergerak dinamis dalam mengalkulasi kembali estimasi haluan kebijakan moneter bank sentral Federal Reserve.

Para pelaku pasar kontrak berjangka dana The Fed saat ini memperkirakan peluang peningkatan suku bunga berada di angka 53% untuk bulan September, merosot dari prediksi sebelumnya sebesar 67% sebelum data ketenagakerjaan itu dirilis.

Dolar AS sendiri tadinya memperoleh angin segar dari tingginya ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebagai tindakan susulan untuk menekan laju inflasi menuju sasaran tahunan di level 2%.

Masuknya aliran modal yang deras terkait dengan perkembangan industri Kecerdasan Buatan juga ikut menyokong kekuatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut belakangan ini.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua