Breaking

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Turun Dipicu Aksi Jual Saham Teknologi

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 24 Juni 2026
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Turun Dipicu Aksi Jual Saham Teknologi
Ilustrasi: Indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan akibat aksi jual saham teknologi pada perdagangan Selasa (23/6). (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks pasar saham Wall Street di Amerika Serikat ditutup turun pada perdagangan Selasa (23/6) seiring aksi jual saham teknologi yang telah dimulai pada sesi sebelumnya. Tekanan tersebut juga menjalar hingga ke pasar Asia, terutama pada saham-saham produsen cip memori yang mengalami penurunan tajam.

Indeks S&P 500 turun 1,44 persen ke level 7.365,46, sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi oleh saham teknologi merosot 2,21 persen ke 25.587,04. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average terkoreksi tipis 45,87 poin atau 0,09 persen menjadi 51.666,84.

Manajer portofolio senior di Morgan Stanley Investment Management, Andrew Slimmon, menilai aksi jual tersebut merupakan koreksi yang wajar. Menurut Slimmon, valuasi saham saat ini tidak mahal, tetapi kepemilikannya sudah terlalu padat karena menjadi favorit para investor yang mengejar momentum.

“Ketika itu terjadi, koreksi tajam seperti sekarang tidak bisa dihindari. Saya justru melihat kondisi ini sebagai sesuatu yang sehat," ujar Slimmon, dikutip dari CNBC, Rabu (24/6), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Indeks utama sempat berkurang setelah sejumlah saham teknologi di luar sektor semikonduktor, seperti Microsoft dan Amazon, naik. Saham-saham defensif seperti Walmart, Procter & Gamble, dan Johnson & Johnson juga mencatat kenaikan.

Selain itu, saham IBM melonjak 5 persen setelah JPMorgan menaikkan rekomendasinya menjadi overweight. Saham Sherwin-Williams dan Merck juga ditutup di zona hijau.

Pada perdagangan Senin, Nasdaq telah kehilangan sekitar 1,3 persen akibat pelemahan saham Alphabet. Gelombang aksi jual kemudian meluas ke pasar global, dengan indeks Kospi Korea Selatan memimpin penurunan di kawasan Asia.

Saham SK Hynix, produsen cip memori yang menjadi salah satu motor reli kecerdasan buatan di Korea Selatan, anjlok lebih dari 12 persen. Indeks acuan Korea Selatan, yang masih mencatat kenaikan sekitar 95 persen sepanjang tahun ini, turun hampir 10 persen.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 3,55 persen sekaligus mengakhiri reli delapan hari berturut-turut. Di Amerika Serikat, saham Micron Technology ikut tertekan dan anjlok 13 persen.

Saham Sandisk juga turun 13 persen, sedangkan produsen komponen penyimpanan data Seagate Technology melemah lebih dari 5 persen. Saham Intel terkoreksi 6 persen, sementara Advanced Micro Devices (AMD) dan Qualcomm masing-masing turun hampir 6 persen dan 8 persen.

Exchange-traded fund sektor teknologi State Street Technology Select Sector SPDR (XLK) turun 4 persen, sedangkan VanEck Semiconductor ETF (SMH) merosot 7 persen. Di sisi lain, saham SpaceX naik sekitar 1 persen.

Saham Alphabet melanjutkan tren pelemahannya dengan turun 1 persen setelah sehari sebelumnya anjlok 5 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh kekhawatiran investor atas hengkangnya sejumlah talenta kecerdasan buatan penting dari perusahaan tersebut.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua