Breaking

Harga Sembako Jawa Timur Rabu, 24 Juni 2026: Beras Premium Melonjak

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 24 Juni 2026
Harga Sembako Jawa Timur Rabu, 24 Juni 2026: Beras Premium Melonjak
Pedagang beras istirahat saat berjualan. (Foto: Bloomberg Technoz)

SURABAYA - Perkembangan harga kebutuhan pokok di wilayah Jawa Timur (Jatim) terpantau terus memperlihatkan pergeseran yang fluktuatif setiap harinya.

Untuk hari ini, nilai jual komoditas beras premium, minyak goreng Minyakita, cabai merah keriting, serta seluruh jenis bawang dilaporkan menanjak. Di sisi lain, harga untuk daging ayam ras, telur ayam kampung, dan cabai merah besar kedapatan meluncur turun.

Mengamati pergerakan harga komoditas pangan secara berkala merupakan aktivitas penting yang tidak boleh dilewatkan.

Selain mempermudah masyarakat dalam merancang anggaran belanja harian, pemantauan data ini juga krusial demi menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga agar tidak melonjak tajam di tengah kondisi harga pasar yang tidak menentu.

Sembako ialah akronim dari sembilan bahan pokok. Produk sembako tersebut menjadi kebutuhan mendasar yang diperlukan oleh masyarakat secara reguler demi memenuhi pasokan gizi sekaligus keperluan rumah tangga lainnya.

Jajaran sembilan komponen pangan esensial untuk masyarakat tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi beserta daging ayam, telur ayam, produk susu, bawang merah sekaligus bawang putih, gas elpiji beserta minyak tanah, serta komoditas garam.

Di samping sembilan jenis komoditas utama itu, harga bahan keperluan dapur yang memiliki peran tidak kalah krusial adalah tanaman cabai. Berikut ini disajikan daftar lengkap harga kebutuhan pokok paling mutakhir di area Jawa Timur pada Rabu, 24 Juni 2026, yang dihimpun berdasarkan sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur:

Beras Premium: Rp 15.030/kg

  • Beras Medium: Rp 12.937/kg
  • Gula kristal putih: Rp 17.230/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 20.229/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.832/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.485/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.499/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 124.293/kg
  • Daging ayam ras: Rp 32.020/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 70.069/kg
  • Telur ayam ras: Rp 25.008/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 45.151/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.671 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.445 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 40.955 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.988 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 1.912
  • Garam halus: Rp 9.283/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 36.458/kg
  • Cabai merah besar: Rp 34.825/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 47.035/kg
  • Bawang merah: Rp 41.480/kg
  • Bawang putih: Rp 35.413/kg
  • Gas elpiji: Rp 19.993

Merujuk pada catatan harga kebutuhan pokok hari ini, komoditas beras premium merangkak naik sebesar Rp 69 atau sekitar 0,46%, produk minyak goreng Minyakita menanjak Rp 182 atau berkisar 1,12%, serta komoditas cabai rawit merah meningkat senilai Rp 798 atau setara 2,24%.

Sementara itu, harga daging ayam ras melorot sebesar Rp 384 atau turun 1,18 persen, telur ayam kampung menyusut senilai Rp 1.086 atau anjlok 2,35 persen, serta cabai merah besar terpangkas sebesar Rp 904 atau terkoreksi 2,53%.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Fluktuasi nilai jual komoditas pokok distimulasi oleh beragam aspek eksternal. Unsur tersebut bergerak mulai dari kalkulasi biaya produksi, regulasi dari pihak pemerintah, pergerakan nilai tukar mata uang, hingga kondisi cuaca.

Di bawah ini dipaparkan beberapa unsur yang mengontrol naik maupun turunnya tarif bahan pangan di pasar:

  • Tatkala angka permintaan pasar meningkat tajam namun volume penawaran bergerak stagnan atau justru menyusut, maka tarif komoditas cenderung melonjak. Kebalikannya, andaikata volume penawaran melimpah melebihi tingkat permintaan, nilai jual komoditas berpotensi melorot.
  • Kondisi iklim ekstrem, terjadinya bencana alam, atau pergeseran siklus musim dapat mengganggu produktivitas sektor pertanian. Menipisnya stok pasaran akibat kendala cuaca buruk berimplikasi langsung pada lonjakan harga barang.
  • Aturan mengenai perdagangan impor, penyaluran subsidi, tarif pajak, maupun aturan berskala teknis lainnya yang diterbitkan oleh pemerintah dapat menggeser nominal harga pangan. Contoh nyatanya ialah pemberlakuan pembatasan impor atau modifikasi besaran pajak.
  • Peningkatan nilai beli bahan baku, komoditas pupuk, bahan bakar, hingga standar upah bagi tenaga kerja berpotensi mengerek pengeluaran produksi serta ongkos logistik, yang pada akhirnya membebani harga jual produk pangan.
  • Dinamika pergerakan nilai tukar mata uang, terlebih untuk jenis bahan pokok yang dipasok via jalur impor, memegang peran penting terhadap harga jual. Penyusutan nilai tukar mata uang domestik akan memicu harga komoditas impor menjadi lebih tinggi.
  • Laju inflasi yang berada di level tinggi berpotensi memicu naiknya harga bahan pangan akibat meningkatnya ongkos barang beserta jasa secara menyeluruh. Keadaan ini dapat diperparah oleh situasi stabilitas ekonomi yang sedang guncang.
  • Kendala pada jalur distribusi logistik layaknya kemacetan arus transportasi, aksi pemogokan kerja, ataupun problem operasional sejenis dapat memicu hambatan waktu pengiriman barang, sehingga berujung pada menipisnya pasokan pasar dan memicu lonjakan harga.

Deretan aspek di atas menjadikan harga komoditas pokok kerap berubah-ubah secara dinamis, sehingga menuntut adanya sistem monitoring berkala serta formulasi kebijakan yang presisi demi mengamankan stabilitas pasar.

Nominal kebutuhan pokok ini juga berpeluang menunjukkan selisih di tiap-tiap pasar retail. Angka yang disajikan di atas merupakan hasil kalkulasi rata-rata untuk wilayah Jawa Timur.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua