Breaking

IPO SpaceX Kebanjiran Pesanan, Potensi Raih Dana US$75 Miliar

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 09 Juni 2026
IPO SpaceX Kebanjiran Pesanan, Potensi Raih Dana US$75 Miliar
SpaceX mempersiapkan misi peluncuran Starship. (Foto: NET)

JAKARTA – Minat terhadap aksi penawaran umum perdana saham atau IPO SpaceX membludak, di mana sejumlah investor institusional telah mengajukan pesanan saham senilai lebih dari US$10 miliar (setara Rp181,8 triliun), menurut pihak yang memahami masalah ini, sejalan dengan tingginya permintaan menjelang debut yang berpotensi memecahkan rekor.

Bank-bank yang memimpin penawaran saham perusahaan roket, satelit, dan kecerdasan buatan milik Elon Musk ini diperkirakan akan menyetop penerimaan pesanan dari investor institusional pada Rabu setelah pasar tutup di New York pukul 16.00, ujar beberapa sumber tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena informasi ini belum dipublikasikan.

Penutupan buku pesanan memberikan kesempatan kepada pihak bank untuk mengukur besaran permintaan menjelang pencatatan serta memberikan saran kepada perusahaan terkait penetapan harga. IPO SpaceX dijadwalkan akan menentukan harga pada 11 Juni dan mulai diperdagangkan keesokan harinya.

SpaceX menawarkan 555,6 juta saham dengan harga tetap US$135 per saham, yang diproyeksikan akan mengumpulkan sekitar US$75 miliar dengan valuasi perusahaan mencapai kisaran US$1,8 triliun.

Investor ritel masih memiliki kesempatan untuk mengajukan pesanan saham SpaceX di beberapa platform setelah tenggat waktu hari Rabu. Perusahaan mengalokasikan hingga 30% dari penawaran untuk investor ritel.

Pada hari Selasa sebelumnya, Morgan Stanley dijadwalkan menjamu sekitar 300 investor institusional di kantor pusatnya di New York untuk mengadakan pertemuan dengan jajaran manajemen SpaceX, termasuk Presiden Gwynne Shotwell dan Direktur Keuangan Bret Johnsen, sebagaimana dilaporkan oleh sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Acara tersebut akan dipandu oleh salah satu presiden bank terkait, Dan Simkowitz, ungkap sumber yang meminta namanya dirahasiakan karena membahas pertemuan tertutup.

Juru bicara SpaceX tidak segera menanggapi permintaan komentar. Sementara itu, perwakilan dari Goldman Sachs Group Inc. dan Morgan Stanley menolak memberikan pernyataan.

Antusiasme terus meningkat menjelang IPO yang diprediksi akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, melampaui debut Saudi Aramco sebesar US$29,4 miliar pada 2019. Perusahaan telah mengungkapkan sumber pendapatan baru dalam beberapa pekan terakhir, dengan menekankan keunggulannya di bidang kecerdasan buatan (AI).

Pada hari Jumat lalu, SpaceX mengumumkan kesepakatan dengan Google milik Alphabet Inc., di mana produsen model AI Gemini akan membayar US$920 juta per bulan sebagai bagian dari perjanjian layanan cloud yang berlaku hingga 2029.

Perusahaan ini sebelumnya juga mengumumkan kesepakatan serupa dengan Anthropic PBC. Perusahaan yang sebelumnya dikenal dengan nama Space Exploration Technologies Corp. ini akan diperdagangkan di Nasdaq dan Nasdaq Texas dengan simbol SPCX.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua