Breaking

IHSG Diprediksi Menguat ke 7403, Saham Perbankan Jadi Incaran Asing

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 08 Juni 2026
IHSG Diprediksi Menguat ke 7403, Saham Perbankan Jadi Incaran Asing
Ilustrasi PT Bank Mandiri Tbk (Foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatan untuk menjajal level resistance di 7.403 dalam sesi perdagangan hari Senin, 8 Juni 2026. Proyeksi optimis ini merupakan kelanjutan dari tren positif sebelumnya, di mana indeks sukses ditutup naik 34,3 poin atau 0,47 persen ke posisi 7.336,75, dengan sempat mencapai level 7.373.

Sentimen pasar terpantau sangat positif pasca pemodal asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) dengan total nilai mencapai Rp 761,88 miliar. Kenaikan bursa domestik ini juga selaras dengan tren positif pasar global, di mana bursa Amerika Serikat (Wall Street) berakhir menguat; Dow Jones naik 0,83 persen, S&P 500 naik 0,56 persen, serta Nasdaq terangkat 0,395 persen.

Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan berlangsung dinamis. Berdasarkan analisis teknikal, indeks diprediksi bergerak dalam rentang 7.290 hingga 7.380 untuk jangka pendek. Sementara dalam jangka menengah, indeks diperkirakan mampu menjangkau rentang yang lebih luas antara 7.290 dan 7.460.

"IHSG menguat disertai peningkatan volume pembelian, dan penguatan IHSG pun ditutup pada resistance terdekat di 7.373. Apabila IHSG masih mampu bergerak di atas 7.238 sebagai support terdekat, maka berpeluang menguji resistance berikutnya di 7.403 dan apabila tertembus, maka IHSG akan menguji 7.420 hingga 7.500 pada label merah," sebagaimana dilansir dari berita sumber kata T Herditya Wicaksana, Head of Research Retail MNC Sekuritas.

Di sisi lain, para pelaku pasar diminta untuk tetap waspada jika indeks belum sanggup menembus level psikologis tersebut. Apabila IHSG gagal melampaui 7.403 dan masuk fase konsolidasi, area 7.157 hingga 7.202 akan menjadi batas koreksi terdekat bagi pasar.

Arus masuk dana asing menjadi katalis utama penguatan indeks saat ini. Investor mancanegara terpantau melakukan akumulasi beli besar-besaran pada beberapa saham sektor komoditas dan keuangan. Sektor perbankan, khususnya bank syariah dan emiten BUMN, menjadi fokus utama aliran modal tersebut. Mayoritas net buy asing masuk ke saham perbankan digital serta bank pelat merah dengan kapitalisasi besar. Berikut adalah rincian lima saham dengan pembelian bersih asing terbanyak:

  • BANK (PT Bank Aladin Syariah Tbk): Rp 657,48 miliar
  • BMRI (PT Bank Mandiri Tbk): Rp 286,84 mliar
  • ASII (PT Astra International Tbk): Rp 54,69 miliar
  • PGAS (PT Perusahaan Gas Negara): Rp 47,80 miliar
  • ITMA (PT Sumber Energi Andalan Tbk): Rp 30,09 mliar

Perkembangan lain di bursa domestik meliputi evaluasi berkala terhadap emiten dalam indeks sektoral, termasuk kriteria indeks pertumbuhan syariah, agar tetap mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya. Manajemen PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) memastikan bahwa status kepatuhan syariah emiten tersebut tetap terjaga dalam daftar berjalan, meskipun saham tersebut keluar dari IDX Sharia Growth.

"IDXSHAGROW adalah indeks yang hanya menampung 30 saham syariah pilihan dengan kriteria pertumbuhan yang sangat spesifik. Seleksi tersebut mencakup perbandingan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan terhadap harga saham, tingkat likuiditas perdagangan di pasar, serta berbagai rasio keuangan lainnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber," ujar Muljadi Suganda, Sekretaris Perusahaan KIJA.

Saham KIJA dipastikan tetap bertahan di dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tahun 2026, sehingga investor ritel syariah tidak perlu khawatir akan likuiditas jangka panjang emiten tersebut. Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua