Breaking

Saham Konsumen Naik, Indeks Dow Jones Tembus Rekor Tertinggi Baru

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 28 Mei 2026
Saham Konsumen Naik, Indeks Dow Jones Tembus Rekor Tertinggi Baru
Ilustrasi Dow Jones Industrial Average (Gambar: NET)

JAKARTA – Bursa saham Wall Street mencatatkan penguatan pada akhir sesi perdagangan hari Rabu (27/5/2026) waktu setempat. Lonjakan yang terjadi pada saham di sektor kesehatan dan konsumen berhasil mendorong indeks Dow Jones Industrial Average ditutup pada level rekor tertinggi, di kala indeks S&P 500 dan Nasdaq bergerak cenderung stabil.

Melansir dari laporan Reuters, indeks Dow Jones terpantau naik sebesar 182,60 poin atau 0,36 persen menuju level 50.644,28, S&P 500 mengalami kenaikan 1,24 poin atau 0,02 persen ke posisi 7.520,36, serta indeks Nasdaq Composite menguat 18,55 poin atau 0,07 persen hingga mendarat di level 26.674,74.

Pada pergerakan saham individu, saham Procter & Gamble membukukan kenaikan sebesar 3,2 persen, yang diikuti oleh penguatan saham UnitedHealth sebesar 1,9 persen.

Di sisi lain, saham-saham di sektor perbankan bergerak melemah. Salah satunya adalah saham JPMorgan Chase yang terkoreksi turun 2,4 persen pasca-adanya peringatan dari sang CEO, Jamie Dimon, mengenai potensi pembengkakan biaya operasional tahun ini yang berpeluang mencapai USD1 miliar lebih tinggi dari proyeksi awal.

Di tengah situasi tersebut, para investor tampaknya memilih untuk mengambil jeda sejenak dari tren reli yang sebelumnya dimotori oleh sektor AI, sembari terus memantau jalannya diskusi perdamaian yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengutarakan bahwa telah tercapai sejumlah perkembangan positif dalam proses negosiasi dengan Iran demi menuju sebuah kesepakatan.

Walakin, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa pihak AS dan Iran masih dihadapkan pada beberapa persoalan yang wajib diselesaikan terlebih dahulu, senada dengan laporan dari kantor berita Iran, Fars News, yang menyebutkan bahwa masih ada isu-isu yang belum menemukan titik temu.

Sementara itu, penurunan yang menimpa saham-saham sektor chip menjadi beban tersendiri bagi indeks Nasdaq yang didominasi oleh korporasi teknologi.

Bila melihat performa subindeks, sektor consumer discretionary tampil mendominasi panggung kenaikan dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,9 persen.

Sebaliknya, indeks energi S&P 500 justru tergelincir turun sebesar 1,5 persen, mengekor penurunan harga minyak mentah dunia yang merosot hingga 5 persen. Saham di sektor teknologi pun ikut memerah setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan hari Selasa.

Sektor saham chip kompak melemah pasca-mengalami reli yang cukup masif sebelumnya. Saham Intel mencatatkan penurunan sebesar 1,4 persen, Marvell Technology menyusut hingga 4,6 persen, dan Qualcomm ambles sebesar 6 persen setelah sempat meroket tajam pada hari Selasa.

Koreksi ini juga berimbas pada raksasa produsen chip dunia, Nvidia, yang posisinya melemah sebesar 1 persen, serta indeks semikonduktor Philadelphia yang ikut melorot 1,4 persen setelah sebelumnya sukses memecahkan rekor tertinggi pada hari Selasa.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua