SMBR Bagikan Dividen Rp34,38 Miliar dan Rombak Susunan Pengurus
JAKARTA – Pemegang saham PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) secara resmi menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp34,38 micro atau setara dengan Rp3,46185 per lembar saham. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin (18/5/2026).
Alokasi dividen tersebut mengambil porsi 20 persen dari total keuntungan bersih konsolidasian Perseroan pada tahun buku 2025 yang mencatatkan angka Rp171,92 miliar. Sementara itu, sisa keuntungan bersih sebesar 80 persen atau senilai Rp137,53 miliar bakal dimasukkan sebagai saldo laba ditahan.
Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menjelaskan bahwa perolehan dana tersebut disiapkan guna memperkokoh struktur permodalan sekaligus menyokong rencana ekspansi bisnis SMBR ke depan.
“Perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan dan profitabilitas sepanjang tahun 2025 melalui penguatan operational excellence, efisiensi biaya produksi, serta peningkatan daya saing di pasar. Pembagian dividen ini menjadi bentuk komitmen Perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham sekaligus tetap menjaga ruang ekspansi bisnis ke depan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (18/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di samping ketetapan mengenai penggunaan laba bersih, agenda RUPST pun menyepakati keputusan strategis lain berupa perombakan susunan manajemen Perseroan serta penyelarasan Anggaran Dasar yang disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Penyesuaian ini ditempuh demi memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sekaligus memberikan ruang gerak bagi SMBR untuk menangkap berbagai peluang bisnis baru pada sektor industri bahan bangunan.
Terkait agenda perombakan jajaran pengurus Perseroan, pemilik saham memberikan persetujuan atas pengangkatan Muhamad Alipudin untuk menduduki posisi Komisaris Utama menggantikan Inosentius Samsul.
Selain itu, RUPST memberikan lampu hijau bagi pengangkatan Luthvie Arifin yang diplot sebagai Komisaris Independen baru menggantikan Chowadja Sanova. Langkah pergantian pengurus ini menjadi bagian dari strategi korporasi demi memperkokoh tata kelola, memaksimalisasi fungsi pengawasan, serta mendorong percepatan transformasi usaha dan pertumbuhan jangka panjang SMBR di tengah situasi pasar semen domestik yang dinamis.
Suherman mengimbuhkan, tingkat optimisme manajemen korporasi kian tebal menyongsong tahun 2026. SMBR membidik kenaikan pada volume penjualan dengan bertumpu pada proyeksi peningkatan proyek-proyek infrastruktur serta sektor properti di kawasan Sumatera bagian selatan. Guna merealisasikan target pertumbuhan itu, perseroan berkomitmen penuh mengejawantahkan operational excellence yang selaras dengan prinsip industri hijau, yang mencakup optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif dan digitalisasi di seluruh lini pabrik.
“With fundamental keuangan yang semakin sehat dan dukungan penuh dari para pemangku kepentingan, SMBR siap melanjutkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan demi menciptakan nilai jangka panjang bagi industri konstruksi nasional,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.