Breaking

Ciputra Life Siap Sesuaikan Proses Permodalan Sesuai Aturan Baru OJK

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 11 Mei 2026
Ciputra Life Siap Sesuaikan Proses Permodalan Sesuai Aturan Baru OJK
Ilustrasi Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) (GAMBAR: kontan.co.id)

JAKARTA – PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) memberikan sambutan positif terhadap rencana pemberlakuan metode perhitungan solvabilitas terbaru atau New Risk Based Capital (RBC) yang saat ini tengah digarap oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Ciputra Life, Then Henry Marten, mengungkapkan bahwa penerapan New RBC tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya penguatan industri asuransi di Tanah Air menuju kerangka manajemen risiko yang lebih menyeluruh sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengukuran risiko serta mendorong tata kelola permodalan yang lebih prudent dan berkelanjutan,” kata Henry sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Walaupun demikian, Henry berpendapat bahwa implementasi New RBC ini masih membutuhkan proses kalibrasi serta pengujian yang lebih mendalam.

Merujuk pada hasil pilot project yang telah dijalankan oleh OJK, terdapat beberapa risk charge yang dianggap masih memperlihatkan perbedaan cukup mencolok jika dibandingkan dengan profil risiko yang sebenarnya, terutama pada sejumlah kategori aset sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Oleh karena itu, pihak Ciputra Life beranggapan bahwa penyempurnaan pada parameter perhitungan sangat perlu dilakukan agar hasil dari New RBC nantinya bisa lebih menggambarkan karakteristik risiko serta kondisi pasar di dalam negeri.

Mengenai aspek kesiapan, Henry menyatakan bahwa secara umum perusahaan telah siap untuk melakukan penyesuaian proses perhitungan permodalan sesuai dengan kerangka New RBC tersebut sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak perusahaan pun telah melaksanakan evaluasi internal, simulasi perhitungan, hingga memperkuat koordinasi di antara fungsi keuangan, aktuaria, manajemen risiko, serta investasi.

Namun, ia menilai bahwa kesiapan implementasi secara penuh akan tetap bersandar pada finalisasi metodologi serta risk charge yang kelak diputuskan oleh pihak regulator sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, Ciputra Life memandang bahwa pemberlakuan jenjang permodalan (tiering) dalam New RBC belum akan memberikan pengaruh yang besar bagi perusahaan. Hal tersebut dikarenakan struktur permodalan yang dimiliki perseroan saat ini masih didominasi oleh modal inti sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Dalam perspektif industri, skema tiering dapat memberikan kerangka yang lebih jelas terkait kualitas modal dan kapasitas penyerapan risiko,” ujar Henry sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai informasi tambahan, OJK sekarang ini sedang dalam proses penyusunan Peraturan OJK (POJK) mengenai perhitungan solvabilitas bagi perusahaan asuransi dan reasuransi.

Melalui skema yang baru tersebut, OJK bakal menerapkan struktur permodalan yang berbasis tiering, yakni tier 1 dan tier 2, dengan menggunakan pendekatan yang lebih sensitif terhadap risiko (risk-sensitive) serta berorientasi ke depan (forward-looking) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua