Program Klinik Ekspor Bea Cukai Dorong UMKM Tembus Pasar Global
- Selasa, 05 Mei 2026
BONTANG – Semangat produk lokal menembus pasar dunia semakin nyata terwujud lewat peran aktif Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance yang turun langsung mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sejumlah daerah untuk memperluas ekspansi pasar ekspor.
Asistensi ini menjadi bagian dari program Klinik Ekspor yang dijalankan Bea Cukai guna mendampingi UMKM agar siap menembus pasar internasional dengan prosedur yang benar dan terstandar.
Di Bontang, Bea Cukai setempat menyasar dua pelaku UMKM unggulan, yaitu PT Qisbelian Snack Indonesia dan PT Odah Bakau Indah (Dapur Jamu Ibu) pada Kamis (16/04). PT Qisbelian Snack Indonesia merupakan UMKM yang bergerak di sektor pengolahan hasil alam dengan produk berupa amplang kuku macan, sedangkan PT Odah Bakau Indah (Dapur Jamu Ibu) membawa kearifan lokal melalui minuman herbal tradisional.
Baca JugaKemitraan UMKM Menguat, Inabuyer Hadirkan PLN hingga Indomaret
Kedua UMKM tersebut telah berhasil menembus pasar internasional yang berdampak langsung pada terbukanya lapangan kerja, peningkatan ekonomi keluarga, serta meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat Kota Bontang. Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Bontang Rida Budi Santoso mengungkapkan asistensi ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kendala, edukasi prosedur ekspor, dan penjelasan terkait kemudahan fiskal yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menekan biaya operasional.
Langkah serupa juga diambil Bea Cukai Sidoarjo yang memberikan asistensi kepada CV Nderes Organic, sebuah perusahaan yang bergerak di pengolahan turunan kelapa organik. Asistensi dilaksanakan secara daring melalui ruang virtual pada Kamis (16/4), di mana tim edukasi Bea Cukai Sidoarjo memberikan pelatihan mendalam mengenai penggunaan sistem CEISA 4.0.
Aplikasi CEISA 4.0 ini dirancang untuk mempermudah eksportir dalam melakukan pengurusan dokumen secara mandiri, transparan, dan efisien. Para peserta juga diperkenalkan dengan Portal UKME (ukme.kemenkeu.go.id), yakni ekosistem terintegrasi milik Kementerian Keuangan yang menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari pembiayaan, akses pasar, hingga bimbingan teknis ekspor bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Tidak berhenti di sana, Bea Cukai Malang turut bergerak dengan melakukan asistensi kepada PT Akademi Laut Selatan di Kabupaten Malang pada Jumat (24/4). PT Akademi Laut Selatan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan pengolahan hasil laut, yang telah dilengkapi fasilitas cold storage berkapasitas besar yang mampu menjaga kualitas produk hingga standar ekspor.
Pembahasan dalam asistensi itu mencakup prosedur kepabeanan, pemenuhan persyaratan dokumen ekspor, serta strategi menghadapi regulasi negara tujuan. Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang Pitoyo Pribadi menyampaikan pihaknya hadir untuk memberikan pendampingan secara langsung agar UMKM seperti PT Akademi Laut Selatan semakin percaya diri dan memenuhi semua persyaratan ekspor dengan baik.
"Tujuannya adalah mempercepat akses produk laut Malang ke pasar global," jelas Pitoyo Pribadi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Seluruh rangkaian asistensi Bea Cukai kepada para pelaku UMKM ekspor ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas dan berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara melalui ekspor. Dengan adanya asistensi ini, diharapkan pelaku usaha dapat memperluas ekspansi pasar mancanegara dengan lebih percaya diri dan legalitas yang terjamin.
Akbar
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












