Damar Prasetyono: Kunci Sukses UMKM Adalah Keberanian & Konsistensi
- Kamis, 30 April 2026
MAGELANG — Wali Kota Magelang Damar Prasetyono tegaskan kunci sukses UMKM bukan modal, melainkan keberanian memulai dan konsistensi dalam menjalankan usaha di hadapan 100 pelaku UMKM Kecamatan Magelang Utara.
Pernyataan itu disampaikan Damar saat membuka agenda peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kewirausahaan di Gedung Wanita, Kota Magelang, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk membantu pelaku usaha mikro menembus keterbatasan yang selama ini menghambat pertumbuhan mereka.
"Modal itu penting, tetapi bukan yang paling menentukan. Tantangan terbesar dalam memulai usaha sering kali bukan pada modal, melainkan pada keberanian untuk mengambil langkah awal dan ketahanan untuk bertahan," tutur Damar, saat membuka pelatihan di Gedung Wanita, Kota Magelang, Rabu (29/4/2026).
Baca JugaKolaborasi Lintas Negara Gembleng 55 UMKM Go Digital di Bantargebang
Damar berpendapat, penguatan mentalitas wirausaha jauh lebih krusial dibandingkan sekadar suntikan kapital semata, karena usaha berskala kecil justru memiliki peluang besar untuk tumbuh pesat apabila dijalankan secara konsisten dan terarah.
Dalam forum tersebut, Damar juga mendorong para pelaku usaha akar rumput untuk memanfaatkan ekosistem teknologi digital guna memperluas jangkauan pasar. Pemanfaatan platform digital dinilainya bukan lagi pilihan, melainkan langkah strategis yang harus segera diadopsi pelaku UMKM agar tidak tertinggal dari persaingan.
"Mulailah dari yang kita punya. Tidak harus menunggu sempurna, yang penting usaha itu berjalan dahulu," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang, Syaifullah, mengungkapkan bahwa inisiatif pelatihan ini merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah untuk membantu pelaku usaha mikro keluar dari kebuntuan yang kerap mereka hadapi.
"Sebagian UMKM masih berkutat pada kendala mendasar, seperti masalah investasi, kapasitas produksi, dan permodalan. Di sisi lain, mereka dituntut untuk terus berinovasi dan berkreasi agar mampu bersaing," papar Syaifullah, dalam kegiatan pelatihan di Gedung Wanita, Kota Magelang, Rabu (29/4/2026).
Pelatihan yang menyasar 100 pelaku UMKM dari Kecamatan Magelang Utara ini dirancang untuk menjawab berbagai hambatan struktural yang masih membelit usaha mikro di tingkat lokal. Selain aspek permodalan, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait strategi pengembangan kapasitas produksi dan inovasi produk agar lebih kompetitif di pasar yang terus berubah.
Langkah Pemkot Magelang dalam menggelar pelatihan kewirausahaan ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong UMKM naik kelas. Selama ini, keterbatasan modal memang kerap menjadi dalih utama bagi masyarakat yang urung memulai usaha, padahal hambatan sesungguhnya lebih banyak bersumber dari ketiadaan keberanian dan ketidakkonsistenan dalam menjalankan rencana bisnis.
Kota Magelang sendiri mencatat ada 3.371 perusahaan mikro dan kecil yang beroperasi, belum termasuk ribuan pedagang kaki lima yang tersebar di berbagai titik strategis kota. Potensi ini diyakini bisa terus berkembang jika disertai pendampingan berkelanjutan dan penguatan mentalitas wirausaha yang kuat dari para pelakunya.
Akbar
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












