Sabtu, 02 Mei 2026

Festival Syawal LPPOM Siapkan UMK Hadapi Wajib Halal Oktober 2026

Festival Syawal LPPOM Siapkan UMK Hadapi Wajib Halal Oktober 2026
Ilustrasi Halal (https://i0.wp.com/halalmui.org/wp-content/uploads/2025/08/Info20250602-072229-Info-Jasa-Pendampingan-Sertifikasi-Halal-Produk-UMKM-Gratis-Tahun-2025-Plus-Benefit-Banyak-Bonus-untuk-Para-Pelaku-Usaha.webp?resize=768%2C512&ssl=1)

JAKARTA – Lewat Festival Syawal LPPOM 1447 H, LPPOM MUI mendorong penguatan ekosistem halal dari sektor hulu sebagai langkah strategis mempersiapkan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) menghadapi kewajiban sertifikasi halal yang berlaku mulai Oktober 2026.

Kewajiban tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal serta Peraturan Menteri Agama Nomor 768 Tahun 2021. Beleid ini mewajibkan seluruh pelaku UMK di sektor makanan dan minuman, jasa penyembelihan, serta jasa terkait produk mamin untuk memiliki sertifikat halal atas produk yang mereka hasilkan dan perdagangkan.

Untuk menyambut tenggat waktu tersebut, LPPOM MUI menggelar Puncak Festival Syawal 1447 H bertajuk "Toko Bahan Baku Halal, Langkah Awal Menuju UMKM Tangguh" yang dihadiri ratusan UMK. Acara ini juga diisi dengan talkshow membahas sinergi ritel dan pembiayaan syariah demi penguatan rantai pasok halal.

Baca Juga

Kolaborasi Lintas Negara Gembleng 55 UMKM Go Digital di Bantargebang

Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati, mengungkapkan bahwa tema tahun ini dipilih berdasarkan masalah nyata yang kerap dihadapi pelaku UMK di lapangan. "Saat kami mendampingi UMK, ada kesan kok rasanya sulit yah mendapatkan sertifikat halal. Ada banyak harapan dari mereka ingin naik kelas tapi kerap terbentur persoalan sama yakni sulit mendapat bahan baku yang benar-benar terjamin kehalalannya," ujar Muti di Jakarta, Kamis (30/4/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tantangan bahan baku halal ini dirasakan secara langsung oleh para produsen kue dan roti maupun pedagang bakso. Muti mencontohkan, pedagang bakso di pasar tradisional kerap kesulitan memperoleh daging ataupun bumbu yang berstatus halal jelas, karena banyak yang dijual dalam bentuk curah tanpa kemasan maupun label yang memadai.

Oleh karena itu, toko bahan baku dinilai memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun jaminan kehalalan sejak di titik paling awal. Muti menegaskan bahwa toko bahan baku halal atau tobaku yang sudah bersertifikat pasti menyediakan bahan-bahan halal yang dilengkapi dokumen bahan halal bagi UMK, termasuk memastikan ketertelusuran bahan-bahan tersebut.

Sejak pertama kali diinisiasi pada 2021, program Festival Syawal tercatat telah mengedukasi hampir 10.000 peserta dan memfasilitasi sertifikasi bagi lebih dari 1.500 UMK. Berkat konsistensi program ini, LPPOM meraih sejumlah penghargaan nasional bergengsi, termasuk Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) dan Best NGO Initiative 2024.

Festival ini berlangsung selama bulan Ramadan dan Syawal 1447 H secara masif di berbagai wilayah Indonesia yang dikelola oleh LPPOM provinsi atau kantor perwakilan, seperti Bangka Belitung dan Sumatera Utara. "Festival tahun ini berfokus untuk percepatan sertifikasi halal bagi UMK, memperkuat rantai pasok halal dari hulu ke hilir dan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap SJPH (sistem jaminan produk halal)," imbuh Muti, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai langkah konkret, LPPOM juga akan mengadakan pilot project toko bahan baku halal untuk daging dan bahan beku lainnya di 3 kota, yakni Kupang (NTT), Malang (Jatim), dan Bengkulu. "Pilot project ini belum jalan karena belum ada partner. Semoga lewat acara puncak Festival Syariah 2026 ini kami akan segera dapat partner. Kami juga sudah ada 2 outlet halal frozen meat di Bogor," ujar Muti, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sejak 2019, QRIS UMKM Terus Berkembang hingga Transaksi Lintas Negara

Sejak 2019, QRIS UMKM Terus Berkembang hingga Transaksi Lintas Negara

Paradoks UMKM Naik Kelas: Besar Secara Jumlah, Lemah Secara Struktur

Paradoks UMKM Naik Kelas: Besar Secara Jumlah, Lemah Secara Struktur

Program Zmart Baznas Sasar 40 Pelaku Usaha Mikro di Purworejo

Program Zmart Baznas Sasar 40 Pelaku Usaha Mikro di Purworejo

Kolaborasi BPDP dan Kampus Cetak UMKM Inovatif Berbasis Perkebunan

Kolaborasi BPDP dan Kampus Cetak UMKM Inovatif Berbasis Perkebunan

Bukti Potong PPh 23 Dikreditkan, PPh Final UMKM 0,5% Tetap Wajib

Bukti Potong PPh 23 Dikreditkan, PPh Final UMKM 0,5% Tetap Wajib