Rabu, 29 April 2026

Menko Airlangga Respon Harga Plastik Kian Menekan UMKM Dengan Stimulus Baru

Menko Airlangga Respon Harga Plastik Kian Menekan UMKM Dengan Stimulus Baru
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto

JAKARTA – Harga Plastik Kian Menekan UMKM pada April 2026 akibat gangguan pasokan bahan baku global yang memicu lonjakan biaya produksi kemasan hingga 50 persen.

Kondisi ekonomi para pelaku usaha kecil kini menghadapi tantangan baru yang bukan berasal dari sektor energi. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada April 2026 belum sepenuhnya membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebaliknya, lonjakan harga plastik justru menjadi sumber tekanan utama terhadap biaya produksi dan margin usaha. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai dampak kenaikan BBM nonsubsidi terhadap UMKM relatif terbatas karena mayoritas pelaku usaha menggunakan energi bersubsidi.

Baca Juga

Kredit Pintar Komitmen Membuka Akses UMKM Naik Level Bagi Pelaku Usaha Lokal

“Kalau yang BBM nonsubsidi kan hampir rata-rata UMKM dia menggunakan BBM-nya subsidi, baik itu yang solar subsidi, maupun yang Pertalite, dan juga LPG. Jadi saya pikir seharusnya untuk yang UMKM, kalau dalam konteks bahan bakar energi, BBM seharusnya tidak ada impak,” kata Maman sebagaimana dilansir dari sumbernya.

Pemerintah terus memantau stabilitas harga energi subsidi agar tidak menambah beban bagi para pelaku usaha di tingkat bawah. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa aspirasi mengenai kenaikan harga kemasan justru paling banyak disampaikan.

“Sampai hari ini memang aspirasi yang masuk baru plastik. Jadi rata-rata teman-teman UMKM mengeluhkan mengenai masalah kenaikan harga plastik. Makanya segera kita tindak lanjuti,” ujar Maman sebagaimana dilansir dari sumbernya.

Lonjakan ini dipicu oleh gangguan rantai pasok bahan baku global akibat konflik geopolitik yang belum mereda. Sebagai langkah jangka pendek, pemerintah membuka keran impor bahan baku dari negara alternatif untuk menstabilkan stok pasar.

Kajian jangka panjang juga mulai diarahkan pada pemanfaatan bahan organik seperti singkong dan rumput laut sebagai substitusi. “Untuk jangka panjang, kami mulai mendorong substitusi sumber lain, seperti singkong, rumput laut. Ini sedang lagi disiapkan semua kajiannya. Tapi ini kan enggak bisa dalam waktu dekat karena ini menyangkut studi jangka panjang,” tutur Maman sebagaimana dilansir dari sumbernya.

Pihak asosiasi juga mengonfirmasi bahwa ketergantungan pada energi subsidi membuat kenaikan BBM nonsubsidi tidak terlalu dirasakan. “Kalaupun ada kenaikan dalam BBM, khusus untuk yang nonsubsidi, impaknya masih tidak terlalu terbebani kepada pelaku UMKM. Karena secara umum pelaku UMKM menggunakan yang subsidi,” kata Edy Misero sebagaimana dilansir dari sumbernya.

Dampak kenaikan plastik ini bersifat menyeluruh mulai dari sektor industri hingga perdagangan ritel berskala kecil. Komponen biaya plastik dalam struktur HPP UMKM bahkan bisa menyentuh angka 10% hingga 15% di beberapa sektor tertentu.

Kenaikan ini dikhawatirkan akan memicu inflasi dari sisi biaya produksi yang akhirnya menekan daya beli masyarakat luas. Kondisi ini diprediksi sangat merugikan pelaku usaha makanan dan minuman jika harga minyak goreng juga ikut tidak terkendali.

“Maka ini akan menekan daya beli masyarakat karena ada inflasi yang ditimbulkan dari biaya. UMKM yang bergerak di penjualan makanan dan minuman pasti terdampak,” ucap Nailul Huda sebagaimana dilansir dari sumbernya.

Pemerintah diminta segera memberikan insentif pajak serta relaksasi guna menjaga efisiensi kinerja para pelaku usaha kecil. Menko Airlangga Hartarto menyatakan tim Satgas akan segera menggelar rapat khusus untuk membahas skema bantuan tersebut.

"Besok kita akan bahas rapat dengan tim Satgas di sini. Satgas Percepatan Ekonomi Nasional, termasuk untuk debottlenecking," ungkap Airlangga sebagaimana dilansir dari sumbernya. Saat ini, harga kantong kresek di tingkat konsumen dilaporkan telah mengalami lonjakan yang sangat tajam.

"Kantong-kantong kresek saja yang tadinya harga berapa, sekarang sudah naik hampir 50% harganya," ungkap Henry Chevalier sebagaimana dilansir dari sumbernya. Disrupsi rantai pasok global ini diharapkan segera teratasi agar beban operasional industri hilir tidak semakin mencekik.

Ibtihal

Ibtihal

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Inovasi Kreatif UMKM Kalibaru Olah Limbah Kerang Jadi Paving Guna Kurangi Pencemaran

Inovasi Kreatif UMKM Kalibaru Olah Limbah Kerang Jadi Paving Guna Kurangi Pencemaran

Loto Srinaita Ginting Resmi Jabat Sekretaris Kementerian UMKM Perkuat Satu Data

Loto Srinaita Ginting Resmi Jabat Sekretaris Kementerian UMKM Perkuat Satu Data

JNE Gelar Workshop Konten Kreatif di Universitas Padjadjaran Hadirkan Juri Kompetisi Nasional

JNE Gelar Workshop Konten Kreatif di Universitas Padjadjaran Hadirkan Juri Kompetisi Nasional

Upaya Gerakan Dapur Indonesia Akselerasi Ekspansi Bisnis ke Tiongkok

Upaya Gerakan Dapur Indonesia Akselerasi Ekspansi Bisnis ke Tiongkok

Upaya Gerakan Dapur Indonesia Akselerasi Ekspansi Bisnis ke Tiongkok

Upaya Gerakan Dapur Indonesia Akselerasi Ekspansi Bisnis ke Tiongkok