Senin, 30 Maret 2026

Intervensi Danantara Mulai Berbuah, Kinerja Garuda Indonesia Membaik 2026

Intervensi Danantara Mulai Berbuah, Kinerja Garuda Indonesia Membaik 2026
Intervensi Danantara Mulai Berbuah, Kinerja Garuda Indonesia Membaik 2026

JAKARTA - Perbaikan kinerja maskapai nasional mulai menunjukkan tanda positif di awal tahun 2026. 

Setelah menghadapi tekanan berat sepanjang tahun sebelumnya, langkah intervensi yang dilakukan pemerintah melalui suntikan dana kini mulai memberikan dampak terhadap operasional dan performa keuangan.

Badan Pengelola Investasi Danantara menegaskan bahwa hasil dari berbagai upaya perbaikan yang dilakukan terhadap Garuda Indonesia mulai terlihat, meskipun proses pemulihan masih berlangsung dan membutuhkan waktu.

Baca Juga

Selama Mudik Lebaran, KAI Properti Bersama KAI Daop 1 Edukasi Keselamatan di Perlintasan

Dampak Intervensi Baru Terlihat di Awal 2026

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menegaskan perbaikan kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mulai terlihat di awal tahun 2026, seiring dampak intervensi suntikan dana yang dilakukan pada tahun sebelumnya.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, di Jakarta, Minggu mengatakan tekanan kinerja yang masih tercermin dalam laporan keuangan 2025 merupakan kondisi sebelum intervensi berjalan.

"Itu kan problem yang dibukukan hari ini itu kan pendapatan 2025. Intervensi yang kita lakukan itu kan baru di akhir (tahun 2025). Nanti akan terlihat performa di awal 2026. Nanti kan kita akan keluarkan di quarter 1 dan quarter 2," kata Dony.

Pernyataan ini menegaskan bahwa hasil intervensi tidak dapat langsung terlihat dalam laporan sebelumnya, melainkan baru akan tercermin pada periode setelahnya.

Masalah Pesawat Grounded Jadi Beban Utama

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang menekan kinerja Garuda sepanjang 2025 adalah tingginya jumlah pesawat yang tidak beroperasi (grounded), sehingga tetap menimbulkan biaya, terutama dari sisi sewa. Tantangan lainnya yakni perawatan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) yang membutuhkan banyak waktu.

"Sebelum dilakukan intervensi oleh Danantara, berapa grounded-nya. Nah, sekarang berapa yang sudah terbang. Tetapi itu pun belum bisa 100 persen," jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa beban operasional tidak hanya berasal dari aktivitas penerbangan, tetapi juga dari aset yang belum produktif.

Sinyal Positif Muncul dari Kinerja Anak Usaha

Meski demikian, Dony memastikan sinyal perbaikan mulai tampak pada 2026. Ia menyebut kinerja anak usaha Garuda, Citilink, telah mencatatkan hasil positif pada kuartal I-2026 yang menjadi indikasi awal pemulihan grup Garuda Indonesia.

"Kita masih banyak PR-nya yang terus kita lakukan. Karena kan tidak cukup hanya dengan memberikan uang. Tapi juga transformasinya," tegasnya.

Performa Citilink yang mulai membaik menjadi salah satu indikator bahwa strategi pemulihan yang dijalankan mulai berjalan sesuai arah.

Kerugian 2025 Masih Membayangi Kinerja

Adapun Garuda Indonesia masih mencatatkan tekanan kinerja, dengan rugi bersih tercatat sebesar 319,39 juta dolar AS sepanjang 2025.

Angka ini menjadi gambaran bahwa tantangan yang dihadapi perusahaan masih cukup besar, terutama sebagai dampak dari kondisi operasional di masa sebelumnya.

Namun demikian, kerugian tersebut diharapkan dapat ditekan seiring dengan berjalannya berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan.

Suntikan Dana Jadi Kunci Transformasi Bisnis

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, menegaskan tambahan modal sebesar Rp23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management (DAM) menjadi dorongan penting memperkuat transformasi bisnis maskapai pelat merah itu.

Dari total Rp23,67 triliun, sekitar Rp8,7 triliun (37 persen) dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja seperti pemeliharaan pesawat dan peningkatan layanan. Sedangkan Rp14,9 triliun (63 persen) diperuntukkan memperkuat operasional Citilink, termasuk pelunasan kewajiban bahan bakar kepada Pertamina periode 2019–2021.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memperbaiki fundamental perusahaan, tidak hanya dari sisi keuangan tetapi juga operasional.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemulihan kinerja Garuda Indonesia diharapkan dapat terus berlanjut sepanjang 2026, seiring dengan implementasi transformasi yang dilakukan secara bertahap.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Properti Imbau Masyarakat Disiplin Saat Melintas di Perlintasan Sebidang

Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Properti Imbau Masyarakat Disiplin Saat Melintas di Perlintasan Sebidang

Sambut Angkutan Lebaran 2026, KAI Properti dan KAI Daop 1 Jakarta Berkolaborasi dengan Komunitas Railfans Gelar Edukasi Keselamatan di Perlintasan

Sambut Angkutan Lebaran 2026, KAI Properti dan KAI Daop 1 Jakarta Berkolaborasi dengan Komunitas Railfans Gelar Edukasi Keselamatan di Perlintasan

Garda Terdepan Keselamatan, PJL Bersiap Mengawal Perjalanan Mudik Para Pengguna Kereta Api

Garda Terdepan Keselamatan, PJL Bersiap Mengawal Perjalanan Mudik Para Pengguna Kereta Api

Turun Langsung ke Perlintasan, KAI Properti Apresiasi Kinerja PJL dalam Menjaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Turun Langsung ke Perlintasan, KAI Properti Apresiasi Kinerja PJL dalam Menjaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Update Jadwal KRL Jogja-Solo 30 dan 31 Maret 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru

Update Jadwal KRL Jogja-Solo 30 dan 31 Maret 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru