Senin, 30 Maret 2026

Kepala BPJPH Tekankan Literasi Halal Dimulai Dari Lingkungan Keluarga Sejak Dini

Kepala BPJPH Tekankan Literasi Halal Dimulai Dari Lingkungan Keluarga Sejak Dini
Kepala BPJPH Tekankan Literasi Halal Dimulai Dari Lingkungan Keluarga Sejak Dini

JAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk halal terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh aspek keagamaan, tetapi juga oleh kebutuhan akan jaminan kualitas, keamanan, dan transparansi produk yang dikonsumsi. 

Dalam konteks tersebut, pembentukan pemahaman mengenai halal tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dibangun melalui proses panjang yang dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga.

Baca Juga

Bulog Gandeng BRIN Perkuat Stok Beras dan Ketahanan Pangan Nasional

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan langkah pertama dari upaya literasi dan kesadaran nilai halal adalah dimulai dari keluarga. 

Ia menekankan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan yang nantinya akan terbawa hingga ke lingkungan yang lebih luas.

Haikal dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menilai keluarga merupakan titik awal edukasi bagi masyarakat luas, karena kebiasaan memilih dan menyajikan makanan halal di rumah akan membentuk perilaku konsumsi yang baik di masyarakat secara keseluruhan.

“Mulai dari hal sederhana, seperti memastikan bahan masakan yang kita gunakan jelas kehalalannya, hingga memilih produk yang sudah bersertifikat halal. Ini langkah kecil, tetapi berdampak besar,” ujar dia.

Edukasi dan Regulasi Jadi Dua Pilar Utama

Selain pendekatan edukatif, pemerintah melalui BPJPH juga melaksanakan kewajiban sertifikasi halal secara regulatif berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Regulasi ini menjadi dasar hukum yang memastikan seluruh produk yang beredar telah melalui proses pemeriksaan yang ketat.

Pendekatan regulatif ini memastikan setiap produk yang beredar di pasar telah melalui proses pemeriksaan dan sertifikasi yang sah, sehingga konsumen memiliki kepastian hukum dan jaminan kualitas. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengandalkan kepercayaan semata, tetapi juga memiliki dasar yang jelas dalam memilih produk.

“Produsen atau pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk menyajikan hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga terjamin kehalalannya. Ini dilakukan melalui sertifikasi halal,” kata Haikal.

"Pemerintah melalui BPJPH memastikan produk yang berlabel halal telah melalui proses yang terstandar sesuai regulasi yang berlaku, sehingga menghasilkan produk yang secara ketertelusuran terjamin kehalalannya,” ujarnya menambahkan.

Kombinasi antara edukasi yang dimulai dari keluarga dan regulasi yang diterapkan oleh pemerintah menjadi kunci dalam membangun sistem jaminan halal yang kuat dan berkelanjutan.

Halal Bukan Sekadar Tren, Tetapi Kebutuhan

Lebih lanjut, Haikal menyampaikan bahwa gaya hidup halal kini bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi kebutuhan masyarakat yang semakin sadar akan kualitas, keamanan, dan kejelasan status produk yang dikonsumsi. Perubahan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran konsumen dalam menentukan pilihan.

Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat tidak lagi hanya mempertimbangkan harga dan rasa, tetapi juga memperhatikan aspek kehalalan sebagai bagian dari kualitas produk. Hal ini membuat sertifikasi halal menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi pelaku usaha.

Sehingga, lanjutnya, sertifikasi halal harus dipahami sebagai kebutuhan produsen produk dalam memenuhi kebutuhan konsumen dengan menghasilkan produk yang berkualitas dan terjamin kehalalannya. 

Dalam hal ini, produsen memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap produk yang dipasarkan telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Dengan meningkatnya permintaan terhadap produk halal, peluang pasar juga semakin terbuka luas, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Upaya Meningkatkan Literasi dan Partisipasi Pelaku Usaha

Oleh karena itu, BPJPH juga terus mendorong peningkatan literasi masyarakat tentang pentingnya produk halal, sekaligus mengajak pelaku usaha untuk segera mengikuti sertifikasi halal agar setiap produk yang dipasarkan memberikan jaminan halal secara sah. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program edukasi.

Peningkatan literasi tidak hanya ditujukan kepada konsumen, tetapi juga kepada pelaku usaha agar memahami pentingnya sertifikasi halal dalam meningkatkan daya saing produk. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan semakin banyak produk yang memiliki sertifikat halal resmi.

Selain itu, keterlibatan aktif pelaku usaha dalam proses sertifikasi juga akan mempercepat terciptanya ekosistem halal yang kuat. Hal ini menjadi penting mengingat kebutuhan masyarakat terhadap produk halal terus meningkat dari waktu ke waktu.

Menanamkan Nilai Halal dalam Kehidupan Sehari-hari

“Di tengah suasana kebersamaan pasca Lebaran, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat semangat silaturahim dengan mengedepankan nilai-nilai kehalalan, keamanan, dan kebaikan dalam setiap aspek kehidupan,” kata Haikal.

Ajakan tersebut menunjukkan bahwa nilai halal tidak hanya terbatas pada makanan atau produk konsumsi, tetapi juga mencakup cara hidup secara keseluruhan. Nilai ini dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga interaksi sosial.

“Dengan demikian, setiap momen kebersamaan tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan keberkahan bagi semua,” ujarnya menambahkan.

Dengan menjadikan keluarga sebagai titik awal, didukung oleh regulasi yang kuat serta kesadaran masyarakat yang terus meningkat, literasi halal diharapkan dapat berkembang secara luas. 

Pada akhirnya, hal ini akan menciptakan masyarakat yang tidak hanya sadar akan pentingnya halal, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

One Way Tol Trans Jawa Resmi Ditutup, Arus Balik Lebaran Mulai Normal

One Way Tol Trans Jawa Resmi Ditutup, Arus Balik Lebaran Mulai Normal

Jasa Marga Sebut Arus Balik Trans Jawa Mulai Landai, 86 Persen Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

Jasa Marga Sebut Arus Balik Trans Jawa Mulai Landai, 86 Persen Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

Pemerintah Pastikan Stok Avtur Aman, Produksi Dalam Negeri Jadi Andalan

Pemerintah Pastikan Stok Avtur Aman, Produksi Dalam Negeri Jadi Andalan

Harga BBM Asia Tenggara Dibandingkan Indonesia Malaysia Vietnam Singapura Terbaru Maret 2026

Harga BBM Asia Tenggara Dibandingkan Indonesia Malaysia Vietnam Singapura Terbaru Maret 2026

Lonjakan Konsumsi BBM Pertamax Series Selama Ramadan Idulfitri 2026 Meningkat Signifikan

Lonjakan Konsumsi BBM Pertamax Series Selama Ramadan Idulfitri 2026 Meningkat Signifikan