JAKARTA - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, pemerintah memastikan pasokan energi dalam negeri tetap terkendali.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan bahan bakar pesawat (avtur), yang saat ini dinyatakan dalam kondisi aman meskipun ada potensi tekanan harga akibat konflik internasional.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa produksi avtur dalam negeri menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas pasokan. Dengan dukungan kilang domestik, Indonesia dinilai mampu menghadapi dinamika pasar energi global yang tengah bergejolak.
Baca JugaJasa Marga Catat 2,77 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta Hingga H+7
Produksi Dalam Negeri Jadi Kunci Ketahanan Energi
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang cukup kuat dalam menghadapi potensi krisis energi, khususnya untuk komoditas avtur.
"Seperti yang disampaikan Pak Menteri sebelumnya, Insha Allah kita bisa melewati kondisi ini dengan memperkuat stok energi nasional. Demikian juga untuk avtur, dari sisi stok, kita kuat, karena produksi dari kilang kita juga memadai," jelas Dwi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada impor, tetapi juga pada kemampuan produksi domestik yang terus dijaga.
Pemerintah Terus Pantau Perkembangan Global
Kendati kondisi stok dinyatakan aman, pemerintah tetap waspada terhadap perkembangan situasi global, khususnya di kawasan Timur Tengah yang tengah memanas. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran dinilai berpotensi memicu volatilitas harga energi dunia.
"Namun demikian, kami terus memonitor perkembangan pasar migas baik di tingkat regional maupun global," katanya.
Langkah pemantauan ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko untuk mengantisipasi perubahan harga yang bisa berdampak pada sektor transportasi udara dan perekonomian secara luas.
Stok Avtur Nasional Diklaim di Atas Batas Aman
Senada dengan pernyataan pemerintah, Pertamina Patra Niaga juga memastikan bahwa kondisi stok avtur nasional saat ini berada dalam level yang sangat aman.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa cadangan avtur bahkan melampaui standar ketahanan yang telah ditetapkan.
"Stok avtur Indonesia dalam kondisi sangat aman. Bahkan di atas ketahanan stok yang ditentukan," ucap Roberth.
Meskipun tidak merinci angka pasti, pernyataan ini menunjukkan bahwa kesiapan logistik energi untuk sektor penerbangan masih terjaga dengan baik.
Harga Avtur Masih Dipengaruhi Faktor Global dan Domestik
Adapun terkait potensi kenaikan harga avtur, pihaknya masih mencermati perkembangan geopolitik yang terjadi. Menurutnya, keputusan menaikkan harga tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi global, tetapi juga mempertimbangkan kebijakan dalam negeri.
"Untuk penentuan harga, saya pikir pasti akan terkoreksi atas dampak geopolitik. Kebijakan dan evaluasi masih dilakukan untuk memonitor kondisi geopolitik terkini dan pastinya faktor kebijakan dalam negeri juga," jelas Roberth.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, pemerintah dan pelaku industri berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan keberlanjutan pasokan energi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan global meningkat, Indonesia masih memiliki ruang untuk menjaga stabilitas energi, terutama melalui optimalisasi produksi dalam negeri dan pengelolaan stok yang efektif.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Harga Emas UBS dan Galeri 24 Pegadaian Stabil Senin 30 Maret 2026 Hari Ini
- Senin, 30 Maret 2026
Harga Emas Perhiasan Senin 30 Maret 2026 Tetap di Level Tinggi Hari Ini
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Cari Rumah Murah? Ini 5 Rekomendasi Rumah Subsidi di Karawang Harga Mulai Rp150 Juta
- Senin, 30 Maret 2026
Bulog Bagikan Beras dan Minyak Goreng untuk Warga Pekanbaru, Ini Tujuannya
- Senin, 30 Maret 2026












