JAKARTA - Penjualan mobil nasional menurun pada tahun 2025. Tantangan daya beli hingga kehadiran mobil listrik menjadi sejumlah faktor yang menentukan kinerja emiten sektor otomotif pada tahun 2026.
Kondisi ini membuat investor perlu lebih selektif dalam memilih saham di sektor otomotif. Tidak semua emiten mampu bertahan dalam situasi pasar yang berubah cepat, sehingga analisis mendalam menjadi kunci utama dalam menentukan pilihan investasi.
Peluang Tetap Ada di Tengah Perubahan Tren
Baca JugaHarga Emas UBS dan Galeri 24 Pegadaian Stabil Senin 30 Maret 2026 Hari Ini
Di tengah dinamika tersebut, sejumlah analis tetap melihat peluang pada saham-saham otomotif tertentu. Kinerja keuangan yang solid, ekspansi pasar, hingga strategi adaptasi terhadap tren kendaraan listrik menjadi pertimbangan utama dalam memberikan rekomendasi.
Berikut ulasan lengkap rekomendasi saham sektor otomotif:
Pendekatan berbasis fundamental menjadi semakin penting, terutama ketika industri sedang mengalami transisi. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan permintaan pasar cenderung memiliki prospek yang lebih baik.
AUTO Tunjukkan Kinerja Positif dan Ekspansi Global
1.PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Perseroan mengantongi laba bersih sebesar Rp 2,20 triliun, naik 8,37% secara year on year (yoy). Peningkatan ini sejalan dengan pendapatan bersih yang tumbuh 4,35% (yoy) dari Rp 19,07 triliun menjadi Rp 19,90 triliun.
Dari sisi ekspansi, AUTO resmi masuk ke pasar Filipina melalui anak usaha Astra Otoparts Philippines Inc. (AOPP) dan Astra Visteon Philippines Inc. (AVP). Langkah ini ditandai dengan pengiriman perdana enam komponen kendaraan roda dua ke Honda Philippines Inc.
Ekspansi tersebut memperkuat posisi AUTO dalam rantai pasok Original Equipment Manufacturer (OEM) sekaligus memperluas jejak internasional perseroan.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 3.500
Christopher Rusli, Ciptadana Sekuritas Asia dalam risetnya pada 4 Maret 2026
DRMA Tumbuh Stabil dengan Potensi Ekspansi Baru
2. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA)
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membukukan pertumbuhan kinerja yang solid pada 2025. Pendapatan perseroan mencapai Rp 5,9 triliun, meningkat 8% yoy. Sementara itu, laba bersih naik 13% yoy menjadi Rp 653 miliar.
DRMA terus menunjukkan peningkatan pangsa pasar dan mempertahankan posisi kuat di segmen OEM. Meski demikian, eksposur terhadap pasar pengganti (aftermarket) masih relatif terbatas, sehingga pertumbuhan saat ini sebagian besar ditopang oleh bisnis inti OEM.
Ke depan, DRMA memiliki peluang ekspansi yang signifikan di pasar aftermarket, terutama dengan mulai menggarap segmen baterai pengganti. Hal ini dinilai dapat menjadi katalis pertumbuhan baru bagi perseroan.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 1.150
Paulina Margareta, Maybank Sekuritas dalam risetnya pada 18 Maret 2026
ASII Andalkan Diversifikasi di Tengah Penurunan Penjualan Mobil
3. PT Astra International Tbk (ASII)
PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 32,77 triliun pada 2025, turun 3,3% yoy. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya kontribusi dari penjualan mobil baru.
Namun demikian, kinerja tersebut sebagian tertopang oleh segmen sepeda motor yang tetap kuat. Tren konsumen yang beralih ke kendaraan entry-level turut membantu menjaga volume penjualan.
Selain itu, berakhirnya insentif kendaraan listrik diperkirakan akan mendorong permintaan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) dan hybrid electric vehicle (HEV). Astra dinilai mampu mempertahankan dominasi pangsa pasar sepeda motor Honda di atas 75%.
Momentum pameran otomotif serta faktor musiman juga diyakini dapat mendukung pemulihan penjualan mobil ritel domestik.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 7.200
Budi Rustanto, OCBC Sekuritas dalam risetnya pada 4 Maret 2026
Menentukan Pilihan Saham di Tengah Ketidakpastian Pasar
Dengan berbagai dinamika yang terjadi, pemilihan saham otomotif pada 2026 membutuhkan strategi yang matang. Investor perlu mempertimbangkan kombinasi antara kinerja keuangan, ekspansi bisnis, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan industri.
AUTO unggul dari sisi ekspansi internasional dan pertumbuhan kinerja, DRMA menawarkan potensi pertumbuhan baru dari pasar aftermarket, sementara ASII tetap menjadi pilihan defensif berkat diversifikasi bisnisnya.
Ketiga saham tersebut memiliki daya tarik masing-masing, sehingga keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan setiap investor.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Harga Emas UBS dan Galeri 24 Pegadaian Stabil Senin 30 Maret 2026 Hari Ini
- Senin, 30 Maret 2026
Harga Emas Perhiasan Senin 30 Maret 2026 Tetap di Level Tinggi Hari Ini
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Simulasi Cicilan Pinjaman BRI 2026 Syarat Pengajuan dan Cara Mengakses Lengkap
- Senin, 30 Maret 2026












