Rabu, 25 Maret 2026

Beban Puncak Listrik Lebaran 2026 Capai 34,7 GW Sistem Tetap Aman

Beban Puncak Listrik Lebaran 2026 Capai 34,7 GW Sistem Tetap Aman
Beban Puncak Listrik Lebaran 2026 Capai 34,7 GW Sistem Tetap Aman

JAKARTA - Momentum Idulfitri 1447 Hijriah menjadi ujian penting bagi keandalan listrik nasional.

Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan energi melonjak signifikan. Namun, sistem kelistrikan Indonesia tetap menunjukkan performa stabil. PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik tetap aman sepanjang perayaan Lebaran 2026.

Berdasarkan catatan PLN, beban puncak listrik mencapai 34,77 gigawatt (GW). Angka ini masih berada di bawah kapasitas daya mampu pasok nasional sebesar 51,37 GW. Dengan demikian, tersedia cadangan daya yang cukup besar. Kondisi ini memberikan jaminan kelistrikan tetap terjaga.

Baca Juga

Dorongan DMO Gas Bumi Dinilai Krusial Jaga Daya Saing Industri Keramik Nasional

Sistem Kelistrikan Nasional Terpantau Stabil

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan seluruh unit telah melaporkan kondisi aman. Pemantauan dilakukan secara menyeluruh di berbagai wilayah prioritas. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan listrik. PLN memastikan tidak ada gangguan berarti selama momen penting tersebut.

Sebanyak 4.429 lokasi prioritas menjadi fokus pengamanan kelistrikan. Lokasi tersebut meliputi 2.044 tempat ibadah, 706 titik transportasi, 439 lokasi keramaian, 426 pusat perbelanjaan, dan 814 rumah sakit. Seluruh titik ini mendapat perhatian khusus dari PLN. Pengawasan dilakukan secara intensif untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat.

"Lokasi-lokasi prioritas terpantau aman dan terkendali tanpa adanya gangguan kelistrikan. Kami terus melakukan pemantauan secara intensif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas pada momen Idulfitri ini dengan lancar," ujarnya, Selasa (24/3/2026). Pernyataan ini menegaskan kesiapan PLN. Sistem kelistrikan dijaga agar tetap optimal.

Status Siaga Hingga Akhir Maret

PLN menetapkan status siaga kelistrikan hingga 31 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik pasca-Lebaran. Seluruh elemen perusahaan dikerahkan untuk menjaga stabilitas sistem. Komitmen ini menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

"Seluruh elemen perusahaan berkomitmen menjaga sistem kelistrikan tetap beroperasi secara optimal," imbuh Darmawan. Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan PLN. Tidak hanya saat puncak Lebaran, tetapi juga setelahnya.

Dari wilayah Indonesia bagian timur, laporan kondisi kelistrikan juga menunjukkan hasil positif. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sri Heny Purwanti, menyebut sistem berada dalam kondisi prima. Kesiapan ini memastikan masyarakat dapat beribadah dengan nyaman.

Kondisi Kelistrikan di NTB dan Sumbawa

Pada sistem Lombok di Pulau Lombok, beban saat Salat Idulfitri tercatat sebesar 326 megawatt (MW). Sementara daya mampu sistem mencapai 380 MW. Artinya, terdapat cadangan daya sebesar 54 MW. Cadangan ini cukup untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.

Sementara itu, pada sistem Tambora di Pulau Sumbawa, beban puncak mencapai 139 MW. Daya mampu sistem berada di angka 188 MW. Dengan demikian, tersedia cadangan daya sebesar 49 MW. Kondisi ini menunjukkan sistem kelistrikan masih dalam batas aman.

"Dengan cadangan daya yang tersedia, sistem kelistrikan NTB berada dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama perayaan Idulfitri, termasuk saat pelaksanaan Salat Idulfitri," tutur Sri. Pernyataan ini menegaskan kesiapan daerah. Sistem berjalan sesuai harapan.

Hal serupa juga disampaikan dari wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng, Iwan Soelistijono, memastikan sistem berjalan optimal. Tidak ada gangguan signifikan selama perayaan berlangsung.

Kesiapan Sistem di Kalselteng dan Nasional

"Alhamdulillah, pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di seluruh wilayah Kalselteng dapat berjalan dengan lancar. Sistem kelistrikan kami beroperasi optimal dan masih didukung cadangan daya yang memadai," kata Iwan. Pernyataan ini memperkuat laporan dari berbagai wilayah. Sistem nasional tetap stabil.

Sebelumnya, PLN memprediksi beban puncak akan mencapai 35.017 MW. Dengan daya mampu pasok sebesar 51.967 MW, cadangan daya diperkirakan mencapai 16.950 MW. Realisasi beban puncak yang sedikit lebih rendah menunjukkan perencanaan berjalan baik. Sistem mampu mengantisipasi kebutuhan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan telah dilakukan sejak jauh hari. PLN memastikan seluruh infrastruktur siap menghadapi Ramadan dan Idulfitri. Langkah ini dilakukan melalui asesmen menyeluruh. Mulai dari pembangkitan hingga distribusi.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), PLN terus siaga agar sistem kelistrikan andal untuk Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026 di seantero Indonesia," kata Darmawan. Pernyataan ini menunjukkan koordinasi lintas sektor. Pemerintah dan PLN bekerja sama menjaga pasokan energi.

Dukungan Personel dan Infrastruktur Siaga

PLN juga memastikan pasokan energi primer dalam kondisi aman. Batu bara, gas, hingga BBM tersedia dalam jumlah cukup. Selain itu, pemeliharaan sistem transmisi dan gardu induk telah diselesaikan sebelum Ramadan. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan listrik.

“Kami juga sudah cek pasokan energi primer nasional aman, mulai dari batu bara, gas, hingga BBM. Pemeliharaan sistem transmisi dan gardu induk juga telah tuntas dilakukan jauh sebelum Ramadan dan Idulfitri” kata Darmawan. Pernyataan ini menegaskan kesiapan teknis. Semua aspek telah diperhitungkan.

Untuk mendukung operasional, PLN menyiagakan 72.053 personel di seluruh Indonesia. Mereka tersebar di 3.700 posko siaga selama periode RAFI 2026. Dukungan ini diperkuat dengan 4.901 mobil operasional dan 4.594 motor operasional. Respons cepat menjadi prioritas utama.

"Petugas kami all out untuk terus menjaga agar suplai listrik aman di lapangan. Kami juga melakukan pengamanan berlapis di lokasi-lokasi prioritas yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, seperti tempat ibadah, titik transportasi, pusat keramaian, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit," tutur Darmawan. Dengan kesiapan ini, PLN memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman tanpa gangguan listrik.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi PLN Jaga Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri Tetap Andal

Strategi PLN Jaga Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri Tetap Andal

Konsumsi Batu Bara Vale Naik 13 Persen Seiring Stabilnya Produksi Nikel

Konsumsi Batu Bara Vale Naik 13 Persen Seiring Stabilnya Produksi Nikel

Forum TAKJIL MIND ID Bedah Data Kebijakan Strategis Pertambangan Nasional Indonesia

Forum TAKJIL MIND ID Bedah Data Kebijakan Strategis Pertambangan Nasional Indonesia

BREN Targetkan Kapasitas Panas Bumi Tembus 1 GW Perkuat Energi Terbarukan

BREN Targetkan Kapasitas Panas Bumi Tembus 1 GW Perkuat Energi Terbarukan

Daftar Rumah Murah Tarakan Mulai Rp164 Jutaan Dengan Lahan Luas

Daftar Rumah Murah Tarakan Mulai Rp164 Jutaan Dengan Lahan Luas