Selasa, 10 Maret 2026

Pemerintah Dorong Ekspor Beras, Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas

Pemerintah Dorong Ekspor Beras, Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas
Pemerintah Dorong Ekspor Beras, Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas

JAKARTA - Pemerintah Indonesia resmi melepas ekspor perdana komoditas beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi. 

Ekspor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi sekitar 215 ribu jamaah haji Indonesia. Nilai ekspor tersebut mencapai sekitar Rp 38 miliar, menandai langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar perdagangan beras internasional.

Rektor Perbanas Institute, Prof. Hermanto Siregar, menilai bahwa keberhasilan ekspor ini merupakan bukti nyata bahwa produksi beras nasional telah mencapai swasembada yang berkelanjutan. 

Baca Juga

Stabilkan Harga Pangan Jelang Idulfitri, Pemko Batam Gencarkan Operasi Pasar Murah

“Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa produksi beras nasional telah mencapai swasembada yang berkelanjutan,” kata Hermanto.

Momentum ekspor ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga siap memasuki pasar global dengan komoditas berkualitas premium.

Produksi Beras Nasional yang Meningkat

Keberhasilan ekspor beras tidak lepas dari peningkatan produksi dalam negeri yang signifikan sepanjang periode 2025/2026. Menurut Hermanto, surplus beras Indonesia pada tahun ini mencapai sekitar 17 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah. 

“Produksinya luar biasa bagus. Swasembada tahun ini merupakan yang terkuat sepanjang sejarah,” ujarnya.

Surplus yang besar ini memberikan peluang strategis bagi pemerintah untuk mengekspor beras premium, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, Hermanto menekankan bahwa pencapaian produksi yang tinggi tidak boleh berhenti pada angka statistik semata.

Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan Petani

Hermanto menegaskan bahwa capaian swasembada dan ekspor harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani. “Harus ada dampak nyata terhadap pemasukan dalam negeri dan kesejahteraan para petani,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan produksi dan ekspor harus diterjemahkan menjadi peningkatan ekonomi bagi masyarakat. Petani, yang merupakan ujung tombak dari keberhasilan swasembada beras, harus merasakan manfaat secara langsung melalui pendapatan yang lebih tinggi dan stabilitas ekonomi yang lebih baik.

Selain itu, Hermanto menekankan pentingnya menjaga momentum ekspor agar swasembada beras Indonesia tetap berkelanjutan. Dengan menjaga kesinambungan produksi dan ekspor, manfaat ekonomi dari surplus beras dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan industri terkait. “Harus dijaga agar swasembada tetap berkelanjutan,” katanya.

Peran Bulog dan Pemerintah dalam Ekspor

Ekspor perdana beras cadangan pemerintah (CBP) jenis premium dilakukan melalui Perum Bulog. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada Bulog dan para petani atas kerja keras mereka.

“Berkat kerja keras seluruh pihak, Indonesia bukan hanya mampu mencapai swasembada beras pada 2025, tetapi hari ini juga siap mengekspor beras CBP kualitas premium untuk melayani kebutuhan jamaah haji Indonesia,” kata Amran.

Kolaborasi antara pemerintah, Bulog, dan petani menjadi faktor penting keberhasilan ekspor. Hal ini memastikan bahwa kualitas beras premium tetap terjaga, sekaligus memberi kontribusi pada stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.

Swasembada Beras dan Manfaat Ekonomi Luas

Ekspor beras premium menandai momen penting dalam sejarah pertanian Indonesia. Dengan kapasitas produksi yang terus meningkat, Indonesia tidak hanya menjadi negara swasembada, tetapi juga mampu memperluas pasar internasional.

Keberhasilan ini diharapkan mendorong peningkatan investasi pada sektor pertanian, memperkuat rantai pasok, dan memberi insentif bagi petani untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. 

Swasembada beras yang berkelanjutan akan menjadi dasar bagi pertumbuhan ekonomi pertanian yang lebih luas, mencakup kesejahteraan petani, stabilitas harga pangan, dan daya saing Indonesia di pasar global.

Momentum ekspor juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mendorong kebijakan yang mendukung pertanian modern dan teknologi pertanian. 

Dengan langkah-langkah strategis ini, kesejahteraan petani dapat lebih terjamin, dan Indonesia dapat mempertahankan posisi sebagai produsen beras berkualitas premium yang kompetitif di dunia.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga BBM Pertamina Terancam Naik, Pemerintah Diminta Pangkas Anggaran Strategis

Harga BBM Pertamina Terancam Naik, Pemerintah Diminta Pangkas Anggaran Strategis

Stok Cadangan BBM Nasional Terbatas, Pemerintah Diminta Perkuat Ketahanan Energi

Stok Cadangan BBM Nasional Terbatas, Pemerintah Diminta Perkuat Ketahanan Energi

Info Jadwal Pemadaman Listrik DIY Hari Ini Selasa 10 Maret 2026

Info Jadwal Pemadaman Listrik DIY Hari Ini Selasa 10 Maret 2026

Donasi Light Up The Dream Hadirkan Listrik Gratis Untuk Warga Sintang

Donasi Light Up The Dream Hadirkan Listrik Gratis Untuk Warga Sintang

Harga Batu Bara Tembus Rekor Tertinggi Setahun Saat Ketegangan Minyak Dunia Memanas

Harga Batu Bara Tembus Rekor Tertinggi Setahun Saat Ketegangan Minyak Dunia Memanas