FiberStar Incar 750.000 Homepass Baru 2026, Jaringan Fiber Optik Meluas
- Kamis, 05 Maret 2026
JAKARTA - Kebutuhan konektivitas digital di Indonesia terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas berbasis internet, baik untuk kebutuhan rumah tangga, bisnis, hingga layanan publik.
Kondisi ini mendorong perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi untuk terus memperluas jaringan agar mampu memenuhi lonjakan permintaan akses broadband yang semakin besar.
Salah satu perusahaan yang agresif melakukan ekspansi adalah PT Mega Akses Persada atau FiberStar. Perusahaan ini menyiapkan langkah penguatan jaringan fiber optik sekaligus meningkatkan pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun di berbagai wilayah.
Baca JugaAncol Targetkan 600.000 Wisatawan Kunjungi Kawasan Rekreasi Selama Libur Lebaran 2026
Pada tahun 2026, FiberStar menargetkan penambahan ratusan ribu titik jaringan baru sebagai bagian dari strategi memperluas cakupan layanan serta meningkatkan kualitas konektivitas digital di Indonesia.
Target Penambahan 750.000 Homepass pada 2026
PT Mega Akses Persada atau FiberStar menargetkan pembangunan sekitar 750.000 homepass baru sepanjang 2026.
Target tersebut ditetapkan untuk menjaga momentum ekspansi jaringan sekaligus meningkatkan pemanfaatan infrastruktur fiber optik di tengah permintaan layanan digital yang terus bertumbuh.
Sepanjang 2025, FiberStar mencatat jumlah homepass mencapai 3.360.119 titik, naik 45,9% dibandingkan 2024 yang sebesar 2.303.553 titik.
Homepass sendiri merupakan indikator penting dalam pengembangan jaringan fiber optik, karena menunjukkan jumlah rumah atau bangunan yang telah terjangkau oleh jaringan dan berpotensi menjadi pelanggan layanan internet berbasis fiber.
Dengan penambahan homepass yang signifikan, perusahaan berharap dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan penetrasi akses internet berkualitas di berbagai wilayah.
Pertumbuhan Pelanggan dan Peningkatan Utilisasi Jaringan
Selain memperluas cakupan jaringan, FiberStar juga mencatat peningkatan jumlah pelanggan yang memanfaatkan infrastrukturnya.
Pada periode yang sama, jumlah home connected meningkat menjadi 489.211 pelanggan dari 322.150 pada 2024 atau tumbuh 51,9% secara tahunan.
Pertumbuhan pelanggan yang lebih tinggi dibandingkan ekspansi jaringan turut mendorong rasio pemanfaatan jaringan (take rate) naik dari sekitar 14,0% pada 2024 menjadi 14,6% pada 2025.
Kenaikan ini mencerminkan utilisasi infrastruktur yang semakin optimal, seiring bertambahnya mitra internet service provider (ISP) dan pelaku usaha yang memanfaatkan jaringan FiberStar.
“Yang kami jaga bukan hanya seberapa luas jaringan bertambah, tetapi juga seberapa efektif jaringan itu digunakan. Pada 2025, pertumbuhan home connected lebih cepat dibanding homepass, ini menunjukkan utilisasi makin solid dan jaringan yang dibangun benar-benar dimanfaatkan,” ujar Yudo Satrio, Network Planning Department Head FiberStar.
Menurut perusahaan, peningkatan utilisasi jaringan menjadi indikator penting dalam memastikan bahwa investasi pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat maksimal bagi mitra dan pelanggan.
Penguatan Infrastruktur Backbone hingga Last-Mile
Dari sisi infrastruktur, panjang jaringan fiber optik FiberStar kini mencapai 64.497.562 meter atau setara sekitar 64.498 kilometer.
Pengembangan dilakukan melalui penambahan trase baru serta penguatan berlapis mulai dari backbone, metro, hingga last-mile guna menjaga kualitas layanan di wilayah dengan pertumbuhan trafik tinggi.
Penguatan jaringan di berbagai lapisan ini dinilai penting untuk memastikan distribusi kapasitas jaringan tetap merata, terutama ketika terjadi peningkatan trafik data secara signifikan.
“Utilisasi yang sehat harus ditopang desain jaringan yang siap dari hulu ke hilir. Karena itu kami memperkuat backbone, metro, hingga last-mile agar kapasitas lebih merata dan kualitas tetap konsisten ketika trafik tumbuh,” tambah Yudo.
Melalui strategi tersebut, FiberStar berupaya memastikan bahwa setiap bagian jaringan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan layanan digital secara berkelanjutan.
Strategi Ekspansi dan Kolaborasi dengan Mitra ISP
Memasuki 2026, FiberStar menyelaraskan rencana ekspansi dengan kapasitas backbone dan jaringan metro agar setiap penambahan homepass dapat dieksekusi lebih efektif.
Selain memperluas cakupan jaringan, perusahaan juga menargetkan peningkatan penetrasi layanan melalui penguatan kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk internet service provider (ISP) serta pelaku usaha dari berbagai sektor.
“Fokus kami bukan hanya menambah cakupan, tetapi juga mendorong penetrasi dan utilisasi jaringan agar investasi infrastruktur semakin produktif bagi mitra dan relevan bagi kebutuhan digital masyarakat. Sebagai neutral carrier, kami memastikan fondasi jaringan siap dan andal,” tegasnya.
Sebagai penyedia infrastruktur berbasis neutral carrier, FiberStar tidak langsung melayani pelanggan akhir, melainkan menyediakan jaringan yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet.
Model bisnis ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra sekaligus meningkatkan pemanfaatan jaringan yang telah dibangun.
Antisipasi Tantangan Pembangunan Infrastruktur
Dalam menjalankan rencana ekspansi jaringan, FiberStar juga menyadari adanya sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi proses pembangunan infrastruktur.
Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain proses perizinan, kondisi konstruksi di lapangan, hingga ketimpangan permintaan layanan antarwilayah.
Perusahaan menyatakan telah menyiapkan langkah mitigasi sejak tahap perencanaan agar proses pembangunan jaringan dapat berjalan sesuai jadwal dan tetap berkelanjutan.
Sebagai penyedia infrastruktur fiber optik berbasis neutral carrier, FiberStar melayani operator telekomunikasi, ISP, hingga pelaku bisnis lintas sektor.
Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus memperluas jaringan backbone, metro, dan last-mile untuk mendukung pemerataan akses broadband nasional di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas digital di berbagai wilayah Indonesia.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menag Nasaruddin: Peringatan Nuzulul Quran Tahun Ini Diselenggarakan di Istana
- Kamis, 05 Maret 2026
Kementan Akan Tiru Keberhasilan Sawit Untuk Hilirisasi 7 Komoditas Unggulan
- Kamis, 05 Maret 2026
Kabapanas Pastikan Ekspor Beras Haji RI Dorong Swasembada Nasional Terjaga
- Kamis, 05 Maret 2026
Berita Lainnya
Perkuatan Sistem Parkir Secure Parking Targetkan Kinerja Maksimal Saat Lebaran
- Kamis, 05 Maret 2026
Elnusa Raup Pendapatan dari Distribusi dan Layanan Hulu Migas Sepanjang 2025
- Kamis, 05 Maret 2026












