Jumat, 27 Februari 2026

Kemenparekraf Perluas Akses Pasar UMKM Melalui Bazar Ramadhan Lhokseumawe Praktis

Kemenparekraf Perluas Akses Pasar UMKM Melalui Bazar Ramadhan Lhokseumawe Praktis
Kemenparekraf Perluas Akses Pasar UMKM Melalui Bazar Ramadhan Lhokseumawe Praktis

JAKARTA - Menyambut bulan suci Ramadhan 2026, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengambil langkah nyata untuk menggairahkan ekonomi lokal dengan memperluas akses pasar UMKM melalui Bazar Ramadhan di Lhokseumawe.

Inisiatif ini dirancang sebagai platform strategis bagi para pelaku usaha kreatif di Aceh untuk memamerkan produk unggulan mereka langsung kepada masyarakat luas. Dengan memanfaatkan momentum meningkatnya konsumsi rumah tangga selama bulan puasa, bazar ini diharapkan menjadi motor penggerak omzet pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.

Kegiatan ini bukan sekadar pasar kaget musiman, melainkan bagian dari program pendampingan berkelanjutan Kemenparekraf untuk menaikkan kelas produk lokal.

Baca Juga

Blok Gas Corridor Masih Jadi Andalan Pasokan Energi Domestik Indonesia

Melalui penataan stand yang profesional dan lokasi yang strategis, para pelaku UMKM diberikan kesempatan praktis untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, melakukan uji pasar, hingga membangun jejaring bisnis yang lebih luas di tingkat regional.

Dorongan Ekonomi Kreatif Di Tengah Suasana Religius Ramadhan

Bazar Ramadhan di Lhokseumawe ini menjadi wadah bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner khas Aceh, kriya, hingga fesyen Muslim. Kemenparekraf melihat bahwa perpaduan antara kearifan lokal dan kebutuhan pasar saat Ramadhan menciptakan peluang ekonomi yang sangat besar.

Dengan adanya fasilitas ini, para pelaku UMKM tidak perlu lagi kesulitan mencari tempat berjualan yang representatif dan ramai pengunjung.

Selain transaksi jual-beli, bazar ini juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung yang menarik minat warga, sehingga trafik pengunjung tetap stabil sepanjang hari. Dorongan dari pemerintah pusat ini memberikan suntikan semangat bagi para perajin dan pengusaha kuliner lokal untuk terus berinovasi dalam kemasan dan kualitas produk agar mampu bersaing dengan produk pabrikan maupun merek besar lainnya.

Digitalisasi Pembayaran Dan Transformasi UMKM Menuju Ekosistem Modern

Salah satu aspek yang ditekankan dalam Bazar Ramadhan ini adalah penerapan transaksi digital secara praktis. Kemenparekraf mendorong para peserta bazar untuk menggunakan sistem pembayaran nontunai seperti QRIS guna memudahkan proses transaksi dan pencatatan keuangan. Langkah ini merupakan bagian dari edukasi literasi keuangan digital agar UMKM di Lhokseumawe semakin akrab dengan teknologi finansial yang kini menjadi standar dalam dunia bisnis global.

Digitalisasi ini juga memungkinkan para pelaku usaha untuk mengumpulkan data pelanggan dengan lebih baik. Dengan memiliki rekam jejak transaksi yang rapi, UMKM akan lebih mudah dalam mengajukan akses pembiayaan ke lembaga perbankan di masa depan.

Bazar ini pun menjadi laboratorium nyata bagi transformasi digital UMKM, di mana tradisi berdagang secara langsung bertemu dengan efisiensi teknologi modern.

Optimalisasi Promosi Produk Unggulan Daerah Ke Tingkat Nasional

Kemenparekraf juga memanfaatkan kekuatan media sosial dan jaringan komunikasi kementerian untuk mempromosikan Bazar Ramadhan Lhokseumawe ini. Produk-produk yang memiliki potensi tinggi akan mendapatkan atensi khusus untuk dipromosikan ke tingkat nasional melalui berbagai platform digital Kemenparekraf. Hal ini memberikan nilai tambah bagi peserta bazar, karena produk mereka memiliki peluang untuk dikenal hingga ke luar wilayah Aceh.

Target jangka panjang dari perluasan akses pasar ini adalah terciptanya kemandirian ekonomi bagi pelaku industri kreatif di Lhokseumawe. Pemerintah berharap, antusiasme yang terbangun selama bulan Ramadhan dapat berlanjut menjadi loyalitas pelanggan di bulan-bulan berikutnya. Dengan kualitas produk yang terjaga dan akses pasar yang semakin terbuka, UMKM Aceh siap menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Sinergi Pemerintah Daerah Dan Pusat Demi Keberhasilan Ekonomi Lokal

Keberhasilan penyelenggaraan bazar ini merupakan hasil kolaborasi yang erat antara Kemenparekraf dan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Sinergi ini mencakup penyediaan lokasi, perizinan, hingga mobilisasi massa. Dukungan dari berbagai instansi terkait memastikan bahwa kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan tetap mematuhi standar kebersihan yang berlaku.

Kemenparekraf berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program serupa di berbagai daerah lain sebagai bagian dari percepatan pemulihan ekonomi nasional. Melalui Bazar Ramadhan ini, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa pemerintah hadir secara nyata di tengah masyarakat untuk mendukung setiap langkah kecil para pelaku UMKM. Masa depan ekonomi Indonesia ada di tangan mereka yang berani berkreasi dan terus bergerak maju secara praktis dan kolaboratif.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kadin Dorong Regulasi Digital Memberi Ruang Tumbuh Pelaku UMKM Nasional

Kadin Dorong Regulasi Digital Memberi Ruang Tumbuh Pelaku UMKM Nasional

Harga BBM Hari Ini 27 Februari 2026 Terbaru Simak Rinciannya Praktis

Harga BBM Hari Ini 27 Februari 2026 Terbaru Simak Rinciannya Praktis

Daftar Harga BBM Pertamina 27 Februari 2026 Lengkap Di Seluruh SPBU Praktis

Daftar Harga BBM Pertamina 27 Februari 2026 Lengkap Di Seluruh SPBU Praktis

Ibas Tekankan Kedaulatan Pangan lewat Dialog Petani di Ngawi Ramadan 2026

Ibas Tekankan Kedaulatan Pangan lewat Dialog Petani di Ngawi Ramadan 2026

Harga Sawit Petani Aceh Singkil Bertahan Rp 2.500 per Kg Ramadhan Ini

Harga Sawit Petani Aceh Singkil Bertahan Rp 2.500 per Kg Ramadhan Ini