Jumat, 27 Februari 2026

United Tractors Perkuat Portofolio Tambang Dan Alat Berat Nasional

United Tractors Perkuat Portofolio Tambang Dan Alat Berat Nasional
United Tractors Perkuat Portofolio Tambang Dan Alat Berat Nasional

JAKARTA - Kinerja bisnis sektor tambang dan alat berat masih menjadi fondasi utama dalam menjaga profitabilitas perusahaan besar di Indonesia. 

Salah satu pemain utama di industri tersebut adalah PT United Tractors Tbk atau UNTR, yang merupakan bagian dari grup PT Astra International Tbk.

Meski menghadapi tekanan pada sisi pendapatan, UNTR tetap mampu mencatat laba bersih yang tergolong besar sepanjang tahun 2025. 

Baca Juga

ESDM dan PLN Perkuat Sinergi Antisipasi Kelangkaan Batu Bara untuk PLTU

Perusahaan berhasil mengoptimalkan berbagai lini bisnis strategis yang dimiliki, mulai dari kontraktor penambangan hingga perdagangan alat berat dan aktivitas pertambangan mineral.

Sebagai perusahaan dengan basis bisnis diversifikasi, kinerja UNTR menunjukkan bahwa struktur usaha yang terintegrasi masih mampu menopang stabilitas keuntungan perusahaan. Hal ini terlihat dari kontribusi beberapa segmen usaha yang tetap menghasilkan pendapatan signifikan.

Kinerja Pendapatan UNTR Terkoreksi Tipis

Sepanjang 2025, PT United Tractors Tbk membukukan pendapatan bersih sebesar Rp131,3 triliun. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 2,32 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai Rp134,4 triliun pada 2024.

Di sisi lain, profitabilitas perusahaan mengalami penurunan yang lebih terlihat. Laba bersih UNTR tercatat sebesar Rp14,81 triliun pada 2025, atau turun sekitar 24,17 persen secara tahunan dari posisi Rp19,53 triliun pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini tidak lepas dari dinamika pasar komoditas global, tekanan biaya operasional, serta perubahan permintaan pada beberapa segmen industri. Namun manajemen tetap menilai bahwa kinerja perusahaan masih berada dalam koridor yang sehat.

Segmen Kontraktor Penambangan Jadi Kontributor Terbesar

Berdasarkan laporan manajemen, segmen kontraktor penambangan menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi PT United Tractors Tbk selama 2025.

Segmen ini mencatat pendapatan sebesar Rp54,1 triliun. Aktivitas kontraktor penambangan tetap menjadi tulang punggung utama karena permintaan jasa pertambangan yang masih cukup stabil.

Perusahaan juga terus menjaga efisiensi operasional pada segmen ini dengan menerapkan manajemen proyek yang lebih ketat serta optimalisasi penggunaan sumber daya.

Selain kontraktor penambangan, segmen mesin konstruksi juga memberikan kontribusi penting terhadap struktur pendapatan perusahaan.

Mesin Konstruksi Tetap Menjadi Pilar Strategis UNTR

Segmen mesin konstruksi mencatat pendapatan sebesar Rp36,6 triliun pada 2025. Meskipun mengalami penurunan sekitar 2 persen, segmen ini masih menunjukkan daya tahan yang kuat.

Penjualan alat berat merek Komatsu Ltd. tercatat meningkat sebesar 2 persen menjadi 4.515 unit. Peningkatan tersebut didorong oleh permintaan sektor kehutanan dan perkebunan yang mulai menunjukkan pemulihan aktivitas.

Riset pasar internal perusahaan menunjukkan bahwa pangsa pasar Komatsu berada pada level 20 persen, menjadikan merek tersebut tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar alat berat khususnya di sektor pertambangan nasional.

Selain Komatsu, UNTR juga memasarkan kendaraan komersial seperti Scania AB dan UD Trucks.

Penjualan Scania mengalami peningkatan dari 436 unit menjadi 466 unit. Sementara itu, penjualan UD Trucks justru mengalami penurunan dari 234 unit menjadi 155 unit sepanjang periode yang sama.

Pendapatan dari layanan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat juga mengalami koreksi sekitar 3 persen menjadi Rp11,3 triliun.

Tambang Batu Bara dan Mineral Masih Jadi Sumber Cuan

Selain mesin konstruksi, segmen pertambangan tetap menjadi sumber pendapatan utama perusahaan.

Pendapatan dari pertambangan batu bara tercatat sebesar Rp24,2 triliun. Sementara itu, kontribusi dari pertambangan emas dan mineral lainnya mencapai Rp14 triliun.

Aktivitas pertambangan masih dipengaruhi oleh volatilitas harga komoditas global, kebijakan energi internasional, serta permintaan industri manufaktur dunia.

Manajemen PT United Tractors Tbk terus mengupayakan diversifikasi produk tambang untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas saja.

Strategi Efisiensi dan Masa Depan Bisnis UNTR

Ke depan, perusahaan akan lebih fokus pada peningkatan efisiensi operasional serta optimalisasi aset produktif.

Pendekatan bisnis yang diterapkan tidak hanya mengejar volume produksi, tetapi juga mempertimbangkan stabilitas keuntungan jangka panjang. Hal ini menjadi penting mengingat industri alat berat dan pertambangan memiliki karakter siklus bisnis yang relatif fluktuatif.

Manajemen juga terus melakukan evaluasi terhadap portofolio bisnis agar sesuai dengan perkembangan industri energi dan infrastruktur nasional.

Sebagai bagian dari grup PT Astra International Tbk, kinerja UNTR juga memberikan kontribusi penting terhadap ekosistem industri otomotif dan alat berat Indonesia.

Tantangan Industri dan Prospek UNTR 2026

Industri alat berat dan pertambangan diperkirakan masih akan menghadapi berbagai tantangan pada 2026, termasuk fluktuasi harga komoditas global dan perubahan kebijakan energi.

Namun, posisi PT United Tractors Tbk sebagai pemain utama di sektor ini memberikan modal kuat untuk mempertahankan stabilitas kinerja.

Strategi diversifikasi usaha, penguatan layanan pelanggan, serta peningkatan efisiensi teknologi operasional menjadi fokus utama perusahaan.

Dengan fondasi bisnis yang relatif kuat, UNTR diharapkan mampu menjaga kinerja keuangan sekaligus mempertahankan daya saing di industri alat berat dan pertambangan nasional.

Transformasi bisnis yang dilakukan menunjukkan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

SIG Catat Nol Fatalitas Sepanjang 2025, Produktivitas Operasional Tetap Optimal

SIG Catat Nol Fatalitas Sepanjang 2025, Produktivitas Operasional Tetap Optimal

Kinerja ENRG 2025 Melesat, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun Berkat Kenaikan Penjualan

Kinerja ENRG 2025 Melesat, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun Berkat Kenaikan Penjualan

BSDE Bidik Pra-Penjualan Rp10 Triliun pada 2026, Segmen Residensial Jadi Andalan Utama

BSDE Bidik Pra-Penjualan Rp10 Triliun pada 2026, Segmen Residensial Jadi Andalan Utama

14 Kapal PELNI Siap Layani Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Makassar

14 Kapal PELNI Siap Layani Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Makassar

Jadwal Kapal Pelni KM Sirimau Maret 2026: Rute Lengkap Sorong Ambon

Jadwal Kapal Pelni KM Sirimau Maret 2026: Rute Lengkap Sorong Ambon