Jumat, 27 Februari 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Pilihan Saham Unggulan Untuk Perdagangan Hari Ini

Analisis Pergerakan IHSG dan Pilihan Saham Unggulan Untuk Perdagangan Hari Ini
Analisis Pergerakan IHSG dan Pilihan Saham Unggulan Untuk Perdagangan Hari Ini

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari Jumat, 27 Februari 2026, di tengah bayang-bayang tekanan global yang cukup signifikan.

Berdasarkan penutupan perdagangan sebelumnya, indeks mengalami pelemahan sebesar 1,05 persen atau turun 86,97 poin ke posisi 8.235,26. Meskipun sempat dibuka lebih tinggi di level 8.351,36, aksi jual masif di berbagai sektor, khususnya transportasi dan infrastruktur, menyeret indeks ke zona merah.

Volatilitas ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mengancam stabilitas pasokan energi dunia melalui Selat Hormuz.

Baca Juga

Jadwal Lengkap Bus DAMRI Jogja–YIA 27 Februari 2026, Cek Jam Operasional dan Tarif Terbaru

Di pasar global, Wall Street juga menunjukkan tren yang kurang menggembirakan dengan indeks Nasdaq dan S&P 500 yang terkoreksi akibat tekanan pada sektor teknologi.

Secara domestik, investor masih mencermati kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang tetap bertahan di level 4,75 persen sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Dengan kondisi pasar yang dinamis ini, para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan menerapkan strategi investasi yang disiplin.

Proyeksi IHSG Antara Harapan Rebound dan Risiko Koreksi Lanjutan

Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini diprediksi akan bergerak fluktuatif dalam rentang support 8.150 hingga resistance 8.350. Sebagian analis optimis akan adanya potensi technical rebound terbatas mengingat indeks masih berada di atas area rata-rata bergerak (MA20). Namun, risiko koreksi lanjutan menuju rentang 8.149 hingga 8.217 tetap perlu diwaspadai jika tekanan jual asing tidak kunjung mereda.

"Pasar menanti perkembangan negosiasi AS–Iran yang akan mempengaruhi arus risk asset dan pergerakan komoditas," ungkap tim analis dalam laporannya. Di sisi lain, fokus investor juga tertuju pada perkembangan finalisasi indeks MSCI yang diharapkan menjadi katalis positif bagi aliran modal asing ke pasar modal Indonesia.

Strategi Investasi di Sektor Perbankan dan Rekomendasi Saham Pilihan

Sektor perbankan tetap menjadi pilar utama yang dipantau investor. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi salah satu saham pilihan dengan rekomendasi Trading Buy.

Meskipun sempat terkoreksi ke Rp3.950, BBRI dinilai masih memiliki potensi penguatan menuju target resistensi di level Rp4.050 selama mampu bertahan di atas harga Rp3.850. BBRI tetap menarik di tengah target pertumbuhan penyaluran kredit yang lebih selektif di kisaran 7 persen hingga 9 persen tahun ini.

Selain perbankan, tim analis juga merekomendasikan strategi Buy on Breakout untuk saham pertambangan seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target harga di Rp9.800 dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan target di Rp2.570. Strategi ini disarankan bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum penguatan harga komoditas global.

Fokus Pada Saham Sektor Mineral dan Energi Terintegrasi

MNC Sekuritas memberikan perhatian khusus pada sektor mineral dengan merekomendasikan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). ADMR disarankan melalui strategi Buy on Weakness pada rentang Rp2.090 - Rp2.120 dengan target penguatan ke Rp2.230. Sementara itu, ANTM yang ditutup melemah di Rp4.330 pada sesi sebelumnya, mendapatkan rekomendasi Speculative Buy dengan target harga di Rp4.550 - Rp4.680.

Selain itu, saham lain yang masuk dalam radar adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT Harum Energy Tbk (HRUM). Pergerakan saham-saham di sektor ini sangat bergantung pada fluktuasi harga nikel dan emas dunia yang saat ini tengah berada dalam fase konsolidasi menanti kepastian rilis data ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan moneter The Fed.

Pentingnya Manajemen Risiko di Tengah Ketidakpastian Pasar Modal

Mengingat tingginya ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga komoditas, manajemen risiko menjadi kunci bagi investor untuk bertahan di pasar saham. Investor disarankan untuk selalu memasang batas stop loss pada setiap posisi perdagangan guna mengantisipasi pembalikan arah pasar yang mendadak. Seperti pada saham PT Petrosea Tbk (PTRO), analis Herditya Wicaksana menyarankan Speculative Buy dengan level pengamanan risiko (support) di Rp5.725.

"Perlu dipahami bahwa fokus dari analisa teknikal adalah melihat arah pergerakan saham dengan mempertimbangkan indikator pasar yang berbeda dengan fundamental," tulis tim Mandiri Sekuritas.

Oleh karena itu, sinergi antara pemahaman teknikal dan pemantauan berita global sangat diperlukan untuk meraih cuan maksimal di tengah kondisi IHSG yang sedang mencari arah baru di penghujung bulan Februari ini.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Syariah Rp9,8 Triliun pada 2025

Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Syariah Rp9,8 Triliun pada 2025

Panduan Lengkap Prosedur Penukaran Uang Baru Melalui Layanan Kas Bank Indonesia

Panduan Lengkap Prosedur Penukaran Uang Baru Melalui Layanan Kas Bank Indonesia

Layanan Resmi Penukaran Uang Baru Bank Indonesia Wilayah Medan Tahun 2026

Layanan Resmi Penukaran Uang Baru Bank Indonesia Wilayah Medan Tahun 2026

Update Harga Emas Antam UBS Galeri 24 Pegadaian Jumat Stabil

Update Harga Emas Antam UBS Galeri 24 Pegadaian Jumat Stabil

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini Jumat 27 Februari 2026 Stabil

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini Jumat 27 Februari 2026 Stabil