Kemenhub Siapkan Strategi Antimacet Sambut 27 Juta Pemudik Ke Arah Jatim Lebaran 2026
- Minggu, 22 Februari 2026
JAKARTA - Pemerintah pusat bersama pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah memperkuat koordinasi dan strategi menghadapi lonjakan besar aktivitas mudik Lebaran 2026 yang diproyeksikan akan membanjiri wilayah Jawa Timur dengan sekitar 27,29 juta pemudik. Prediksi tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai tujuan mudik kedua terbesar di Indonesia setelah Jawa Tengah berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang juga memperkirakan total pergerakan masyarakat selama angkutan Lebaran mencapai 143,91 juta orang secara nasional.
Kemenhub dan Pemprov Jatim Perkuat Kolaborasi Operasional
Untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat yang sangat tinggi tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah melakukan pertemuan strategis dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam pertemuan ini, kedua pihak menegaskan pentingnya sinergi dalam mempersiapkan sarana, prasarana, serta dukungan operasional di berbagai moda transportasi agar arus mudik berjalan lancar, aman, dan selamat.
Baca JugaKemenag Tegaskan Dana Zakat Tak Boleh Dipakai untuk Program Makan Bergizi Gratis
Khofifah menyampaikan bahwa seluruh komponen pemerintah daerah dan instansi terkait telah melakukan koordinasi teknis dan antisipatif secara intensif. Fokus utamanya adalah memastikan kesiapan transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian, termasuk optimalisasi infrastruktur di terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, serta jalur tol utama yang dilalui pemudik.
Pendekatan Pengaturan Lalu Lintas dan Delaying System
Salah satu strategi yang disiapkan adalah pengaturan lalu lintas berbasis simpul transportasi dan peningkatan kapasitas layanan. Kemenhub merencanakan upaya seperti delaying system di Pelabuhan Ketapang, serta pemanfaatan Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II (UPPKB) sebagai rest area sementara untuk meredam gejolak kepadatan. Pendekatan tersebut bertujuan untuk mengatur alur pergerakan kendaraan dan penumpang sehingga titik-titik padat terkelola lebih baik.
Langkah lain adalah penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pengaturan angkutan Lebaran tahun ini bersama Polri, serta dukungan program mudik gratis untuk mengurangi tekanan di moda transportasi umum dan jalur utama.
Perluasan dan Penguatan Infrastruktur Transportasi
Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan beberapa upaya praktis untuk menunjang kelancaran arus mudik. Salah satunya adalah pembukaan kembali jalur tol Kraksaan–Gending di Situbondo, yang diharapkan dapat mengurai kepadatan kendaraan di jalur menuju timur provinsi tersebut. Selain itu, dukungan tambahan fasilitas umum seperti stasiun pengisian bahan bakar dan layanan medis di sepanjang rute utama juga sedang dipersiapkan.
Skema penguatan infrastruktur ini juga mencakup kesiapan fasilitas pelayanan di titik-titik rawan kemacetan, jalur wisata yang biasa dipadati pemudik, serta pusat-pusat kegiatan ekonomi di sepanjang rute tradisional mudik. Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diharapkan dapat memberikan informasi dini terhadap potensi gangguan cuaca yang bisa mempengaruhi arus mudik.
Peran Posko Terpadu dan Personel Siaga
Untuk mendukung pengaturan tersebut, berbagai posko dan pos pemantau telah disiapkan di sejumlah titik strategis. Pemerintah juga menyiapkan ribuan personel yang berasal dari Dinas Perhubungan provinsi dan kabupaten/kota, PT Kereta Api Indonesia, instansi sektor laut, serta operator tol, untuk siaga melayani pemudik sekaligus merespons kejadian tak terduga seperti kecelakaan atau kondisi darurat.
Kemenhub memperkirakan jumlah pergerakan penumpang angkutan umum di wilayah Jawa Timur akan mengalami kenaikan dari sekitar 7,3 juta menjadi 7,7 juta penumpang, naik sekitar 5,19 persen dari tahun sebelumnya, sehingga persiapan back-up layanan sangat diperlukan untuk menghindari kemacetan parah ataupun antrean panjang di berbagai titik transit.
Optimalisasi Moda Transportasi dan Pelayanan Publik
Selain itu, pemerintah bersama stakeholder juga tengah mengoptimalkan layanan transportasi publik sebagai alternatif bagi pemudik yang memilih tidak menggunakan kendaraan pribadi. Penambahan jadwal kereta api, pemberian informasi perjalanan secara real time, hingga pelayanan ekstra di bandara-bandara dengan rute favorit menjadi bagian dari strategi keseluruhan.
Upaya peningkatan pelayanan publik ini diharapkan tidak hanya mempercepat sirkulasi penumpang tetapi juga mengurangi potensi kemacetan di jalan tol dan jalur arteri utama. Pemerintah berharap, dengan koordinasi yang matang dan kesiapan sistem yang terintegrasi, lonjakan arus mudik yang sangat besar ini dapat dikelola secara efektif tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Dengan demikian, Jawa Timur diharapkan tidak hanya menjadi tujuan utama mudik tetapi juga contoh kesiapan layanan transportasi yang efektif di tengah lonjakan pergerakan masyarakat dalam tradisi mudik Lebaran.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kebijakan Baru Kemenag Atur Jadwal Pembelajaran Pesantren Selama Ramadhan 1447 H dengan Rinci
- Minggu, 22 Februari 2026
Kemenhub Proyeksikan Pergerakan Mudik Lebaran 2026 Capai Hampir 144 Juta Orang
- Minggu, 22 Februari 2026
Komisi X DPR Tegaskan MBG Tidak Pangkas Anggaran Pendidikan dan Dorong Kesejahteraan Guru
- Minggu, 22 Februari 2026
Panduan Lengkap Mengatur Keuangan Selama Bulan Puasa Supaya Tetap Sehat dan Tidak Boros
- Minggu, 22 Februari 2026
Berita Lainnya
Mendagri Pastikan Jembatan Krueng Tingkeum Bireuen Rampung Juli 2026 dengan Progres Signifikan
- Minggu, 22 Februari 2026
Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Prabowo Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Terdampak Nasional
- Minggu, 22 Februari 2026
Kemenhub Proyeksikan Pergerakan Mudik Lebaran 2026 Capai Hampir 144 Juta Orang
- Minggu, 22 Februari 2026











