Sabtu, 14 Februari 2026

UPTD PP Gentuma Dorong Perlindungan Nelayan Lewat Asuransi Mikro Bahari

UPTD PP Gentuma Dorong Perlindungan Nelayan Lewat Asuransi Mikro Bahari
UPTD PP Gentuma Dorong Perlindungan Nelayan Lewat Asuransi Mikro Bahari

JAKARTA - Profesi nelayan merupakan salah satu pekerjaan dengan tingkat risiko paling tinggi di Indonesia. Di balik besarnya potensi sumber daya laut kita, tersimpan bahaya nyata yang setiap saat mengintai para pejuang samudera ini. Nelayan Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjalankan profesinya. Selain cuaca yang tidak menentu, mereka juga harus berhadapan dengan risiko kecelakaan yang dapat membahayakan jiwa dan keselamatan.

Mirisnya, kerentanan fisik di tengah laut sering kali tidak dibarengi dengan jaminan finansial yang memadai. Kondisi ini semakin diperparah dengan kurangnya jaminan perlindungan terhadap kehidupan dan aset mereka, seperti kapal yang menjadi sarana utama dalam mencari nafkah. Meski sektor kelautan dan perikanan menjadi pilar ekonomi Indonesia, kesejahteraan nelayan masih jauh dari kata ideal. Menjawab keresahan tersebut, pemerintah melalui instansi terkait terus berupaya memperluas jaring pengaman sosial bagi masyarakat pesisir melalui instrumen asuransi yang tepat sasaran.

Peran Pemerintah dalam Memberikan Rasa Aman bagi Nelayan

Baca Juga

Harga Emas Antam Naik Empat Belas Ribu Galeri Dua Puluh Empat Anjlok

Kehadiran negara di tengah masyarakat nelayan sangat krusial untuk meminimalisir dampak kerugian akibat bencana atau kecelakaan kerja. Untuk memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko tersebut, pemerintah hadir dengan program Bantuan Premi Asuransi Nelayan, yang bertujuan memberikan rasa aman bagi nelayan selama menjalani aktivitas penangkapan ikan. Program ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan bentuk konkret dukungan negara terhadap keberlangsungan hidup keluarga nelayan.

Perlindungan yang diberikan pun kini semakin komprehensif. Selain aspek keselamatan jiwa, program ini juga mencakup perlindungan terhadap kapal nelayan yang rawan terhadap kerusakan akibat cuaca buruk, kecelakaan, hingga kebakaran. Dengan adanya asuransi, nelayan dapat lebih fokus bekerja tanpa khawatir akan kerugian yang terjadi akibat risiko yang tak terduga. Keberadaan asuransi kapal ini sangat vital karena bagi nelayan, kapal adalah aset terpenting yang menentukan apakah mereka bisa melaut keesokan harinya atau tidak.

Sinergi UPTD Gentuma dan ASKRINDO di Gorontalo

Sebagai langkah nyata untuk mengedukasi masyarakat pesisir di Gorontalo, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Perikanan (PP) Gentuma mengambil inisiatif strategis. Dalam rangka memperkenalkan program ini, UPTD Pelabuhan Perikanan (PP) Gentuma bekerja sama dengan PT. Asuransi Kredit Indonesia (ASKRINDO) menggelar sosialisasi Asuransi Mikro Bahari, Kamis, 12 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan regulator, penyedia jasa asuransi, dan para pelaku usaha perikanan dalam satu forum edukasi. Sosialisasi ini dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri dari perwakilan PPN Kwandang, Angkatan Laut, Polair, serta pemilik kapal yang berdomisili di sekitar Pelabuhan Perikanan Gentuma. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan sistem pengawasan dan perlindungan yang lebih terintegrasi bagi para nelayan yang beroperasi di wilayah perairan Gorontalo Utara.

Tujuan dan Manfaat Jangka Panjang Asuransi Mikro Bahari

Pemahaman mengenai pentingnya proteksi finansial sering kali masih rendah di kalangan nelayan tradisional. Oleh karena itu, pendekatan persuasif melalui sosialisasi menjadi kunci utama. "Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada nelayan dan pemilik kapal mengenai manfaat program asuransi," kata Kepala UPTD PP Gentuma, Yusni Trisa Pakaya.

Yusni menekankan bahwa asuransi ini bukan sekadar beban biaya tambahan, melainkan investasi untuk keamanan di masa depan. Menurutnya, asuransi ini memberikan jaminan perlindungan bagi nelayan agar mereka dapat terhindar dari berbagai risiko yang dapat terjadi selama kegiatan penangkapan ikan, baik itu melalui program asuransi nelayan maupun asuransi kapal ikan. Risiko hilangnya penghasilan akibat kapal rusak atau cedera fisik dapat ditekan seminimal mungkin melalui skema klaim yang ditawarkan oleh ASKRINDO.

Menjaga Keberlanjutan Profesi Nelayan di Tengah Tantangan Global

Dinamika cuaca global yang semakin sulit diprediksi menuntut kesiapsiagaan yang lebih tinggi bagi mereka yang menggantungkan hidup pada laut. Dengan adanya program ini, diharapkan nelayan dan pemilik kapal dapat lebih tenang dan fokus pada aktivitas mereka, serta memperoleh perlindungan yang memadai untuk menjaga keselamatan dan keberlanjutan profesi mereka di tengah tantangan di laut.

Keberhasilan program Asuransi Mikro Bahari ini nantinya akan diukur dari seberapa banyak nelayan yang tercover dan merasa terbantu saat musibah datang. Pemerintah melalui UPTD PP Gentuma berkomitmen untuk terus mendampingi nelayan dalam proses administrasi agar manfaat dari asuransi ini benar-benar bisa dirasakan secara langsung. Dengan laut yang terjaga dan nelayan yang terlindungi, masa depan sektor perikanan Gorontalo diharapkan akan semakin cerah dan tangguh menghadapi segala risiko yang ada.

David

David

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Februari Dijual Dua Juta Rupiah

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Februari Dijual Dua Juta Rupiah

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 14  Februari Semakin Meroket Tajam

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 14 Februari Semakin Meroket Tajam

Prediksi IHSG Dan Rekomendasi Saham Rabu 18 Februari 2026

Prediksi IHSG Dan Rekomendasi Saham Rabu 18 Februari 2026

Tren Pasar Asuransi Soft Market Asia Picu Persaingan Sengit di Indonesia

Tren Pasar Asuransi Soft Market Asia Picu Persaingan Sengit di Indonesia

Optimisme Menkeu Purbaya Bawa Ekonomi Indonesia Menuju Fase Ekspansi 2033

Optimisme Menkeu Purbaya Bawa Ekonomi Indonesia Menuju Fase Ekspansi 2033