Sabtu, 14 Februari 2026

Bupati Gunungkidul Dorong Modernisasi Pertanian Guna Perkuat Hasil Panen

Bupati Gunungkidul Dorong Modernisasi Pertanian Guna Perkuat Hasil Panen
Bupati Gunungkidul Dorong Modernisasi Pertanian Guna Perkuat Hasil Panen

JAKARTA - Wajah sektor pertanian di Kabupaten Gunungkidul kini tengah bertransformasi seiring dengan masuknya teknologi mekanisasi yang lebih efisien. Menghadapi tantangan zaman, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mendorong petani untuk mengikuti perkembangan zaman guna meningkatkan hasil pertanian. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga sekaligus meningkatkan taraf hidup para penggarap lahan di wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya modernisasi sektor pertanian yang terus didorong pemerintah daerah. Melalui modernisasi, proses yang selama ini menguras banyak tenaga dan waktu kini dapat dipangkas secara signifikan. Bupati menekankan bahwa adopsi teknologi bukan berarti meninggalkan nilai-nilai lokal, melainkan memperkuat fondasi ekonomi petani melalui cara yang lebih cerdas dan produktif.

Sinergi Pemerintah dan Kelompok Tani dalam Perencanaan Masa Tanam

Baca Juga

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru 14 Februari 2026 Seluruh Indonesia

Keberhasilan panen di Gunungkidul tidak lepas dari peran aktif otoritas terkait yang memberikan pendampingan teknis secara intensif. Menurut Endah, melalui atensi dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, para petani diarahkan agar mampu mencapai target produksi sesuai perencanaan masa tanam dan panen. Konsistensi dalam mengikuti jadwal tanam yang telah disusun menjadi kunci agar risiko gagal panen dapat diminimalisir.

Selain pendampingan teknis, aspek kolaborasi menjadi roh utama dalam pengelolaan lahan di Bumi Handayani. Upaya ini dilakukan dengan semangat gotong royong antara gabungan kelompok tani dan pemerintah. “Pemerintah memberikan bantuan berupa pupuk dan alat pertanian, sedangkan petani menggarap sawah dengan sungguh-sungguh sesuai masa tanam dan panen yang telah disarankan. Dengan kolaborasi ini, hasilnya cukup maksimal,” ujar Endah, Jumat, 13 Februari 2026. Sinergi ini membuktikan bahwa dukungan fasilitas dari negara akan membuahkan hasil optimal ketika disambut dengan kerja keras para petani.

Transformasi Teknologi: Dari Sabit Manual ke Mesin Modern

Bupati Endah juga menyoroti bagaimana perbedaan besar yang terjadi antara pola tani tradisional dengan metode mekanisasi saat ini. Ia menjelaskan, perkembangan teknologi pertanian kini sangat membantu pekerjaan petani. Efisiensi ini terlihat nyata pada seluruh siklus pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen tiba.

Jika dahulu panen padi dilakukan secara manual menggunakan sabit, kini sudah tersedia mesin panen yang dapat langsung memasukkan hasil panen ke dalam karung. Selain lebih cepat, penggunaan mesin ini juga mengurangi potensi gabah yang terbuang (losses). Proses tanam yang sebelumnya mengharuskan petani berjongkok dan menunduk di bawah terik matahari, kini juga telah terbantu dengan alat tanam modern. Begitu pula dalam pengolahan lahan, yang dulu menggunakan cangkul, sekarang telah memanfaatkan mesin pembajak sawah. Perubahan ini secara langsung meningkatkan kenyamanan kerja bagi para petani di lapangan.

Pengelolaan Alat Bersama dan Penguatan Solidaritas Antarpetani

Meskipun teknologi memberikan kemudahan, Bupati mengingatkan bahwa penggunaan alat-alat mesin pertanian (Alsintan) yang terbatas membutuhkan manajemen sosial yang baik. Penggunaan alat modern yang umumnya dimiliki secara kolektif oleh kelompok tani menuntut adanya rasa saling memiliki dan keadilan dalam pembagian waktu pemakaian.

“Karena alatnya besar dan digunakan bersama, harus ada saling pengertian. Jika tidak dikelola dengan baik, bisa menimbulkan persoalan,” ucapnya. Kerja sama dalam mengoperasikan alat ini justru diharapkan menjadi perekat baru bagi kerukunan warga desa. Bupati tidak ingin kehadiran mesin justru mengikis interaksi sosial, melainkan harus menjadi sarana baru untuk bekerja sama secara lebih sistematis.

Ia berharap perbaikan sistem pengelolaan peralatan melalui Dinas Pertanian dan Pangan dapat semakin meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kebersamaan antar petani di Gunungkidul. Dengan pengelolaan yang transparan dan terjadwal, modernisasi diharapkan tidak hanya membawa keuntungan finansial secara kuantitas hasil panen, tetapi juga menjaga warisan gotong royong yang telah lama menjadi identitas masyarakat tani di Gunungkidul.

David

David

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Laporan PIHPS Rilis Harga Pangan Nasional Bawang Merah Dan Cabai Melonjak

Laporan PIHPS Rilis Harga Pangan Nasional Bawang Merah Dan Cabai Melonjak

Harga Pangan Maluku Utara PIHPS Cabai Rawit Merah Tetap Rp120.000 Per Kilogram

Harga Pangan Maluku Utara PIHPS Cabai Rawit Merah Tetap Rp120.000 Per Kilogram

Atto 3 Tembus 3.361 Unit BYD Dominasi Pasar Mobil Listrik Di Januari 2026

Atto 3 Tembus 3.361 Unit BYD Dominasi Pasar Mobil Listrik Di Januari 2026

HGII Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Dukungan Saprotan Bagi Petani Tapanuli

HGII Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Dukungan Saprotan Bagi Petani Tapanuli

Tol Cibitung-Cilincing Perkuat Konektivitas Industri dan Pelabuhan Tanjung Priok

Tol Cibitung-Cilincing Perkuat Konektivitas Industri dan Pelabuhan Tanjung Priok