Prediksi 1,67 Juta Penumpang Padati Ketapang Gilimanuk Saat Lebaran 2026
- Rabu, 11 Februari 2026
JAKARATA - Lonjakan mobilitas masyarakat pada momen Lebaran 2026 diperkirakan akan terasa signifikan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Jalur yang menghubungkan Jawa dan Bali ini kembali menjadi salah satu titik krusial arus mudik dan balik nasional. Aktivitas penyeberangan diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan jumlah penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 mencapai 1,67 juta orang di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Proyeksi ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat yang memilih jalur penyeberangan laut untuk perjalanan mudik.
Baca JugaPertamina Perluas Edukasi Energi Bersih Lewat Sekolah Energi Berdikari di Tuban Jawa Timur
Angka itu meningkat sekitar tiga persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 1,62 juta penumpang. Kenaikan tersebut mencerminkan pertumbuhan mobilitas yang konsisten dari tahun ke tahun.
Tidak hanya penumpang, pergerakan kendaraan juga diperkirakan mengalami peningkatan. Hal ini membuat kesiapan operasional dan manajemen arus menjadi faktor penting dalam menghadapi musim Lebaran mendatang.
Proyeksi Kenaikan Penumpang dan Kendaraan
Senior General Manager Regional III ASDP Lutfi Pratama Adi Subarkah, dalam jumpa pers di Kantor ASDP Ketapang, Banyuwangi, Selasa, mengatakan bahwa peningkatan juga terjadi pada kendaraan yang diperkirakan mencapai 453.964 unit, naik 5 persen dari 427.033 unit pada 2025.
Kenaikan jumlah kendaraan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah penumpang yang menyeberang. Kendaraan pribadi dan angkutan logistik diperkirakan mendominasi pergerakan selama periode angkutan Lebaran.
“Ada kenaikan tiga kali lipat dibandingkan rata-rata jumlah penumpang harian saat normal yang sekitar 10-11 ribu orang,” kata Lutfi. Lonjakan ini menunjukkan perbedaan signifikan antara hari biasa dan musim mudik.
Dengan peningkatan tersebut, ASDP menilai perlu adanya strategi operasional yang matang agar pelayanan tetap berjalan lancar dan aman bagi seluruh pengguna jasa.
Prediksi Trip Kapal dan Pergerakan Mudik
Berdasarkan data prediksi angkutan Lebaran 2026, jumlah trip kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk diperkirakan mencapai 10.080 perjalanan, naik 4 persen dibandingkan realisasi 2025 sebanyak 9.658 trip.
Peningkatan jumlah perjalanan kapal ini menjadi salah satu langkah antisipatif untuk mengurangi antrean panjang di pelabuhan. Frekuensi penyeberangan yang lebih tinggi diharapkan mampu mempercepat distribusi kendaraan dan penumpang.
Dari jumlah tersebut, arus mudik dari Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan mencapai 4.928 perjalanan, dengan penumpang sebanyak 876.439 orang dan kendaraan 239.519 unit, masing-masing naik 4–5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Data ini menunjukkan bahwa arus keluar dari Bali menuju Jawa saat mudik diperkirakan cukup dominan. Koordinasi antarinstansi pun menjadi kunci agar arus berjalan tertib.
Proyeksi Arus Balik dan Pola Operasi Khusus
Sementara itu, arus balik dari Pelabuhan Ketapang diproyeksikan meningkat menjadi 5.152 perjalanan, dengan total 799.485 penumpang dan 214.445 kendaraan. Arus balik ini diperkirakan terjadi secara bertahap setelah perayaan Lebaran.
Lutfi memaparkan ASDP juga menyiapkan pola operasi khusus untuk mengantisipasi kepadatan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Skema ini disusun berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
Dalam kondisi normal, sebanyak 28 kapal beroperasi. Jika terjadi kepadatan, jumlah kapal akan ditambah menjadi 30 unit, sedangkan untuk kondisi sangat padat ASDP akan mengoperasikan hingga 32 kapal.
Adapun indikator kepadatan ditentukan dari panjang antrean kendaraan, mulai dari 190 meter hingga 1,3 kilometer dari area pelabuhan. Parameter ini menjadi acuan untuk penambahan armada secara situasional.
Perkiraan Puncak Mudik dan Faktor Pendukung Lonjakan
Lutfi mengatakan puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 17 Maret 2026 dengan total penumpang mencapai 32.150 orang, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 26 Maret 2026 dengan jumlah penumpang sekitar 27.038 orang.
Perkiraan tanggal puncak ini penting bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan agar terhindar dari kepadatan ekstrem. Informasi tersebut juga membantu otoritas dalam mengatur distribusi armada.
Ia menambahkan momentum Lebaran tahun ini bertepatan dengan libur sekolah, cuti bersama, serta Hari Raya Nyepi pada 19 Maret, sehingga diperkirakan akan menambah intensitas pergerakan penumpang dan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Kombinasi sejumlah momentum libur tersebut diyakini menjadi faktor utama meningkatnya mobilitas. Dengan berbagai proyeksi dan persiapan yang telah disampaikan, ASDP berharap layanan penyeberangan selama Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar bagi seluruh pengguna jasa.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Memilih Sepatu Onitsuka Tiger Terbaik: Ikon Klasik Yang Tak Lekang Oleh Waktu
- Rabu, 11 Februari 2026
Berita Lainnya
Produsen Otomotif Geser Fokus ke Kunci Digital, Tantangan Keamanan Meningkat
- Rabu, 11 Februari 2026
Pemerintah Terbitkan RKAB Nikel 2026 dengan Target Produksi 260–270 Juta Ton
- Rabu, 11 Februari 2026
Pemerintah Perluas Uji B50 ke Sektor Pertambangan untuk Evaluasi Komprehensif
- Rabu, 11 Februari 2026





.jpg)






