Wajah Baru Jalanan Indonesia: Mobil Listrik Semakin Dominan Di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Pasar kendaraan listrik di Indonesia kini telah memasuki babak baru. Jika beberapa tahun lalu mobil listrik dianggap sebagai barang mewah yang eksklusif, kini pemandangan mobil berplat nomor dengan garis biru sudah menjadi hal lumrah di kota-kota besar.
Dukungan regulasi pemerintah yang konsisten, ditambah dengan semakin banyaknya merek global yang membangun pabrik perakitan lokal, membuat harga mobil listrik kian kompetitif dan pilihan model kian beragam.
Berikut adalah poin-poin penting yang membentuk tren mobil listrik saat ini:
Baca JugaLayanan SIM Keliling Jakarta Jumat 6 Februari 2026 Hadir Lima Lokasi
Perang Harga Dan Munculnya Segmen "Affordable EV"
Tahun 2026 menjadi titik balik di mana harga mobil listrik mulai berbenturan langsung dengan mobil bermesin bensin (ICE).
Kehadiran Merek Tiongkok: Brand seperti BYD, Wuling, dan MG terus menekan harga dengan menghadirkan model compact yang dibanderol mulai dari Rp200 jutaan hingga Rp300 jutaan.
Respons Brand Jepang & Korea: Raksasa otomotif seperti Hyundai dan Toyota mulai memperkenalkan varian dengan baterai yang lebih efisien untuk menjaga daya saing di pasar menengah.
Ekosistem Pengisian Daya Yang Kian Masif
Kecemasan akan jarak tempuh (range anxiety) perlahan mulai terkikis.
SPKLU Fast Charging: Ribuan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kini tersedia tidak hanya di pusat perbelanjaan, tetapi juga di rest area jalan tol lintas Jawa dan Sumatera.
Charging di Rumah: Sebagian besar pabrikan kini menyertakan layanan instalasi wall-box charger secara gratis, memungkinkan pengguna mengisi daya layaknya mengisi baterai ponsel saat malam hari.
Teknologi Baterai Dan Jarak Tempuh
Inovasi pada kepadatan energi baterai membuat mobil listrik rilisan terbaru memiliki daya jelajah yang lebih jauh. Rata-rata mobil listrik kelas menengah kini mampu menempuh jarak 350 km hingga 500 km dalam sekali pengisian penuh, cukup untuk perjalanan antar kota tanpa perlu sering berhenti.
Insentif Pemerintah Yang Menggiurkan
Pemerintah terus memperpanjang berbagai insentif untuk mendorong adopsi EV, antara lain:
PPN DTP: Potongan pajak pertambahan nilai yang membuat harga jual jauh lebih murah.
Bebas Ganjil Genap: Hak istimewa untuk melintas di jalur ganjil genap Jakarta setiap hari.
Pajak Kendaraan Murah: Pajak tahunan (PKB) yang jauh lebih rendah dibandingkan mobil bensin dengan performa setara.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Aturan 4 Persen Membantu Karyawan Swasta Menentukan Target Dana Pensiun
- Jumat, 06 Februari 2026
Layanan SIM Keliling Jakarta Jumat 6 Februari 2026 Hadir Lima Lokasi
- Jumat, 06 Februari 2026
Indonesia dan Inggris Perkuat Kolaborasi Demi Mutu Pendidikan Tinggi
- Jumat, 06 Februari 2026
Mendiktisaintek Soroti Peran Teaching Factory dalam Ekosistem Vokasi Produktif
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Mendiktisaintek Soroti Peran Teaching Factory dalam Ekosistem Vokasi Produktif
- Jumat, 06 Februari 2026
BMKG Pastikan Gempa Pacitan Termasuk Megathrust Dangkal Tidak Picu Tsunami
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo Gandeng Australia Perkuat Pendidikan Nasional Lewat Pelatihan Guru
- Jumat, 06 Februari 2026
Listrik Gratis Jadi Strategi Khofifah Capai Rasio Elektrifikasi Jawa Timur
- Jumat, 06 Februari 2026












