Jumat, 06 Februari 2026

UNICEF Puji Upaya Indonesia Bangun Kualitas SDM Melalui MBG Secara Komprehensif

UNICEF Puji Upaya Indonesia Bangun Kualitas SDM Melalui MBG Secara Komprehensif

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Pemerintah Indonesia kini menjadi sorotan internasional bukan hanya sebagai bantuan pangan biasa, tetapi sebagai strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) secara menyeluruh. United Nations Children’s Fund (UNICEF) memberikan apresiasi atas kepemimpinan dan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat gizi ibu dan anak, yang menurut lembaga PBB ini merupakan kunci fundamental dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.

Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Maniza Zaman, menyampaikan pujian tersebut pada Rabu (4/2/2026) saat kunjungan kerja ke Jayapura, Papua. Ia menyebut MBG di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai contoh nyata upaya pemerintah yang ambisius dan berskala besar dalam pendirian fondasi SDM Indonesia.

Capaian Nasional dan Dampaknya dalam Pencegahan Stunting

Baca Juga

Sinergi dan Solidaritas: Kakanwil Kemenag Bengkulu Perkuat Fondasi Pelayanan di Mukomuko

Program yang dipimpin Badan Gizi Nasional ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia hingga Januari 2026, mencakup berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. UNICEF menilai pencapaian itu bukan sekadar angka, melainkan sebuah langkah strategis untuk menekan angka stunting dan membangun basis kesehatan yang kokoh demi mewujudkan kualitas SDM yang lebih baik di masa depan.

Di tengah isu global terkait malnutrisi, keberhasilan program yang bersifat nasional ini menegaskan posisi Indonesia dalam perbaikan gizi anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Intervensi gizi sejak usia dini, menurut para ahli, merupakan landasan penting dalam memperkuat ketahanan fisik dan kognitif generasi berikutnya — sesuatu yang tidak bisa ditunda atau dianggap remeh jika ingin benar-benar menyiapkan generasi unggul.

Papua sebagai Fokus Tantangan dan Solusi Nyata

Papua dipilih sebagai salah satu titik fokus program MBG karena daerah tersebut menghadapi tantangan serius, mulai dari tingginya prevalensi stunting hingga keterbatasan akses terhadap layanan gizi. Pendekatan yang diterapkan MBG bukan sekadar pemberian makanan, tetapi juga mengintegrasikan layanan berbasis sekolah dan komunitas melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), dengan tujuan memberikan akses rutin terhadap makanan bergizi, edukasi gizi, serta layanan kesehatan pendukung kepada anak-anak dan ibu.

“Program MBG menjawab kebutuhan Papua dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Ketika anak-anak mendapatkan gizi yang baik secara konsisten,” kata juru bicara BGN, Dian Fatwa, “mereka memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, belajar optimal, dan menjadi generasi Papua yang kuat.”

Hal ini menegaskan bahwa MBG tidak hanya dilihat sebagai program sosial, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ekosistem layanan gizi yang berdampak jangka panjang di berbagai wilayah dengan tantangan khusus seperti Papua.

Kolaborasi Internasional: Kekuatan Sinergi Global

Apresiasi UNICEF atas MBG disampaikan dalam konstelasi kunjungan bersama delegasi dari Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, UNICEF Indonesia, serta pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan tripartit yang semakin mendorong implementasi program dengan dukungan teknis dan motivasi bersama dari berbagai pihak.

Menteri Penasihat Kedutaan Besar RRT untuk Indonesia, Li Hongwei, menyatakan bahwa Tiongkok memahami tantangan serupa yang pernah dihadapi negaranya ketika mengatasi masalah gizi anak. Menurutnya, setelah puluhan tahun kerja keras, Tiongkok berhasil melakukan perbaikan dalam kesejahteraan dan gizi anak-anak, sehingga kini memberikan dukungan penuh pada MBG.

“Kami berharap kerja sama antara Pemerintah China, UNICEF, dan Pemerintah Indonesia dapat terus menjadi contoh teladan kerja sama tripartit yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Li.

Membangun Ekosistem Layanan Gizi dan SDM Berkelanjutan

Sekretaris Utama BGN, Sarwono, menambahkan bahwa kolaborasi internasional ini tidak hanya memperkuat pelaksanaan MBG di lapangan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan pendampingan teknis dalam rangka menjaga kualitas layanan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa MBG mampu berjalan secara efektif sesuai standar kesehatan dan kebutuhan masyarakat.

Dalam perspektif yang lebih luas, pendekatan MBG sebagai kombinasi antara pemberian nutrisi, edukasi, dan layanan kesehatan mendukung berdirinya ekosistem layanan gizi yang terintegrasi. Model ini mendorong keterlibatan sekolah, posyandu, keluarga, dan komunitas dalam menjaga kesejahteraan anak — sebuah strategi yang sejalan dengan pemikiran global bahwa pertumbuhan manusia yang berkualitas dimulai dari nutrisi yang baik sejak dini.

MBG sebagai Strategi Kebijakan SDM Indonesia

Apresiasi yang diberikan UNICEF atas Program Makan Bergizi Gratis menempatkan Indonesia pada jalur yang tepat dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkelanjutan. Dengan cakupan yang luas, pendekatan terpadu, serta dukungan mitra internasional, MBG tidak hanya berdampak pada akses gizi, tetapi juga menjadi salah satu fondasi penting dalam strategi jangka panjang untuk menyiapkan generasi masa depan Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap bersaing global.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bobby Nasution dan Mendagri Pastikan Kenyamanan Warga di Hunian Sementara Tapsel

Bobby Nasution dan Mendagri Pastikan Kenyamanan Warga di Hunian Sementara Tapsel

Akurasi Data Jadi Syarat Mutlak Penyaluran Bantuan Bencana Nasional

Akurasi Data Jadi Syarat Mutlak Penyaluran Bantuan Bencana Nasional

Mahakam Ulu Akselerasi Kesiapan Tiga Dapur Program Makan Bergizi

Mahakam Ulu Akselerasi Kesiapan Tiga Dapur Program Makan Bergizi

YAPPIKA Desak Redistribusi Anggaran Makan Bergizi Demi Perkuat PIP

YAPPIKA Desak Redistribusi Anggaran Makan Bergizi Demi Perkuat PIP

Prioritas Keselamatan Mudik 2026: Kemenhub Masifkan Inspeksi Kapal Nasional

Prioritas Keselamatan Mudik 2026: Kemenhub Masifkan Inspeksi Kapal Nasional