Ribuan Pelajar Asing Incar Beasiswa BISS Universitas Brawijaya 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Universitas Brawijaya (UB) semakin memperkokoh posisinya di kancah internasional sebagai destinasi pendidikan unggulan. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme yang luar biasa pada program Brawijaya International Student Scholarship (BISS) 2026. Hingga penutupan pendaftaran pada Jumat, tercatat sebanyak 5.000 pelajar internasional dari berbagai belahan dunia telah resmi mendaftarkan diri untuk memperebutkan kursi di universitas kebanggaan Kota Malang ini.
Program BISS merupakan skema beasiswa penuh (fully funded) yang dirancang untuk menarik talenta global pada jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3). Tingginya angka pendaftar menunjukkan bahwa reputasi akademik UB kian diakui secara global, menjadikannya magnet bagi calon intelektual muda yang ingin merasakan atmosfer pendidikan berkualitas di Indonesia.
Menanggapi capaian ini, Kepala Pusat Administrasi Mahasiswa Asing, UPT. GPR Dr. drh. Albiruni Haryo, M.Sc, AP.Vet, menekankan bahwa fenomena ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar statistik pendaftaran. Baginya, setiap pendaftar membawa narasi perjuangan dan harapan yang besar.
Baca JugaZulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung
“Keberanian untuk mendaftar adalah langkah awal yang sangat berarti. Di balik setiap formulir yang diisi, ada harapan, cita-cita, dan tekad untuk belajar lintas budaya. Kami menyambut itu dengan hangat. Apa pun hasil seleksi nantinya, percayalah bahwa mereka telah menjadi bagian dari perjalanan internasionalisasi Universitas Brawijaya,” katanya.
Penyaringan Talenta Terbaik Dunia Melalui Sinergi Akademik
Program beasiswa BISS 2026 bukan sekadar upaya meningkatkan jumlah mahasiswa asing, melainkan strategi untuk meningkatkan kualitas luaran akademik universitas. Dengan skala pendaftar yang mencapai ribuan, proses seleksi dipastikan akan berlangsung sangat kompetitif untuk menjaring bibit-bibit unggul yang mampu memberikan dampak positif bagi ekosistem pendidikan di UB.
Kepala UPT. Global Partnership and Reputation, Hendrix Yulis Setyawan, Ph.D., mengungkapkan ekspektasi tingginya terhadap kualitas para pendaftar tahun ini. Ia meyakini bahwa kehadiran mahasiswa internasional akan memperkaya perspektif dan prestasi universitas.
“Program ini diharapkan dapat menyaring talenta terbaik di seluruh dunia dan memberikan kontribusi bagi UB baik bidang akademik maupun non-akademik,” katanya.
Keberhasilan program ini juga didorong oleh kolaborasi yang solid di internal kampus. Program BISS tidak hanya menjadi tanggung jawab UPT. Global Partnership and Reputation semata, tetapi juga melibatkan peran aktif dari seluruh Fakultas serta Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB. Sinergi ini memastikan proses dari pendaftaran hingga perkuliahan nantinya berjalan dengan standar layanan yang prima.
Program Studi Terfavorit dan Strategi Promosi Global
Tahun ini, Universitas Brawijaya memberikan pilihan yang sangat luas bagi calon mahasiswa asing. UB membuka pintu beasiswa di 16 fakultas dengan total 91 program studi reguler serta 23 program studi berbasis riset (by research). Fleksibilitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelamar yang memiliki minat spesifik pada riset-riset mutakhir.
Berdasarkan data pendaftaran, terdapat beberapa fakultas yang menjadi primadona atau paling banyak diminati oleh para pelajar internasional. Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Teknik (FT) menempati posisi teratas dalam daftar pilihan pendaftar.
Hendrix Yulis Setyawan, Ph.D. menjelaskan bahwa tingginya minat ini tidak lepas dari upaya promosi yang gencar dilakukan secara daring maupun melalui jaringan diplomatik. UB secara aktif menjalin komunikasi dengan mitra universitas di luar negeri serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk menyebarluaskan informasi mengenai program ini.
“Dari 5000 pendaftar mayoritas pendaftar ingin lanjut studi di Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Teknik (FT). Kami juga melakukan promosi ke berbagai mitra universitas UB di luar negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia, serta penyebaran informasi secara online,” urai Hendrix.
Tahapan Seleksi Ketat Menuju Universitas Brawijaya
Setelah fase pendaftaran ditutup, para pelamar akan menghadapi rangkaian seleksi yang ketat dan transparan. Langkah ini dilakukan untuk menjamin bahwa penerima beasiswa BISS adalah individu yang benar-benar kompeten secara bahasa dan akademik, serta memiliki motivasi yang kuat untuk menyelesaikan studinya di UB.
Rangkaian seleksi program BISS tersebut terdiri dari beberapa tahap krusial, dimulai dari seleksi administrasi untuk memeriksa kelengkapan dokumen. Bagi pendaftar jenjang sarjana, diwajibkan mengikuti tes kemampuan Bahasa Inggris. Selanjutnya, peserta yang lolos akan masuk ke tahap seleksi wawancara (interview). Bagi mereka yang dinyatakan lulus, pihak UB akan mengeluarkan letter offer yang disusul dengan penerbitan Letter of Acceptance (LoA) sebagai bukti resmi penerimaan mahasiswa baru.
Melalui program BISS, Universitas Brawijaya terus bertransformasi menuju universitas berstandar internasional yang mampu mencetak lulusan dengan daya saing global, sekaligus mempererat hubungan persahabatan antarnegara melalui pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Zulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung
- Kamis, 05 Februari 2026
BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal
- Kamis, 05 Februari 2026











