Akselerasi Wisata Premium: Ambisi Korea Selatan Lampaui Target 30 Juta Turis
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Persaingan industri pariwisata di kawasan Asia Timur kini memasuki babak baru yang lebih agresif. Korea Selatan (Korsel) secara resmi mengumumkan peta jalan ambisius untuk mendatangkan 30 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2028, sebuah target yang dimajukan dua tahun lebih awal dari rencana semula. Langkah berani ini diambil untuk memperpendek jarak persaingan dengan Jepang, yang pada tahun 2025 berhasil mencetak rekor fantastis dengan 42,7 juta kunjungan. Dengan mengandalkan kekuatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan sektor wisata premium seperti kecantikan dan medis, Negeri Ginseng bersiap melakukan transformasi total guna menjadikan pariwisata sebagai mesin utama ekspor negara.
Presiden Organisasi Pariwisata Korea Selatan (KTO) yang baru saja dilantik, Park Sung Hyeuck, menegaskan bahwa penundaan bukan lagi pilihan bagi industri pariwisata nasional. "Tahun 2030 sudah terlambat. Kami akan mencapai tonggak 30 juta pengunjung pada 2028," ujar Park dalam acara media di Pusat Pers Korea pada Senin, 2 Februari 2026. Mantan spesialis pemasaran dari divisi periklanan Samsung Group ini menekankan bahwa meski Korea Selatan telah mencetak rekor 18,9 juta kunjungan pada tahun lalu, pertumbuhan tahunan sebesar 16 persen sangat diperlukan untuk mencapai visi tersebut.
Fokus Kualitas: Wisata Kecantikan dan Sektor Premium Sebagai Ujung Tombak
Baca JugaKisah Cinta yang Terungkap: The Drama Siap Merobek Hari Bahagia di Bioskop
Strategi yang diusung oleh KTO di bawah kepemimpinan Park tidak hanya terpaku pada volume atau jumlah kepala, melainkan pada kualitas belanja dan durasi kunjungan. KTO akan menggenjot sektor premium yang mencakup wisata kesehatan medis, konferensi internasional berskala besar, serta wisata kecantikan yang selama ini menjadi daya tarik ikonik Korea Selatan. Dengan menargetkan segmen menengah ke atas, diharapkan kontribusi ekonomi dari setiap turis yang datang dapat meningkat secara signifikan.
"Volume itu penting, tetapi berapa lama pengunjung tinggal dan berapa banyak yang mereka konsumsi menentukan keberhasilan sejati," tegas Park. Untuk mencapai hal ini, tahun 2026 ditetapkan sebagai "tahun aksi" untuk melakukan perubahan komprehensif. Perubahan tersebut mencakup tiga pilar utama: meningkatkan daya tarik bagi pengunjung baru, memperpanjang masa tinggal wisman di Korea, serta mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam seluruh layanan pariwisata.
Integrasi AI dan Platform Tunggal "Visit Korea" pada 2028
Salah satu terobosan besar yang disiapkan Korea Selatan adalah modernisasi sistem panduan pariwisata. Park menguraikan 10 inisiatif unggulan, di mana salah satu yang paling krusial adalah penggabungan 13 situs web pariwisata yang selama ini terfragmentasi menjadi satu pusat kendali tunggal bernama "Visit Korea" yang terintegrasi dengan AI pada 2028. Teknologi AI ini akan berperan sebagai asisten perjalanan multibahasa yang siap melayani wisatawan kapan saja.
Selain itu, KTO berencana memperkenalkan kartu pariwisata dan transportasi terpadu khusus untuk pengunjung internasional. Inovasi ini dirancang untuk mempermudah aksesibilitas turis saat menjelajahi berbagai destinasi di Korea Selatan. Park juga berkomitmen untuk menjalin kemitraan strategis di tingkat pusat dengan jaringan hotel global ternama seperti Hilton dan Marriott, serta agen perjalanan daring besar guna memperluas jangkauan pemasaran Korea di kancah internasional secara lebih efektif.
Strategi Regional dan Optimalisasi Pariwisata Pedesaan
Dalam upaya menggaet pasar yang lebih luas, KTO menerapkan strategi khusus berdasarkan karakteristik regional. Untuk pasar inti seperti China, Jepang, dan Taiwan, fokus utama akan digeser pada promosi kota-kota sekunder dan mendorong kunjungan berulang. Sementara itu, pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah akan terus dipenetrasi melalui produk-produk yang berkaitan erat dengan tren budaya Korea (K-Culture). Untuk pasar Amerika Utara dan Eropa, KTO akan memperbanyak titik kontak baik secara daring maupun luring guna menangkap permintaan baru yang terus tumbuh.
Di dalam negeri, KTO juga berupaya mengatasi tantangan demografi dan penurunan populasi di wilayah pedesaan. Sebuah program uji coba liburan regional akan diluncurkan di 20 wilayah pedesaan yang telah ditentukan. Program ini menawarkan pengembalian dana (refund) sebesar 50 persen untuk biaya perjalanan kepada wisatawan yang berkunjung ke komunitas pedesaan tersebut. "Tahun 2026 akan menjadi tahun transformasi di mana kita akan bertindak berdasarkan data dan menciptakan hasil nyata yang dirasakan masyarakat di lapangan," kata Park.
Visi Pariwisata Sebagai Tiga Besar Kontributor Ekspor Nasional
Ambisi Park Sung Hyeuck tidak berhenti pada angka kunjungan. Ia bermimpi mengangkat industri pariwisata menjadi salah satu dari tiga kontributor ekspor utama Korea Selatan dalam tiga tahun ke depan, bersaing dengan sektor otomotif dan semikonduktor yang selama ini mendominasi pendapatan negara. Park merujuk pada kesuksesan Jepang, di mana sektor pariwisatanya telah menempati peringkat kedua dalam struktur ekspor negara tersebut.
Di sisi lain, Jepang sendiri tengah menikmati masa kejayaan pariwisata meskipun menghadapi tantangan geopolitik. Dengan pelemahan nilai tukar yen dan peningkatan frekuensi penerbangan, pengeluaran turis asing di Jepang mencapai rekor tertinggi sebesar 9,5 triliun yen pada tahun 2025. Namun, Jepang juga menghadapi penurunan signifikan jumlah wisatawan dari China akibat aksi boikot yang dipicu konflik antarnegara. Kondisi ini menjadi celah sekaligus tantangan bagi Korea Selatan untuk merebut pangsa pasar wisatawan yang sedang bergeser di kawasan Asia.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Ramalan Shio Hari Ini: Cek Keberuntungan Rugi Dan Yang Perlu Diwaspadai
- Kamis, 05 Februari 2026
Kemenkes Ingatkan Risiko Dengue Di Samping Kebutuhan Sembako Musim Hujan
- Kamis, 05 Februari 2026
Kemenkes dan OneSight Berkolaborasi Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata Masyarakat Indonesia
- Kamis, 05 Februari 2026
BYD Atto 3 Facelift Siap Mengaspal di IIMS 2026 Membawa Peningkatan Performa Signifikan
- Kamis, 05 Februari 2026
BYD Resmi Memperkenalkan Song Ultra EV Sebagai Crossover Listrik Premium Terbaru
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Warga Diminta Aktif Jaga Kesehatan dan Lingkungan untuk Redam Ancaman DBD di Bengkulu
- Kamis, 05 Februari 2026
Perluasan Layanan Mata di Sudirman Perkuat Akses Kesehatan Perkotaan Jakarta
- Kamis, 05 Februari 2026
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini: Gerimis dan Hujan Lebat Menyapa Pagi Sampai Malam
- Kamis, 05 Februari 2026












